Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juni 2009

Nokia Kembangkan Ponsel Tanpa Isi Ulang

Liputan6.com, Helsinki: Nokia sedang merintis teknologi daya listrik telepon seluler (ponsel). Produsen ponsel terbesar di dunia itu mengembangkan pengisian daya ponsel dengan memanfaatkan gelombang radio yang tersebar di udara.

Selama ini, sistem pengisian ulang tanpa kabel yang umum adalah menggunakan transmitter dan receiver. Tapi teknologi versi Nokia agak unik. Teknologi ini mampu mengambil gelombang yang dilepaskan beberapa perangkat elektronik seperti televisi dan radio di udara.

Sayangnya, teknologi Nokia ini belum dapat dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih besar seperti menerangi rumah atau kantor. Tapi setidaknya, teknologi ini cukup untuk menjaga telepon tetap hidup.

Hingga kini, hasil penelitian Nokia baru mampu menuai daya sekitar 5 miliwatt. Ke depan ditargetkan daya yang dihasilkan sebesar 20 miliwatt hingga 50 miliwatt. Nokia berharap teknologi ini dapat dimanfaatkan tiga sampai lima tahun ke depan.(rkm/Tech)
read more “Nokia Kembangkan Ponsel Tanpa Isi Ulang”

Padi Tumbuh di Gedung Bawah Tanah

Liputan6.com, Tokyo: Basemen Gedung Pasono 02 yang berada kawasan Ginza di pusat Kota Tokyo, Jepang, dikembangkan teknologi tanaman dengan cara hydroponic dan light emiting diode. Hasilnya berbagai tanaman bisa tumbuh di dalam gedung tertutup bertingakt 22 ini.

Matahari diganti penerangan lampu disertai dengan suhu yang diatur menghasilkan tanaman tomat, cabai, dan padi. Di gedung ini pula tengah dilkukan berbagai percobaan, pelatihan hingga tujuan wisata. Kemajuan tekonologi ini mengundang komentar Wakil Presiden Jusul Kalla yang berkunjung ke Jepang.

Gedung Pasona didirikan pada tahun 2005 untuk menjadi proyek tingginya kebutuhan pangan di Jepang. Selama ini Jepang mengimpor 72 persen bahan makanan dan biji-bijian. Lahan percobaan seperti ini sudah ada di sembilan gedung di Tokyo.rkm/liputan
read more “Padi Tumbuh di Gedung Bawah Tanah”

TV Masa Depan

Liputan6.com, Kudus: Pemerintah telah memutuskan, pada 2018, seluruh stasiun telvisi akan menggunakan sistem digital dalam penyiarannya. Artinya, satu kanal bisa digunakan untuk menangkap enam frekuensi sekaligus. Teknologi tersebut tidak bisa dilakukan dengan sistem analog.

Sebagai bentuk sosialisasi migrasi ini, segenap jajaran direksi PT Konsorsium TV Digital Indonesia yang terdiri dari enam stasiun televisi mengadakan tinjauan ke pabrik elektronik Polytron di Kudus, Jawa Tengah, baru-baru ini. Selain dengan alasan penerapan produk lokal dalam berbagai aspek, pabrik ini juga sudah dipercaya banyak kalangan akan keunggulannya.

Rencananya, sistem ini diluncurkan pekan depan. Dan dapat langsung dinikmati masyarakat walau masih dalam areal terbatas. Bagi masyarakat yang televisinya belum dipasangi sistem digital, harus menggunakan alat penangkap seperti Set Top Box.rkm/liputan
read more “TV Masa Depan”

Cerbung Sunan Sawangan (4)

Melihat Ka’bah

Sepertinya, tak ada lagi yang bisa menengahi ratusan orang marah. Berdiri berhadapan dan siap serang.
Mata nanar saling tatap tajam. Kadang ujung senjata saling adu di udara. Suara gemerincing pertemuan ujung senjata bergema di masjid.
Seorang makmum yang baru menyelesaikan zikirnya, bangkit dari duduk. Berjalan dan membelah di antara bertemunya dua ujung senjata. Tanpa rasa takut.
Rambut ikal cenderung kriting diikat seperti sanggul ke atas. Baju hitamnya, dicopot dan disampirkan di pundak kirinya.
“Podo muslime haram ngutahno getih. Luwih-luwih nang njerone mesjid. Sing mateni karo sing dipateni podo mlebu nerokone. Mosok lali pituture Kanjeng Nabi. (Sesama muslim haram menumpahkan darah. Lebih-lebih di dalam masjid. Yang membunh dan yang dibunuh sama-sama masuk neraka. Masak lupa nasehat Kenjeng Nabi),” teriak dia.
“Yo konco kabeh. Ora usah muring-muring, getih nglumpuk nang mbun-mbunan. Muring-muringmu kuwi dudu nahi munkar, dudu amar ma’ruf. Kuwi gudone setan burik!
Monggo podo istighfar. Monggo podo didekek gamane, watune, pethile.(Ya,teman semua. Tidak usah marah-marah, darah naik di ubun-ubun. Marah kalian itu bukan nahi munkar, bukan amar ma’ruf. Itu godaan setan burik!) ”
Tetapi, dua kubu yang berhadapan itu, tak satupun meletakkan senjatanya. Mereka tidak mau kecolongan. Jika meletakkan senjata, menjadi makanan empuk serangan lawan.
“Hei wong gendheng! Jangan ikut-ikut. Ini demi kebaikan semua,” teriak seseorang dari salahsatu kubu.
“Ora eneng critane, tumindak olo digawe kebagusan. Olo yo olo, bagus yo bagus, ora iso dicampur-campur! (Tidak ada ceritanya, tindakan buruk untuk kebaikan. Jelek ya jelek, bagus ya bagis, tidak bias dicampir aduk!)” balas si Gendheng.
“Semene akehe wong, sing ngerti masalahe mung pirang driji. Ojo ngejak wong akeh mlebu neroko. Athek pancen pingin tarung utowo sabung, sopo wae wonge, mengko tak ladeni nang mburine mesjid. Ojok padu nang njerone mesjide Kanjeng Sunan Ampel! Sing melok-melokan, monggo gamane didekek!(Sekian banyak orang, yang tahu masalahnya hanya beberapa jari. Jangan mengajak orang banyak masuk neraka. Kalau memang ingin bertanding atau berkelahi, siapa saja orangnya, nanti saya layani di belakang masjid. Jangan berkelahi di dalam masjidnya Kenjeng Sunan Ampel! Yang ikut0ikutan, silahkan senjatanya ditaruh!).”
“Athek kowe kabeh pingin ngerti ngendi kiblat sak benere, aku iso ndudukno! Tapi kowe kabeh ojo padu lan pecohan nang mesjid. Athek kepingin tarung, mungsuh aku wae, mengko tak enteni nang mburine mesjid.(Kalau Anda semua pingin tahu mana kiblat sebenarnaya, saya bias menunjukkan! Tapi kalian semua jangan berkelahi di masjid. Kalau ingi berkalahi melawan saya saja, nanti saya tunggu di belakang masjid).”
Semua senyum sinis. “Dasar wong gendheng!”
Tak menghiraukan cemooh yang bersaut-sautan, dia menuju ke satu dinding masjid Ampel.
Jari telunjuk kanannya membuat garis lingkaran di dinding itu.
“Duar!” suara menggelegar layaknya petir muncul, ketika kepalan tangan kanannya menghantam dalam lingkaran itu. Semua kaget dan terdiam.
Dinding ambrol berbentuk lingkaran.
Meski berlubang lingkaran, yang tampak bukan halaman belakang masjid. Tetapi, nun jauh di sana, lamat-lamat terlihat sekecil semut orang-orang tawaf mengelilingi Ka’bah, yang terlihat sekecil klungsu (biji asem).
Arah kiblat tak berubah. Persis seperti arah mihrab lama. Persis seperti arah yang dipakai Kanjeng Sunan Ampel.
Semua orang di dalam masjid takjub.
“Allahu Akbar!”
Takbir bergema bersaut-sautan.
Mereka berdesak-desakan ingin melihat dari dekat.
Orang itu ngeloyor keluar masjid, menuju halaman belakang. Menunggu tantangan sabung. rkm/serb
read more “Cerbung Sunan Sawangan (4)”

Rabu, 17 Juni 2009

15.089 Siswa SMA Jatim Tidak Lulus Unas

Dunia pendidikan Jatim berduka menyusul jebloknya hasil Ujian Nasional (Unas) tahun ajaran 2008/2009 ini. Dalam pengumuman hasil Unas siswa SMA/MA/SMK yang disampaikan Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Sabtu (13/6) sore, diketahui bahwa angka ketidaklulusan atau siswa gagal Unas tahun ini meningkat lebih 1 persen dibanding tahun sebelumnya.

Tahun ajaran 2007/2008, Unas SMA/MA (Madrasah Aliyah) diikuti oleh 196.198 siswa. Dari jumlah tersebut, siswa gagal Unas mencapai 6.018 atau 3,07 persen. Dan pada tahun ajaran 2008/2009 ini, dari 203.508 peserta Unas, yang tidak lulus membengkak, menjadi sebanyak 8.915 siswa atau 4,38 persen.

Kondisi yang sama juga terjadi pada siswa SMK. Dari 109.331 siswa yang ikut Unas pada tahun ajaran 2007/2008, yang gagal berjumlah 4.047 siswa atau 3,12 persen. Jumlah tersebut membengkak pada Unas tahun ini, dari 112.562 peserta Unas SMK, yang tidak lulus sebanyak 6.174 siswa atau 5,48 persen. Dengan demikian, dari total 316.070 siswa SMA/MA/SMK peserta Unas 2008/2009, yang tidak lulus sebanyak 15.089 siswa.

Jika dirinci, angka ketidaklulusan siswa di Jatim banyak disumbangkan oleh siswa MA jurusan IPS dan SMA jurusan Bahasa. Untuk MA IPS, dari 39.295 peserta, yang gagal mencapai 2.753 siswa (7 persen). Sementara dari 3.316 siswa SMA Bahasa yang jadi peserta Unas, yang tidak lulus mencapai 224 siswa (6,75 persen).

Setelah itu disusul MA Bahasa. Yakni dari 3.692 peserta Unas, yang gagal 242 (6,55 persen). Lalu SMA IPS, dari 73.353 peserta, yang tidak lulus 3.401 (4,64 persen). Lantas MA IPA, dari 14.774, yang gagal 648 (4,38 persen). Dan SMA IPA, dari 69.047 peserta, yang tidak lulus 1.636 (2,37 persen).

Hasil Unas tahun ini juga menegaskan telah berubahnya peta dunia pendidikan menengah di Jatim. Siswa di Surabaya dan Kota Malang kembali dikalahkan dalam meraih keunggulan, oleh para siswa dari daerah. Padahal, di masa lalu dua kota tersebut menjadi patokan dalam mengukur tingkat kemajuan pendidikan di Jatim. Sebab, sebelumnya SMA/MA di Kota Surabaya dan Malang selalu menempatkan banyak siswa/siswi mereka dalam daftar 10 besar peraih nilai Unas tertinggi.

Kali ini, dalam daftar 10 besar peraih nilai Unas tertinggi, tidak terdapat satu pun nama siswa/siswi dari SMA/MA di Surabaya dan Malang. Berdasar nilai rata-rata hasil Unas SMA untuk tiap program, peringkat Surabaya dan Kota Malang kalah jauh dibanding peringkat yang berhasil diraih oleh daerah-daerah lain.

Untuk program IPA, nilai rata-rata tertinggi diraih oleh Kota Pasuruan (8,48), Kota Probolinggo (8,37), dan Kabupaten Pasuruan (8,35). Sementara Surabaya hanya berada di urutan 25 dengan nilai rata-rata 7,98.
Malahan, untuk rata-rata nilai hasil Unas ini, yang dicapai Kota Malang lebih ironis. Ia harus puas di posisi 36 dari 38 kabupaten/kota di Jatim dengan nilai rata-rata 7,51.

Pada program IPS, nilai rata-rata tertinggi diraih Lamongan (7,92), lantas Kabupaten Pasuruan (7,87), dan Kota Pasuruan (7,81). Surabaya hanya berada di urutan 20 dengan nilai rata-rata 7,49, dan Kota Malang lagi-lagi terpaku di posisi 36 dengan nilai rata-rata 6,97.

Dan untuk program Bahasa, nilai rata-rata tertinggi diraih Kabupaten Probolinggo (8,29), Gresik (7,96), dan Kabupaten Mojokerto (7,91). Dan lagi-lagi Surabaya terpaku di urutan 21 dengan nilai rata-rata 7,14, sedangkan Kota Malang di posisi 22 dengan nilai rata-rata 7,09.

Harus Introspeksi
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Suwanto mengakui meningkatnya jumlah siswa yang gagal Unas pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. “Faktanya memang demikian. Ya harus diterima,” tegasnya kepada wartawan, usai memberikan pengarahan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Jatim, Sabtu (13/6).

Suwanto berharap, jebloknya nilai Unas tersebut menjadi bahan instrospeksi bagi semua pihak, mulai siswa, orangtua, sekolah, dan dinas pendidikan terkait agar kejadian yang sama tidak terulang pada Unas tahun berikutnya. “Ke depan, hasil Unas harus lebih baik lagi,” harapnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan dari 38 kabupaten/kota kemarin mengambil hasil Unas SMA/MA/SMK untuk daerahnya masing-masing. Setelah menerima hasil Unas, tiap Dinas Pendidikan diminta mencocokkannya dengan hasil ujian akhir sekolah (UAS) siswa. Ini dilakukan untuk menentukan siswa dinyatakan lulus atau tidak.

Mungkin terjadi bahwa siswa yang dinyatakan lulus Unas, tenyata UAS-nya gagal. Kalau ini yang terjadi, siswa akan dinyatakan tidak lulus sekolah dan harus mengulang alias ikut ujian kejar paket C atau penyetaraan.

“Makanya verifikasi harus dilakukan secepatnya. Selesai itu, Senin (15/6) nanti hasilnya harus diumumkan ke siswa. Dan ketika mengumumkan tidak boleh ada pengumpulan massa,” tukas Suwanto, yang mantan Kepala Dinas Infokom Jatim ini.

Untuk siswa/siswi dengan nilai total Unas tertinggi, pada program IPA, peringkat pertama diraih Ayin Bia Yufita dari SMAN 1 Blitar dengan 57,17; kedua oleh Dani Hardianto dari SMAN 1 Kota Kediri dengan nilai 57,10, dan peringkat ketiga Dwi Nur Ahsan Fikri dari SMAN 2 Lamongan dengan nilai 57,05.

Untuk program IPS, peringkat pertama diraih Dewi Maulidiyah dari SMAN 1 Pandaan dengan nilai 54,75; kedua Thoriqul Achmad dari SMAN 1 Blitar dengan nilai 54,30, dan peringkat ketiga Zakky Imawan dari SMAN 1 Pandaan dengan nilai 54,30.

Dan untuk program Bahasa, peringkat pertama diraih Wahyu Nilansari dari SMAN 3 Sidoarjo dengan nilai 53,55; kedua Lailatun Nasihah dari SMA Wachid Hasyim 2 Sidoarjo dengan nilai 53,10, dan peringkat ketiga Uminadirotun Navisa dari SMAN 1 Manyar dengan nilai 52,95.

Unas SMA/MA (baik untuk program IPA, IPS maupun Bahasa) terdiri dari 6 mata pelajaran. Dengan begitu, untuk mengetahui berapa nilai rata-rata yang diraih para siswa/siswi tersebut di atas, tinggal dibagi enam.
Surabaya baru `berbicara` untuk siswa yang meraih nilai tertinggi pada Unas SMK. Dinda Zahidah dari SMK Farmasi Surabaya yang memperoleh nilai Unas 38,34, berhasil menempati peringkat pertama. Menyusul Latith Muhammad dari SMKN 1 Pungging dengan nilai 38,33, dan Mentari Januar Lisyadi dari SMK Farmasi Sekesal Surabaya dengan nilai 38,11.

Bagaimana dengan pengumuman hasil Unas di SMAN 2 Ngawi dan SMAN 1 Wungu Madiun?
Suwanto mengatakan, khusus di dua sekolah tersebut, pengumuman Unas ada pengecualian. Karena pada 10–15 Juni, siswa SMAN 2 Ngawi dan SMAN 1 Wungu Madiun harus mengikuti ujian ulang, setelah Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menyatakan di dua sekolah tersebut terjadi pelanggaran serius dalam pelaksanaan Unas, sehingga jawaban semua siswa sama. “Meski demikian, kita minta dalam waktu yang tidak lama hasil ujiannya harus sudah diumumkan,” imbuhnya.

Menanggapi jebloknya hasil Unas siswa SMA/MA/SMK di Jatim, Ketua Komisi E (Bidang Pendidikan) DPRD Jatim Saleh Ismail Mukadar langsung menudingnya sebagai akibat Kepala Dinas Pendidikan Jatim yang lama, yakni Rasiyo, lebih asyik mengurusi masalah politik praktis terkait pemilihan gubernur (pilgub) lalu. Selama pilgub, Rasiyo dikenal sebagai pendukung kuat pasangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf. “Makanya, kasus jebloknya hasil Unas ini harus dijadikan pelajaran,” sergah Saleh.

Sebagai bentuk tanggungjawab, politisi PDIP ini mendesak Rasiyo yang saat ini menjadi Sekretaris Provinsi (Sekpoov) Jatim, untuk mundur dari jabatannya. Alasannya, meski sekarang Rasiyo adalah Sekprov, tapi proses hingga pelaksanaan Unas terjadi pada masa dia masih menjadi Kepala Dindik.

“Pak Wanto (Suwanto, Red) yang kepala dinas sekarang kan hanya ketiban sampur saja. Makanya kalau gentle (ksatria), dia (Rasiyo, Red) harus berani mundur,” tandas Saleh yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya ini.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Surabaya Ruddy Winarko mengatakan, pengumuman hasil Unas SMA/MA/SMK kepada para siswa di Surabaya akan dilaksanakan Minggu (14/6) hari ini atau sehari lebih cepat dibanding arahan dari Dinas Pendidikan Jatim.

“Setelah mendapat soft copy hasil Unas, kami nanti malam akan lembur mengecek dan memverifikasinya dengan hasil UAS. Sehingga Minggu besok (hari ini, red), nilai asilnya dapat segera diumumkan ke siswa,” jelasnya. rkm/pend
read more “15.089 Siswa SMA Jatim Tidak Lulus Unas”

800 Siswa SMA se-Malang Raya Tak Lulus

Anjlok, Kadindik Anggap Peningkatan Prestasi

Peringkat Kota Malang di urutan prosentase kelulusan unas kota dan kabupaten se-Jawa Timur terus terpuruk. Tahun ini, Kota Malang hanya mampu bertengger di peringkat 36 di antara 38 kota/ kabupaten se-Jatim, setelah tahun sebelumnya menduduki peringkat 35.

Sedangkan Kabupaten Malang meraih peringkat lebih baik dengan urutan 34 dan Kota Batu di posisi terakhir untuk jurusan IPA dan IPS. Namun, Kepala Dinas Pendidikan (dindik) Kota Malang, Dr Shofwan SH MSi memandang ini sebagai peningkatan prestasi. Ia menolak anggapan peringkat kelulusan tersebut mencerminkan rendahnya kualitas siswa didik di Kota Malang.

Menurut Shofwan, peringkat kelulusan bisa berubah drastis, andai seluruh peserta unas di Jawa Timur mengikuti unas di Kota Malang. ”Anda tahu sendiri kan, pelaksanaan unas di daerah lain, terbukti tidak jujur,”ujar Shofwan kepada Surya, Sabtu (13/6).

Menurut Shofwan, hasil kelulusan tahun ini mencerminkan keberhasilan pendidikan di Kota Malang. Alasannya, angka persentase tidak lulus tidak banyak berubah, meski ujian tahun ini memakai standar kelulusan yang lebih tinggi. ”Persentase tidak lulus memang turun sedikit, tetap berada di kisaran 12 sekian persen. Namun harap diingat, tahun lalu, standar kelulusan masih 5, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 5,5. Ini kan prestasi luar biasa,” ucap Shofwan.

Bila jumlah peserta unas SMA tahun ini-dari data terakhir Dindik Kota Malang-sekitar 6.908, berarti peserta yang tidak lulus mencapai lebih dari 828. Shofwan mengimbau para siswa yang tak lulus, tidak patah semangat. ”Masih ada ujian kejar paket C, atau UNPK. Persiapkan diri sebaik mungkin,” ujarnya.
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Taufik Bambang DHT menilai sinis’prestasi’ yang diklaim dindik. ”Baguslah kalau begitu. Memang sudah tidak ada lagi yang bisa dibanggakan dari Malang sebagai kota pendidikan,” ketus Bambang.

Bambang juga menyindir jawaban Shofwan, yang mengatakan hal ini sebagai imbas dari kejujuran prosedur unas yang dijalankan pihaknya. ”Kejujuran itu bukan jawaban. Jujur itu tidak bisa diukur. Parameter keberhasilan jelas, mencetak lulusan sebaik mungkin,” ucapnya.

Terlepas dari buruknya peringkat kelulusan unas Kota Malang, tiga peserta unas dari SMK Telkom Shandy Putra Malang, tercatat di peringkat sepuluh besar peraih nilai unas tertinggi. Sementara itu, setelah menerima pengumuman dari Surabaya, tadi malam semua kepala SMA/SMK di Kabupaten Malang dikumpulkan. “Waktu pengumuman untuk Senin (15/6) sangat mepet. Kami harus lembur untuk menyelesaikannya malam ini,” kata Sugeng Hadiono, Kepala SMAN 1 Lawang.
Sesuai rencana, pengumuman hasil Unas di Kota Malang dan kabupaten akan dibagikan Senin. k3/vie

Siswa berprestasi SMK Telkom Shandy Putra Malang
——————————————————————————————————–
NAMA B. Indonesia B. Inggris Matematika Pro Total Posisi
Sulthoni 9,10 9,20 10 9,70 38,00 9
Hana Silvia Yarni 9,00 9,60 9,75 9,47 37,82 10
Muklis Yulianto 9,20 9,40 9,75 9,47 37,82 10
———————————————————————————————————
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jatim 2009. rkm/pend
read more “800 Siswa SMA se-Malang Raya Tak Lulus”

Sidoarjo Lulus 99,33 Persen, 6 Siswa Masuk 10 Besar Jatim, Pengumuman Via SMS 255 Siswa Gresik Tak Lulus

Enam siswa SMA dan Madrasah Aliyah (MA) di Sidoarjo masuk peringkat 10 besar peringkat Jatim dalam pengumpulan nilai tertinggi Unas. Seiring naiknya peringkat Sidoarjo dari enam besar menjadi lima besar, jumlah siswa SMAN dan MA yang tidak lulus 85 dari 12.671 siswa.

Siswa yang tidak lulus didominasi dua SMA swasta dan sisanya menyebar di berbagai sekolah. SMA mana yang siswanya banyak tidak lulus, Kadiknas Pemkab Sidoarjo H MG Hadi Sutjipto enggan menjelaskan. “Pokoknya ada, nanti kan tahu sendiri. Yang jelas, yang lulus 99,33 persen,” tuturnya, Minggu (14/6).

Menurut Kadiknas, enam siswa yang masuk 10 besar Jatim adalah peringkat pertama program Bahasa diraih Wahyu Nilansari dari SMAN 3 Sidoarjo, peringkat kedua Lailatun Nasihah dari SMA Wachid Hasyim 2 Taman, Sidoarjo.

Program IPA, ranking enam Jatim diraih Novita Andriani dari SMAN 1 Gedangan, Sidoarjo, dan ranking 10 diraih Lintang Nur Ramadani dari SMAN 2 Sidoarjo. Dari Program IPS peringkat lima Jatim diraih Yahriyan Irfansyah dari SMAN 4 Sidoarjo dan peringkat delapan diraih Widi Asturina dari SMAN 4 Sidoarjo.

Lailatun Nasihah saat ditemui di SMA Wachid Hasyim (WH) 2 Taman mengaku bangga atas prestasi yang diraihnya. Untuk mencapai prestasi itu, ia harus belajar mulai pukul 16.30 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Nilai yang diperoleh dalam Unas, untuk mapel matematika (9,25), bahasa Indonesia (9,20), bahasa Inggris (8,60), bahasa Jepang (9,80), dan antropologi (7,50). “Sebenarnya aku sangat menyukai antropologi, tapi nilainya paling rendah dibanding mapel lainnya,” tuturnya sambil tersipu malu.

Kasek SMA WH 2 Dra Nur Djannah yang mendampingi Laila juga mengaku bangga atas prestasi anak didiknya. Pasalnya, prestasi yang ditorehkan itu akan mengangkat nama SMA yang dipimpinnya. “Alhamdulillah SMA WH masuk nominasi. Apalagi seluruh siswa SMA WH 2 lulus 100 persen,” katanya bangga.

Untuk mencapai kelulusan 100 persen, putri pendiri SMA WH 2 almarhum KH Hasyim Latief ini harus menambah jam pelajaran usai pulang sekolah. Bahkan, di semester 2 khusus kelas XII mata pelajaran Unas saja yang diberikan.

“Itu semua untuk menghadapi Unas. Setiap semester kami mendatangkan psikolog untuk melatih anak-anak agar tidak drop dalam menghadapi ujian. Terlebih penting mendekatkan diri pada Allah SWT seperti istighotsah, shalat dhuha, dan tahajud,” jelasnya.

Sementara Kadiknas MG Hadi Sutjipto mengimbau agar dalam pengumuman kelulusan siswa SMA dan MA hari ini (Senin 15/6), siswa tidak euforia. Karena, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Khusus siswa yang tidak lulus, guru akan datang ke rumah untuk memberi tahu jika tidak lulus. “Ya mudah-mudahan tidak ada guru yang datang ke rumah,” harapnya. mif

Pengumuman Via SMS 255 Siswa Gresik Tak Lulus

Sekitar 255 peserta Unas SMA sederajat di Gresik tidak lulus. Hanya lima siswa yang masuk peringkat 10 besar di jurusan bahasa. Hasil Unas akan diumumkan hari ini, Senin (15/6). Diknas menyarankan tak ada konvoi. Pengumuman via SMS juga bisa.

Siswa tak lulus itu rinciannya, SMA jurusan IPA (39 siswa), IPS (28), dan bahasa (6). Mereka adalah sebagian dari peserta Unas SMA IPA (3.040 siswa), SMA jurusan IPS (2.344), dan SMA bahasa (234). Siswa MA yang tidak lulus 170 orang dari 3.145 peserta. Sedangkan siswa SMK, yang tak lulus diprediksi 12 orang dari total 2.390 peserta.

“Memang hasil Unas hampir sama dengan kabupaten/kota lainnya se-Jatim. Tahun ini, siswa yang tidak lulus meningkat. Namun, persentasenya kecil untuk Gresik,” ujar Kadiknas Chusaini Mustaz, Minggu (14/6).
Chusaini menyatakan, jika mengacu persentase rata-rata peserta Unas seluruh Jatim, jumlah itu tergolong kecil. Ia meminta siswa yang tidak lulus tidak putus harapan. Sebab, masih ada kesempatan mengikuti Ujian Paket C (Setara dengan SMA) 23-26 Juni 2009. Edaran tentang ujian ini bakal disampaikan kepada para kasek SMA, MA, dan SMK yang siswanya diketahui ada yang tidak lulus.

Karena hanya ada dua jurusan dalam Paket C, maka bagi siswa MA jurusan bahasa bisa mendaftar ke Paket C jurusan IPS. Bagi siswa SMK yang dulunya berstatus SMEA bisa mendaftar ke Paket C jurusan IPS. Sedangkan siswa SMK yang dulunya berstatus STM bisa mendaftar ke Paket C jurusan IPA. “ Masih ada harapan,” tegas Chusaini.
Hampir sama dengan Unas tahun sebelumnya, siswa SMAN I Manyar jurusan Bahasa kembali menorehkan prestasi. Tercatat lima siswa jurusan ini masuk peringkat 10 besar Jatim. Mereka antara lain Uminadirotun Navisa yang meraih nilai Unas 52, 95, menduduki peringkat ketiga.

Siswa lainnya, Krista Marsha Esterlita meraih nilai Unas jurusan Bahasa 52, 85. Krista menduduki peringkat lima. Sedangkan Ayu Mauliddina Oetomo menduduki peringkat tujuh dengan nilai 52, 75.

Meutia Sabrina dengan nilai 52, 75 di peringkat tujuh dan peringkat sepuluh diduduki Amelia Septiarisa dengan nilai 52, 60. “ Kami bersyukur atas prestasi mereka, “ kata Kasek SMAN I Manyar Syafaul Anam.
Apa penyebab anjloknya hasil Unas? Chusaini menyebut ada sejumlah faktor pemicu. Selain standar kelulusan Unas yang nilainya naik dari 5, 00 menjadi 5, 5, Chusaini menyebut pelaksanaan Unas tahun ini digelar lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya.

Hasil Unas rencananya akan diumumkan Senin (15/6) hari ini, sekitar pukul 12.00 WIB. Terkait pengumuman Unas, Diknas menyatakan telah berkirim surat edaran Sabtu (13/6) ke semua sekolah. Kendati secara teknis diserahkan ke masing-masing sekolah, namun Diknas meminta agar sekolah melarang siswa berkonvoi dan melarang mencoret baju seragam saat merayakan kelulusan.

Selain hasil Unas bisa diumumkan melalui surat yang diantar langsung ke rumah masing-masing siswa, Diknas juga menyarankan hasil Unas diumumkan melalui website masing-masing sekolah. “ Kalau ada sekolah yang siap, lewat SMS juga bisa. Sehingga dikirim ke nomor ponsel masing-masing siswa yang menunggu di rumah, “ pungkas Chusaini. rkm/pend
read more “Sidoarjo Lulus 99,33 Persen, 6 Siswa Masuk 10 Besar Jatim, Pengumuman Via SMS 255 Siswa Gresik Tak Lulus”

Cium Ada Ketidakberesan, Banyak Siswa dapat Nilai Kosong

Anjloknya hasil Ujian Nasional (Unas) SMA 2009 se-Malang Raya dalam peringkat Jatim menimbulkan kecurigaan. Beberapa pihak menilai ada yang tak beres dalam pross pemindaian jawaban yang berdampak pada rendahnya nilai siswa.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang, Dr HM Shofwan SH MSi misalnya meragukan hasil Unas yang diumumkan kemarin. Ini terlihat dari beberapa nilai siswa yang janggal. Ada sejumlah siswa yang rata-rata mendapat nilai sangat bagus yaitu 9, 9, dan 8. Namun, satu mata pelajaran lainnya yang diujikan, siswa itu mendapatkan nilai 1.

”Kalau dilihat hasil dari tiga mata pelajaran siswa itu mendapat nilai bagus, sedang satu mata pelajaran lain nilainya jeblok yaitu hanya 1, ini tampaknya janggal sekali,” jelas Shofwan lewat Kabag Humas Pemkot Malang, Subkhan, Minggu (14/6).

Kalau nilai 1 itu benar-benar murni hasil Unas, bukan karena kesalahan pemeriksaan jawaban, papar Shofwan, dindik tak memasalahkan. Namun, jika itu akibat kesalahan pemindaian, maka Depdiknas harus memperbaiki dengan pemindaian ulang. Sebab, akibat nilai 1 itu siswa bisa tak lulus, meski nilai tiga mata ujian lain bagus.

Hal sama juga terjadi di Kabupaten Malang. Menurut Kepala Dinas Pendidikan setempat, Suwandi, kebanyakan siswa yang tidak lulus dari SMK khususnya, dipicu banyaknya nilai kosong untuk materi teori kejuruan (produktif). “Saya belum tahu penyebabnya. Apakah ini karena siswa kurang terang dalam mengarsir jawaban atau sebab lain,” jelas Suwandi.

Karena itu, baik Shofwan maupun Suwandi akan melakukan verifikasi ulang hal ini pada BNSP melalui Kanwil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim. Hasil verifikasi itu diharapkan bisa mengurangi angka ketidaklulusan siswa.

Kepala SMK NU Miftakul Huda, Mudjib Sadzili sangat mengharapkan verifikasi itu karena ada tiga siswanya tidak lulus karena nilainya kosong semua. “Sangat tidak mungkin isian siswa itu sama sekali tidak ada nilainya. Pasti ada berapa pun hasilnya. Minimal mereka mendapat nilai 5,1 saja, pasti sudah lulus,” jelas Mudjib.

Dari pengumuman sabtu lalu, SMK terbanyak dengan nilai kosong untuk materi ujian Teori Kejuruan ini adalah SMKN 2 Turen yang dikenal sebagai SMK Kelautan.

Kota Malang Tertinggi
Dari perhitungan jumlah ketidaklulusan, diperkirakan jumlah siswa tidak lulus paling banyak tetap berada di Kota Malang dengan jumlah lebih dari 800. Sedangkan di kabupaten, siswa tidak lulus sebanyak 616. Di Kota Batu, siswa tak lulus hanya 218. (selengkapnya lihat tabel).

Menurut Subkhan, merosotnya posisi Kota Malang di Jatim dari 35 menjadi 36 bukanlah sebuah kejadian merisaukan. Ini akan menjadi bahan evaluasi. Senada, Ketua Dewan Pendidikan Kota Batu, Heru Soeprapto juga tidak terlalu kecewa dengan hasil ini karena guru dan dindik sudah berupaya keras menggembleng siswa di Batu.

Sementara itu, pengumuman kelulusan siswa SMA di Kota Malang akan digelar serentak, Senin (15/6) pukul 12.00 WIB untuk SMA dan pukul 15.00 untuk SMK, lewat pengumuman tertutup kepada orangtua siswa. Dindik melarang para siswa menggelar konvoi dan corat-coret pakaian seragam seusai pengumuman kelulusan. Siswa yang tak lulus Unas, Dindik akan langsung mendaftarkan mereka mengikuti ujian paket C.

Polresta Malang, Ajun Komisaris Polisi Pranatal Hutajulu mengimbau agar siswa tidak melakukan konvoi. Bila ada, polisi akan menerapkan sanksi tegas. ekn/vie/st11/why

Tingkat kelulusan Unas SMA/SMK se-Malang Raya
—————————————————————
Daerah SMA SMK
Kota 87,9 % -
Kabupaten 95, 06 % 94,70 %
Batu 79, 4 % 94, 7
————————————————————–

Jumlah siswa tidak lulus SMA/SMA se-Malang Raya
—————————————————————–
Daerah SMA SMK
Kota Malang 835 -
Kabupaten Malang 290 326
Kota Batu 202 16
——————————————————————

Penyebab Ketidaklulusan:
Banyak nilai kosong untuk Unas Teori Kejuruan (Produktif) bagi siswa SMK
Banyak program di SMA, siswanya sedikit tapi banyak yang tidak lulus. Namun nilai persentasenya tetap besar
Penyumbang besar ketidaklulusan dari siswa SMA program IPS. rkm/pend
read more “Cium Ada Ketidakberesan, Banyak Siswa dapat Nilai Kosong”

Usulkan Unas Ulang Lokal

Pemprov Jatim mengajukan usulan kepada pemerintah pusat agar diberi kewenangan untuk menyelenggaran Unas ulang sendiri. Menurut Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), langkah tersebut untuk menyikapi meningkatnya angka ketidaklulusan siswa SMA/MA/SMK di Jatim dalam Unas 2009.

“Kami minta agar diberi kewenangan untuk ngopeni siswa yang gagal di Unas 2009. Di dalamnya termasuk kemungkinan kita menyelenggaran Unas ulang sendiri,” tandas Gus Ipul ketika menghadiri acara Pencanangan Percepatan Peserta Keluarga Berencana (KB) di Pendopo Kabupaten Mojokerto, Selasa (16/6).

Alasannya, menurut Gus Ipul, setiap daerah sebenarnya tidak bisa disamakan karena memiliki standar yang berbeda-beda. Pejabat yang selalu tampil sangat santai di setiap kesempatan itu lalu mencontohkan perbedaan standar pendidikan di Jakarta dengan daerah-daerah lain, termasuk dengan standar pendidikan di Jatim.

“Kami juga berharap agar nilai kelulusan (passing grade, Red) dievaluasi lagi oleh pemerintah pusat,” pinta Ketua Umum GP Ansor tersebut. Gus Ipul mengakui, dalam Unas 2009 memang ada peningkatan jumlah siswa yang tidak lulus. Namun, katanya, secara kualitas tak bisa langsung dikatakan menurun karena masalah tersebut masih perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh. rkm/pend
read more “Usulkan Unas Ulang Lokal”

Pengumuman kelulusan SMA, SMK, dan MA

Pengumuman kelulusan SMA, SMK, dan MA, dijadwalkan Senin (15/6). Ini diungkapkan Kadindik Jatim Suwanto, Jumat (12/6).

Menurut Suwanto, Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) sudah jadi. “Pagi tadi tim kami sudah berangkat ke Jakarta untuk mengambil DKHUN. Malam ini akan digandakan,” terangnya.

Setelah menggandakan DKHUN, Dindik Jatim akan mengundang kadindik kabupaten/kota se2 Jatim hari ini, Sabtu (13/6). Mereka akan dikumpulkan di Kantor Dindik Jatim Jl Genteng Kali guna mendapatkan pengarahan terkait kelulusan siswa SMA, SMK dan MA.

“Setelah pertemuan diharapkan mereka bisa menyiapkan diri pada Minggu dan Senin diharapkan semua sekolah di Jatim mengumumkan kelulusan,” tegas mantan Kepala Dinas Infokom Jatim itu.
Terkait dua SMA di Ngawi dan Madiun yang masih menjalani Unas pengganti, akan diberlakukan waktu pengumuman kelulusan yang berbeda.

Kasek SMAN 10 Sukron mengaku akan menyampaikan informasi kelulusan siswa melalui surat.
Tahun ini, pemerintah tidak menentukan pasti tanggal pengumuman kelulusan. Pengumuman kelulusan tingkat SMA hanya disebut dalam range waktu minggu ke dua Juni 2009. Sedangkan kelulusan SD dan SMP pada minggu ke tiga Juni 2009.
Suwanto menegaskan, untuk pengumuman tingkat SD sudah dipastikan tanggal 20 Juni 2009. “Sedangkan pengumuman kelulusan tingkat SMP masih menunggu nformasi lebih lanjut,” ujarnya. rkm/Penddkn
read more “Pengumuman kelulusan SMA, SMK, dan MA”

Kamis, 11 Juni 2009

Untuk Pertama Kalinya Stasiun Antariksa Dihuni 6 Orang



MOSKWA, KOMPAS.com — Seiring makin dekatnya penyelesaian pembangunannya, Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS) untuk pertama kalinya dihuni 6 orang. Selama ini, hanya 3 orang yang bisa tinggal di sana.

"Saya kira dimulainya enam awak ini merupakan langkah terbesar. Kami sudah menunggunya sejak lama sekali," ujar Kirk Shireman, deputi manager program stasiun NASA.

Ketiga kru baru yang meluncur menggunakan kapsul Soyuz TMA-15 milik Rusia telah merapat di ISS, Jumat (29/5) pukul 17.34 WIB saat kedua wahana melayang di atas China pada ketinggian 354 kilometer.

Ketiga awak tersebut masing-masing kosmonot Rusia, Roman Romanenko; astronot Belgia, Frank de Winne, atas nama Badan Luar Angkasa Eropa; dan astronot Kanada, Robert Thirsk. Mereka bergabung dengan tiga awak yang bertugas saat ini, yakni kosmonot Rusia, Gennady Padalka, yang juga komandan ISS; astronot NASA, Michael Barratt; dan astronot Jepang, Koichi Wakata.

Keenam awak yang telah bergabung kini mendapat mandat dalam tim yang disebut Ekspedisi 20. Mereka merupakan tim terbesar yang pernah ada sejak ISS dibangun. Bahkan, tim ini telah merepresentasikan negara-negara yang bergabung dalam program pembangunan ISS, yakni AS, Rusia, Kanada, Jepang, dan 11 negara Eropa.

Pembangunan ISS dimulai tahun 1998 dimulai dengan peluncuran modul kendali bernama Zarya milik Rusia. Sebanyak dua modul lainnya masing-masing Unity milik AS dan Zvevda milik Rusia yang menjadi fondasi ruangan, kamar mandi, dapur, dan ruang makan menyusul tahun 2000 sekaligus dimulainya misi penempatan tiga awak.

Namun, program pembangunan sempat terhenti antara tahun 2003 dan 2005 sejak NASA menghentikan peluncuran karena insiden kecelakaan pesawat ulang alik Columbia. Setelah dilanjutkan kembali, sejumlah modul telah ditambahkan, seperti laboratorium Kido milik Jepang dan Colombus milik Eropa. Juga dipasang tambahan panel surya sebagai pembangkit energi, termasuk sistem penyaring keringat dan urine menjadi air siap minum untuk mengefisienkan sumber daya saat dihuni 6 awak. Saat ini, masih direncanakan beberapa kali peluncuran dan pembangunan dijadwalkan selesai tahun 2010.
read more “Untuk Pertama Kalinya Stasiun Antariksa Dihuni 6 Orang”

Endeavour Kembali ke Luar Angkasa 13 Juni

CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com - Badan antariksa AS (NASA) telah memastikan jadwal peluncuran pesawat ulang alik Endeavour ke stasiun antariksa internasional (ISS) pada 13 Juni 2009. Jadwal peluncuran ini hanya terpaut tiga minggu dari selesainya misi peluncuran pesawat ulang alik Atlantis untuk memperbaiki teleskop Hubble.

Misi Endevaour melanjutkan kembali pembangunan ISS yang ditargetkan rampung pada tahun 2010. Misi kali ini akan berlangsung selama 16 hari dan akan dijadwalkan 5 kali spacewalk.

Muatan utama yang dibawanya adalah bagian terakhir laboratorium Kibo milik Jepang berupa teras penelitian luar angkasa. Pesawat ulang alik tersebut membawa tujuh orang awak dan salah satunya akan tinggal di ISS menggantikan salah satu dari enam penghuninya saat ini.

Kedatangan Endeavour akan memecahkan rekor penghuni antariksa terbanyak. Untuk pertama kalinya ISS akan dihuni 13 orang karena saat ini terdapat 6 awak yang menghuni ISS.

Endeavour telah berada di Kennedy Space Center sejak misi perbaikan Hubble dimulai. Pesawat ulang alik tersebut sebelumnya disiapkan sebagai penyelemat jika misi Atlantis mengalami gangguan dan perlu evakuasi terhadap para awaknya.

Namun, Atlantis sukses menjalankan misinya dengan mulus meski diperpanjang dari 11 hari menjadi 13 hari karena gagal mendarat di Florida akibat cuaca buruk. Atlantis akhirnya mendarat di landasan cadangan di California. Atlantis telah diangkut kembali ke Florida, sejak Selasa (2/6) menggunakan pesawat Boeing 747 yang dimodifikasi.
read more “Endeavour Kembali ke Luar Angkasa 13 Juni”

Temuan Gunung Raksasa Bawah Laut Pecahkan Rekor


Jumat, 29 Mei 2009 | 20:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gunung raksasa yang ditemukan di perairan barat Sumatera mungkin memecahkan rekor sebagai gunung berapi terbesar di Indonesia. Demikian menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Gunung Kerinci yang tingginya sekitar 3.800 meter dan Gunung Semeru sekitar 3.600 meter kalah dengan gunung yang baru ditemukan di perairan Bengkulu tersebut. Kalau gunung ini memang benar gunung api, maka gunung ini merupakan gunung api terbesar di Indonesia," kata Kepala PVMBG Badan Geologi, Bandung, Surono di Jakarta, Jumat (29/5).

Lokasi gunung tersebut berada di Palung Sunda di barat daya Sumatera, terletak kira-kira 330 km dari Bengkulu. Tingginya diperkirakan 4.600 meter dengan puncaknya ada di kedalaman 1.280 meter dari permukaan laut. Diameternya diperkirakan sekitar 50 km.

Ia memprediksi, gunung api yang ditemukan itu sebelumnya pernah beberapa kali meletus sehingga material-material letusannya membuat gunung itu semakin besar seperti sekarang ini. Menurut Surono, para peneliti harus meneliti lebih lanjut untuk mengetahui kepastian gunung merapi itu, seperti tingkat keaktifan magmanya, memiliki lubang pada bagian atasnya sebagai tempat untuk keluar letusan dan lainnya.

Bila gunung itu merupakan gunung berapi, lanjut Surono, akan sangat berbahaya bila meletus. Gunung api yang berada di tengah laut itu bisa menimbulkan gelombang besar di permukaan laut, bahkan tsunami. Oleh sebab itu, perlu ada perhatian serius dari pemerintah untuk mengantisipasi hal itu.

"Para peneliti juga harus melakukan pengawasan dan pemantauan mengenai kondisi gunung tersebut serta membuat peta rawan bencana di sekitar gunung itu sehingga dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Surono memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral CGG Veritas dan Institut de Physique Globe Paris yang menemukan gunung api raksasa tersebut.
read more “Temuan Gunung Raksasa Bawah Laut Pecahkan Rekor”

Ahli Masak Itu Ternyata Robot



Rabu, 10 Juni 2009 | 20:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jepang tiada habisnya menciptakan robot-robot yang dapat membantu tugas manusia. Inovasi terakhir adalah robot pemasak. Sesuai namanya, robot yang diberi nama Okonomiyaki Robot ini bisa memasak roti khas Jepang, okonomiyaki. Robot tersebut sangat lihai memasak hingga menyajikannya.

Saking lihainya, ia dapat melakukan semua detail proses dari mengaduk bahan-bahan di mangkuk, menuangkannya ke atas loyang panas, membalik hasil masakan agar matang merata, dan menyajikannya di atas piring. Ia juga bisa langsung menyajikan hasil masakan dengan dua tangannya bahkan menawarkan diri membawakan bumbu tambahan lain atau jenis saus yang diinginkan.

Kemampuan tersebut didemonstrasikan di International Food Machinery and Technology Exhibition di Tokyo, Selasa (9/6). Robot Okonomiyaki itu dibuat oleh Toyo Riki Co, sebuah perusahaan perancang robot di Osaka.
read more “Ahli Masak Itu Ternyata Robot”

Galaksi Bimasakti dan Andromeda Mendekat

Kamis, 11 Juni 2009 | 09:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Data dari peneropongan puluhan teleskop raksasa di dunia telah mengungkap proses yang terjadi di jagat raya. Diketahui Galaksi Bimasakti dan Andromeda atau M31 bergerak mendekat. Dalam dua miliar tahun, dua galaksi itu akan mulai bertabrakan. Saat itu akan mengakibatkan kiamat bagi bumi yang berada di Galaksi Bimasakti.

Hal ini dilontarkan Tony Seno Hartono selaku National Technology Officer Microsoft Indonesia seusai penyerahan perangkat World Wide Telescope (WWT) kepada Direktur Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek) Finarya Legoh di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (10/6).

Perangkat WWT terdiri atas teleskop elektron yang dihubungkan dengan sistem komputer interaktif. Di dalamnya berisi database yang memuat paduan gambar benda-benda di antariksa yang diambil dari 21 teleskop yang tersebar di dunia. Pemaduan gambar yang jumlahnya mencapai jutaan itu dilakukan Jim Crey dari Microsoft. Data yang diberikan NASA untuk WWT atau publik merupakan data pemantauan enam bulan silam, kata Tony.

Dengan memadukan hasil peneropongan ini, selain kemungkinan tabrakan antargalaksi juga diketahui, bulan ternyata bergerak menjauh 3 sentimeter per hari. ”Dengan demikian, pada suatu ketika kita tak lagi melihat bulan dari permukaan Bumi dengan mata telanjang,” ujar Tony.

Staf Ahli Menteri Negara Riset dan Teknologi Engkos Koswara menjelaskan, selain ditempatkan di PP Iptek, perangkat WWT lebih dulu dioperasikan di Teropong Bintang Bosscha, Lembang, sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa Astronomi ITB. Perangkat WWT pertama kali diperkenalkan Bill Gates kepada Presiden RI ketika berkunjung ke Jakarta beberapa tahun lalu.

Dalam sambutannya, Finarya mengatakan, selain WWT di PP Iptek juga terdapat galeri astronomi dan beberapa teleskop matahari yang bisa digunakan pengunjung. Dalam menyambut tahun Astronomi Internasional pada 2009, PP Iptek juga menggelar beberapa kegiatan terkait, antara lain perkemahan siswa untuk melakukan peneropongan bintang malam hari.
read more “Galaksi Bimasakti dan Andromeda Mendekat”

Selasa, 09 Juni 2009

Bagaimana Polisi Pertanggungjawabannya?



Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyerukan dihentikannya penggunaan kekuatan yang berlebihan serta tindakan represif oleh Polri terhadap aksi protes mahasiswa terkait kenaikan harga BBM di berbagai wilayah. “Tindakan paksa polri masuk Unas sama sekali tidak bisa dibenarkan. Itu reaksi emosional bukan profesional,” ujar Koordinator Kontras, Usman Hamid dalam siaran persnya, kemarin. Menurut dia alasan polisi masuk mencari oknum mahasiswa yang melanggar hukum atau melakukan kekerasan terhadap aparat harus ditempuh dengan proses hukum. Bukan dengan cara memasuki areal kampus, merusak, memukul, menangkap sewenang-wenang, termasuk oleh aparat yang berseragam sipil saat masuk hingga mengangkut mahasiswa ke dalam kendaraan aparat. Menurut Usman, tindakan oleh aparat itu sudah melampaui batas karena Polri sebagai penegak hukum, pengayom masyarakat malah ikut melanggar hukum dan kekerasan. Bahkan, ujar dia, komandan lapangan terkesan membolehkan reaksi brutal itu. “Jika ingin tindak aksi mahasiswa yang melawan hukum, reaksi Polri harus memakai metode dialogis, minta bantuan rektorat karena Polri adalah community justice, bukan alat represif security,” lanjut dia. Sebagai aparat penegak hukum, sikap Polri tidak boleh ofensif bahkan harus mengedepankan sikap persuasif, dan defensif dengan memakai alat pelindung saat bertugas seperti perisai, helm, dan baju pam. Selain itu, Usman menyatakan bahwa adanya granat sangat berbahaya bagi jiwa orang yang ada di lokasi tersebut. Karena itu, harus diusut tuntas siapa yang membawa termasuk motif di baliknya yang bisa jadi ingin membuat kerusuhan, menghadap-hadapkan Polri dengan mahasiswa. “Kapolri harus bertanggungjawab dengan menindak anggotanya yang melanggar hukum,” tegasnya. Sementara itu Mabes Polri secara resmi menyatakan penyerbuan polisi ke dalam kampus, menangkap 100-an mahasiswa termasuk melakukan perusakan menjadi tanggung jawab petugas itu sendiri. “Yang bertanggung jawab itu personel, kalau ada yang melakukan penghancuran dan pengerusakan,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Abubakar Nataprawira di Mabes Polri seperti dikutip dari Antara. Dikatakannya, saat ini tengah kasus pengerusakan motor mahasiswa dan pecahnya kaca-kaca di kampus Unas tengah diselidiki oleh Propam. Untuk itu, Abubakar meminta kepada pihak yang mempunyai rekaman berupa video, maupun VCD supaya diserahkan ke Mabes Polri sebagai bukti. “Mabes Polri sudah meminta tim Propam untuk mengkaji pengerusakan itu,” ujarnya. Namun Abubakar tegas membantah, bahwa polisi yang bertugas saat itu melakukan penjarahan di kantin Unas. “Itu kami bantah. Itu mahasiswa yang melakukannya. Botolnya digunakan untuk melakukan pelemparan,” kilahnya. Mahasiswa dibebaskan Aparat kepolisian kembali akan melakukan pembebasan terhadap 39 mahasiswa Universitas Nasional (Unas), Jakarta, yang ditahan Polres Jakarta Selatan pada kericuhan aksi unjuk rasa di kampus Unas, Sabtu dinihari. “Sebanyak 39 orang hanya pemakai ganja. Mereka akan dibebaskan dalam waktu 3x24 jam dan tidak dikenai penahanan,” kata Abu Bakar. Hingga kemarin, lanjutnya, sebanyak 77 mahasiswa sudah dikeluarkan dari tahanan Polres Jakarta Selatan. “Kita menahan 150 mahasiswa dan 16 orang warga yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa,” tandasnya. Sebelumnya, aksi penolakan kenaikan BBM yang dilakukan mahasiswa di kampus Unas, Sabtu dini hari, diwarnai kericuhan. Pihak mahasiswa mengklaim sekitar 157 mahasiswa ditahan. Pada Minggu pagi, 71 mahasiswa dibebaskan polisi. Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang terlibat dalam bentrok dengan pihak polisi saat demo kenaikan BBM Sabtu kemarin, diminta menandatangani berita acara penahanan selama 20 hari. “Anak saya bersama 30 rekan lainnya disuruh menandatangani berita acara penahanan 20 hari oleh pihak kepolisian. Tapi kami memilih menunggu dampingan pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dulu,”ujar Pita ibu dari salah seorang mahasiswa Unas, Fikar yang saat ini tengah berada di tahanan lantai III, Polres Jakarta Selatan. Saat menjenguk putranya yang masih bestatus sebagai mahasiswa di Fakultas Hukum Unas semester III ini, Pika berharap agar pihak Rektor Unas segera membantu mahasiswanya agar segera dikeluarkan dari tahanan. Pika juga ingin kasus yang menimpa anaknya jangan dicampur adukan dengan masalah kasus narkoba. “Mau saya, anak saya jangan dimurnikan menjadi kasus narkoba. Demo ya demo, narkoba ya narkoba. Tolong para rektor cepat-cepat diselesaikan kasus ini,” harap Pika. Kini para mahasiswa yang sedang berada di tahanan Polres Jakarta Selatan tak hanya diminta untuk menandatangani berita acara penahanan soal demo. Mereka juga diminta menandatangani berita acara penahanan soal narkoba. “Tadi anak saya disuruh tanda tangan dua berita acara, yaitu tentang demo dan narkoba. Kalau masalah narkoba kan bisa nanti setelah diselesaikan kasus demo dulu,” katanya. Dalam kesempatan itu, ia juga minta kepada pihak Rektor Unas untuk melakukan pengecekan tes urin terkait masalah narkoba yang membelit anak didiknya.
read more “Bagaimana Polisi Pertanggungjawabannya?”

Jumat, 29 Mei 2009

Microsoft akan Luncurkan Zune Baru Akhir 2009

Microsoft terus kembangkan fitur Zune untuk saingi produk iPod milik Apple Inc. Fitur-fitur seperti video berkualitas tinggi, teknologi layar sentuh, dan koneksi Wi-Fi akan ditambahkan pada produk Zune terbaru.

Liputan6.com, New York: Microsoft Corp berencana meluncurkan versi baru Zune pada akhir tahun ini di Amerika Serikat. Pada produk pemutar media player portable terbarunya ini akan ditambahkan video berkualitas tinggi, teknologi layar sentuh, dan koneksi Wi-Fi.

Microsoft menyatakan, Selasa (26/5), bahwa Zune akan menyaingi produk iPod keluaran Apple Inc yang sudah populer dikalangan penggemar musik. Selain fitur di atas, Zune juga akan dilengkapi browser internet dan radio HD built-in yang menawarkan kualitas suara yang lebih jernih dibandingkan radio biasa.

Kendati sudah akan diluncurkan pada musim gugur mendatang, Microsoft belum mau membocorkan harga maupun tanggal pasti peluncuran produk tersebut. Sebelumnya, Microsoft sempat menambahkan fitur baru yang memudahkan pengguna untuk mengunduh musik secara wireless dan membeli lagu-lagu yang mereka dengarkan di radio FM built-in Zune tahun lalu.... rkm/techno
read more “Microsoft akan Luncurkan Zune Baru Akhir 2009”

Senin, 25 Mei 2009

Orang Tua Vs Sekolahkan Bayinya

Puas ketika Anak Mulai Bisa Berdiri

Mengapa para orang tua menyekolahkan bayi-bayi mereka? Benarkah langkah tersebut benar-benar bermanfaat?

---

Simak saja penuturan Ririn Haryanti, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Wanita 35 tahun itu menceritakan anak bungsunya, Savero Taruma Wiatno, yang baru berumur 18 bulan. "Awalnya, dia pemalu banget," cetus Ririn. Jika bertemu orang yang baru dikenal, Savero selalu rewel dan menangis. "Kalau nggak gitu, ya dia tidak mau lihat orangnya," ujarnya.

Tak ingin Savero menjadi pribadi yang minder, Ririn mencari setumpuk referensi agar anaknya pede. Lantas, dia berinisiatif menyekolahkan kedua anaknya beberapa bulan lalu. Selain Savero, juga anak sulungnya, Devaro Syailendra Wiatno.

Sekolah yang dipilih adalah Tumble Tots. Di sekolah yang menempati lantai 5 Mal Ambasador tersebut, Ririn mengambil kelas dua kali seminggu untuk Savero. Yaitu, Rabu dan Jumat.

"Saya tidak ingin dia kelak merasa bosan ketika duduk di TK. Karena itu, saya ambil kelas dua kali seminggu," jelasnya. Kelas yang diambil adalah gymbabes. Kelas tersebut diperuntukkan bayi berusia 6-12 bulan atau yang belum bisa berjalan.

Kelas itu dia anggap pas untuk Savero yang belum lancar berjalan. Di sekolah tersebut, Ririn menyatakan bahwa Savero belajar banyak hal. Selain bersosialisasi, sekolah itu menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Imbasnya, si anak sedikit bisa bercuap-cuap dalam bahasa Inggris. "Dia mulai bisa berhitung. One, two, three, four, meski kadang tidak urut," ungkapnya.

Savero juga mendapatkan banyak pelajaran. Antara lain, belajar rolling, merangkak, berjalan menjaga keseimbangan, bernyanyi, dan berhitung. Hasilnya, sebulan setelah mengikuti kelas tersebut, dia mulai menunjukan perkembangan.

Paling tidak, papar Ririn, Savero tak lagi menjadi anak pemalu. Ketika disapa orang tak dikenal, dia berani merespons. Yang paling menyenangkan Ririn, buah hatinya itu mulai lancar berjalan. "Dulu, sebelum sekolah, dia sudah bisa berjalan, tapi tertatih. Sekarang dia sudah berani sendiri," ungkapnya.

Sebab, lanjut dia, di kelas itu tersedia begitu banyak mainan yang dapat merangsang saraf motorik bayi. "Seminggu ini, kami sudah berani lepas dia untuk jalan," ucapnya. Alhasil, Savero dinyatakan bisa naik ke level pendidikan selanjutnya, kelas walk 2. Itu merupakan kelas untuk bayi yang sudah bisa jalan hingga usia dua tahun. "Saya senang sekali," ujarnya.

Jovan Hardjono, 11 bulan, adalah potret lain anak yang merasakan manfaat mengenyam pendidikan sejak dini. Kendati baru sebulan ikut kelas di Tumble Tots, perubahan perilaku mulai ditunjukan bayi kelahiran 21 Juni 2008 itu.

Sinta Handayani, 40, sang ibu, mengungkapkan alasannya menyekolahkan si baby. Tujuan dia, Jovan mudah bersosialisasi. "Saya ingin Jovan cakap dalam berkomunikasi," terangnya.

Pukul 13.00 Jumat lalu (8/5), Jovan berlatih motorik di kelas Tumble Tots. Di atas matras empuk berukuran 1,5 x 2 meter, dia merangkak dan mengejar bola yang mengelindng di depannya. Bola tersebut ditangkap, kemudian digelindingkan lagi. Lelah mengejar bola, dia belajar jalan di atas papan kayu yang sudah disiapkan. Handayani membimbingnya meniti papan tersebut. Free play atau bermain bebas adalah sesi pembuka kelas gymbabes.

Kini Jovan yang semula hanya bisa merangkak mulai bisa berdiri. "Dia juga sering minta dibimbing untuk jalan. Selain itu, dia tidak lagi penakut," tambah dia. Perubahan-perubahan tersebut membuat Handayani puas menyekolahkan buah hatinya. (jawa pos/rkm)
read more “Orang Tua Vs Sekolahkan Bayinya”

Sekolah Bayi Vs Biaya Kuliah

Warga kota semakin takut punya anak bodoh. Karena itu, meski umur belum dua tahun, bayi-bayi mereka mulai disekolahkan. Biaya pun tak menjadi soal, meski lebih mahal daripada perguruan tinggi.

---

Misalnya, yang dilakukan pasangan Teddy Wijono dan Anne Budiman. Sudah empat bulan ini, anak pertama mereka, Tracey Cheryl, yang berumur 1 tahun 8 bulan, disekolahkan.

Mereka tak asal memilih sekolah. "Kami sebelumnya survei di tiga tempat,'' cerita Anne. Akhirnya, anak mereka disekolahkan di Tumble Tots mal Ambasador, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Program yang diambil adalah gymbabes. Yakni, program untuk bayi berusia 6-12 bulan atau bagi bayi yang belum bisa berjalan.

Pasangan itu mengambil kelas seminggu dua kali untuk buah hati mereka. Biaya yang mereka keluarkan tiap bulan sekitar Rp 400 ribu. Jika memilih seminggu tiga kali, biayanya Rp 500 ribu. Itu belum termasuk biaya pendaftaran yang dipatok Rp 200 ribu dan kartu keanggotaan Rp 750 ribu yang berlaku selama anak bersekolah di Tumble Tots.

Di Jakarta, setidaknya ada tiga sekolah yang memiliki program pendidikan untuk bayi berusia 0-12 bulan. Selain Tumble Tots, ada Gymboree dan Tutor Time. Hal itu menunjukkan bahwa semakin banyak orang tua di kota sebesar Jakarta yang menyadari pentingnya menyekolahkan anak mereka sejak dini.

Padahal, biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Di Gymboree, misalnya, biaya masuk ke sekolah tersebut Rp 500 ribu-Rp 650 ribu. Itu bergantung pada program pendidikan yang diambil. Plus biaya membership sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Itu belum termasuk biaya rutin atau SPP yang dibayar tiap bulan. Nominalnya bergantung pada program yang diambil. Jika orang tua (ortu) memilih program seminggu sekali, SPP yang harus dibayar Rp 300 ribu-Rp 400 ribu. Seminggu dua kali, biayanya Rp 500 ribu-Rp 550 ribu dan seminggu tiga kali Rp 850 ribu-Rp 1 juta.

Di Tutor Time, biaya yang harus dirogoh ortu untuk menyekolahkan anak hampir sama. Bedanya, di lembaga pendidikan tersebut, program untuk bayi hanya diadakan seminggu sekali. Yaitu, tiap Sabtu. Biaya pendaftaran yang harus dibayar USD 50 atau sekitar Rp 500 ribu. Biaya sekolah yang harus dibayar USD 150 atau Rp 1,5 juta untuk tiap 10 kali pertemuan (selengkapnya baca grafis).

Coba kita bandingkan dengan biaya di perguruan tinggi. Di Universitas Indonesia (UI), misalnya. Biaya SPP tiap semester cukup bervariasi. Untuk program eksak, SPP paling murah Rp 100 ribu per semester dan paling mahal Rp 7,5 juta. Untuk program non-eksak, SPP paling murah Rp 100 ribu dan termahal Rp 5 juta. Dengan biaya itu, mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan setiap hari (perbandingan dengan kampus lain baca grafis di halaman 4).

Lantas, apa saja yang diajarkan di sekolah bayi? Lembaga pendidikan franchise dari Amerika, Gymboree, menawarkan program play, music, dan art. Namun, khusus untuk bayi berusia 6-12 bulan hanya diajari play dan music.

Penanggung jawab Gymboree di kawasan Menteng, Jakarta, Christina Catherine mengatakan, program play menitikberatkan untuk melatih motorik kasar. Mereka menyediakan berbagai peralatan yang dapat merangsang motorik kasar bayi. Contohnya, papan penguin untuk melatih anak berjalan. Papan itu berbentuk lurus melintang dan di tengahnya ada pembatas. Anak diajari untuk jalan di antara pembatas tersebut. Termasuk, mainan bola-bola kasar untuk merangsang motorik kasar.

''Tujuannya melatih pancaindra mereka. Seperti, kemampuan untuk melihat, mendengar, mencium, dan merasakan,'' ungkapnya.

Catherine menjelaskan, bahasa pengantar yang dipakai untuk mengajar di sekolahnya adalah bahasa Inggris. Dengan demikian, anak-anak bisa sekaligus belajar bahasa Inggris sejak dini. ''Bahasa percakapan kami bahasa Inggris. Tujuannya supaya mereka belajar bahasa itu sejak kecil,'' jelasnya.

Tak hanya itu, bayi-bayi tersebut juga mulai diajari berhitung. Caranya melalui bernyanyi sekaligus belajar bahasa Inggris. ''Dengan metode menyanyi, bayi-bayi itu mulai mengucapkan kata-kata one, two, three, meski kadang mereka mengucapkannya tidak berurutan,'' ujar Catherine. Bernyanyi juga dianggap bisa melatih sensorik halus. Dengan demikian, kemampuan anak untuk berbicara meningkat.

Namun, sebenarnya, kata Cahterine, inti pembelajaran pada bayi berusia 0-12 bulan adalah memupuk hubungan antara ibu dan anak. Sebab, masih banyak orang tua yang kurang tahu cara menghadapi bayinya. Karena itu, pembelajaran yang dilakukan sebisanya didampingi orang tua. Cara tersebut diharapkan bisa lebih mendekatkan hubungan ibu-bayi.

Catherine menjelaskan, pengajaran yang diterapkan berdasar kurikulum pendidikan yang diterapkan Gymboree Amerika. Pelajaran diberikan berdasar silabus yang dikirim dari Amerika. ''Ada tahap-tahap pengajaran. Jadi, ada panduannya, bukan sekadar mengajari anak bisa melakukan sesuatu dan berkembang,'' paparnya.

Di Tutor Time Pondok Indah, Jakarta Selatan, program pendidikan bayi diberi nama mommy and me. Program itu untuk bayi berusia 0-24 bulan. Mayoritas ortu mengambil program tersebut untuk bayi berusia 0-13 bulan. GA Manager Tutor Time di Pondok Indah Petra Ho mengatakan, ada tiga program yang diajarkan Tutor Time.

Pertama, music and movement untuk melatih motorik kasar. Program itu mengajari bayi bernyanyi maupun bermain. Contohnya, bermain tummy rolling untuk melatih otot perut dan menguatkan otot kaki serta tangan.

Kedua, art and sensory untuk melatih motorik halus. Bayi diajari menggambar atau melukis dengan menggunakan jari sehingga diharapkan melatih motorik halus. Mereka diperkenalkan menggambar dengan menggunakan cat untuk melatih indra penciuman. ''Untuk merangsang indra penciuman anak sejak dini,'' jelasnya. Ketiga, early language. Yaitu, mengajari mereka bernyanyi sambil belajar bahasa Inggris.

Untuk pengajaran di Tumble Tots, prinsipnya melatih motorik kasar dan halus bayi. Instrumen permainan yang dipakai hampir sama. Di Tumble Tots tersedia berbagai permainan, seperti tunnel box, alat agar bayi belajar merangkak. Juga barrel support, alat untuk mengajari bayi merangkak, namun disertai rintangan. Juga ada sliding board atau papan luncur. ''Semuanya untuk merangsang motorik kasar bayi,'' terang Herna Hariadi, penangung jawab Tumble Tots di mal Ambasador.

Herna menjelaskan, ada dua kelas untuk bayi. Yaitu, kelas gymbabes untuk bayi yang belum bisa berjalan (di bawah setahun) dan kelas W-2 untuk bayi berusia 10 bulan ke atas atau bagi bayi yang sudah bisa berjalan.

Di Indonesia, ada sekitar 30 sekolah Tumble Tots yang tersebar di seluruh kota besar.

***

Mengapa bayi harus disekolahkan? Christina Catherine dari Gymboree mengatakan, golden age atau usia emas melatih kecerdasan anak adalah 0-5 tahun. Pada masa-masa itu, amat penting memberikan stimulus pendidikan terhadap anak sejak dini. ''Karena yang dimaksud belajar di sini tidak melulu yang berat-berat. Contohnya, ya itu tadi mulai merangsang motorik kasar dan halus,'' ungkapnya.

Herna Heriadi dari Tumble Tots mengiyakan bahwa pembelajaran pada bayi tidak harus mempelajari sesuatu yang serius. Melainkan, bisa dengan cara bermain. Melalui bermain, menyanyi, bercerita kata Herna, diajarkan banyak hal positif yang menyenangkan. Menurut anda Bagaimana dengan anak balita anda?
Jangan lantarkan mereka demi suksesnya program pemerintah dan anak anda (* jawa pos/Rkm////
read more “Sekolah Bayi Vs Biaya Kuliah”

Jumat, 08 Mei 2009

Catatan Kolom Usai MUNAS

Kita baru saja menyelesaikan Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka yang diadakan di Kompleks Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, pada tanggal 15 sd 18 Desember 2008. Munas telah menghasilkan berbagai keputusan penting, termasuk terpilihnya Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) masa bakti 2009-2013.


Kakak kita, Prof. Dr. dr. Azrul Azwar, MPH, yang akrab dipanggil Kak Azrul, telah terpilih kembali sebagai Ketua Kwarnas. Bersama anggota tim formatur, Kak Azrul juga telah berhasil menyusun kepengurusan Kwarnas masa bakti 2009-2013. Saat ini, masih menunggu pelantikan pengurus baru itu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang sesuai Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, juga merupakan Pramuka Utama dan Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka.


Kini, kita juga sudah memasuki Tahun Baru 2009. Tanpa terasa, beberapa saat lagi Gerakan Pramuka akan merayakan ulang tahunnya yang ke-48. Itu berarti dua tahun lagi, tepatnya 14 Agustus 2011, Gerakan Pramuka akan mencapai Tahun Emas, 50 tahun, atau sebutan dalam Bahasa Inggris-nya, Golden Jubilee.


Sebelum itu, mulai tahun ini, sudah sepantasnya kalau kita semua yang aktif di Gerakan Pramuka, ikut mempersiapkan diri menyambut Tahun Emas itu. Bukan sekadar merayakan dengan besar-besaran, tetapi yang terpenting adalah menjadikan Gerakan Pramuka sebagai gerakan pendidikan di luar lingkungan keluarga dan di luar lingkungan sekolah, yang benar-benar terasa manfaatnya bagi anak-anak dan remaja Indonesia.


Itulah sebabnya, seperti yang juga diingatkan Kak Azrul, Revitalisasi Gerakan Pramuka yang telah dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan Hari Pramuka 14 Agustus 2006, harus terus dilanjutkan dan dikembangkan.


Revitalisasi itu bukan hanya dilakukan di tingkat pengurus Kwartir, tetapi juga harus menyentuh sampai ke gugus-gugusdepan Pramuka di manapun berada. Di antaranya, menjadikan Gugusdepan (Gudep) bukan hanya terdaftar dan ada nomor-nya saja, tetapi benar-benar memiliki kegiatan. Gudep yang berpangkalan di sekolah, juga harus didorong untuk tidak saja berkegiatan untuk mengisi jam pelajaran sekolah, tetapi aktif pula dengan kegiatan di luar jam sekolah.


Keberadaan Pembina Pramuka juga harus diperhatikan. Selain jumlahnya yang harus ditambah agar sesuai dengan jumlah peserta didik di masing-masing Gudep, kualitas Pembina Pramuka harus pula ditingkatkan. Banyak caranya, termasuk melalui berbagai kursus kepramukaan.


Di luar itu, para Pembina Pramuka juga harus mengembangkan dirinya masing-masing. Memang, kalau melakukannya sendiri terasa berat atau kurang bersemangat. Jadi, mengapa tidak mengembangkan diri bersama-sama? Misalnya, para Pembina Pramuka di satu atau dua Gudep yang berdekatan. Dapat dilakukan melalui pertemuan-pertemuan formal di sela-sela latihan di Gudep masing-masing, maupun pertemuan informal. Bisa dengan bertatap muka langsung dan berbagi (sharing) ilmu atau keterampilan dan kecakapan yang dimiliki, namun dapat juga dengan pertemuan informal tanpa harus bertatap muka langsung.


Saat ini, telepon genggam telah ada di hampir semua pelosok Indonesia. Selain bercakap-cakap mengenai kepramukaan melalui telepon genggam, dapat juga dengan saling berkirim pesan pendek (SMS). Bagi yang memiliki komputer dan jaringan internet, sharing mengenai kepramukaan juga bisa dilakukan dengan saling berkirim e-mail, chatting, sampai video conference.
Kalau tak ada? Manfaatkan sarana komunikasi yang ada. Surat, papan pengumuman atau majalah dinding di Gudep, atau lainnya. Intinya, jangan malu dan ragu untuk berkomunikasi. Jangan pula malu dan ragu untuk mengembangkan diri, karena manfaatnya bukan hanya bagi para Pembina Pramuka itu, namun juga bagi para peserta didik dan Gerakan Pramuka keseluruhan.(BDHS) *)____ kang rokhim
read more “Catatan Kolom Usai MUNAS”