Tampilkan postingan dengan label Pernak pernik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernak pernik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juni 2009

Padi Tumbuh di Gedung Bawah Tanah

Liputan6.com, Tokyo: Basemen Gedung Pasono 02 yang berada kawasan Ginza di pusat Kota Tokyo, Jepang, dikembangkan teknologi tanaman dengan cara hydroponic dan light emiting diode. Hasilnya berbagai tanaman bisa tumbuh di dalam gedung tertutup bertingakt 22 ini.

Matahari diganti penerangan lampu disertai dengan suhu yang diatur menghasilkan tanaman tomat, cabai, dan padi. Di gedung ini pula tengah dilkukan berbagai percobaan, pelatihan hingga tujuan wisata. Kemajuan tekonologi ini mengundang komentar Wakil Presiden Jusul Kalla yang berkunjung ke Jepang.

Gedung Pasona didirikan pada tahun 2005 untuk menjadi proyek tingginya kebutuhan pangan di Jepang. Selama ini Jepang mengimpor 72 persen bahan makanan dan biji-bijian. Lahan percobaan seperti ini sudah ada di sembilan gedung di Tokyo.rkm/liputan
read more “Padi Tumbuh di Gedung Bawah Tanah”

Kamis, 11 Juni 2009

Penurunan Produksi Pangan Indonesia pada 2050

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Indonesia akan menghadapi masalah serius dalam bidang pertanian yaitu penurunan produksi pangan strategis hingga 27,1 persen pada 2050 sebagai dampak nyata dari perubahan iklim. "Menurut studi yang kami lakukan, perubahan iklim hanyalah satu dari sekian banyak faktor pendukung masalah besar yang akan dihadapi sektor pertanian dan ekonomi pangan Indonesia, yaitu semakin menyempitnya sawah dan menurunnya produksi pertanian," kata Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung Prof Dr Bustanul Arifin di Bandarlampung, Selasa (19/5).

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam seminar nasional bertema "Bioteknologi untuk pembangunan pertanian", yang terselenggara atas kerja sama Universitas Lampung dengan Perhimpunan Bioteknologi Pertanian Indonesia. Ia mengatakan sejumlah masalah dan tantangan yang akan dihadapi pertanian dan ekonomi pangan di Indonesia adalah perubahan iklim, krisis ekonomi global, dan perubahan struktur penanaman pangan.

"Itu belum ditambah dengan faktor internal dari dalam negeri kita sendiri yang menjalankan politik pertanian tanpa komitmen," katanya. Contoh yang paling jelas, menurut dia, terlihat dari data bank dunia tentang anggaran perbaikan infrastruktur pertanian Indonesia saat ini yang merupakan angka paling rendah di Asia.

Indonesia, kata dia perlu mulai menanggapi serius usulan tentang penggunaan bioteknologi modern sebagai pijakan kebijakan untuk mengantisipasi atau meminimalisaasi masalah pertanian di masa datang. "Upaya penelitian yang dilakukan perguruan tinggi selama ini sudah saatnya diadopsi secara serius," katanya.

Upaya serius tersebut, menurut dia dapat ditunjukan dengan melakukan beberapa langkah. "Pemerintah tinggal mengambil keputusan, apakah bioteknologi dapat dijadikan salah satu solusi masalah pertanian Indonesia di masa datang atau tidak. Artinya, kalau tidak, harus dicari solusi dan pemecahan lainnya untuk mengatasi masalah tersebut," katanya.

Langkah pertama yang dilakukan, menurut dia adalah melakukan penelitian nyata dan pengkajian serius terhadap temuan-temuan baru bioteknologi.
"Artinya, perlu diteliti langsung penggunaannya di tingkat petani, apakah bibit hasil transgenik tersebut betul-betul dapat digunakan dengan kondisi alam yang nyata atau tidak, bukan dengan kondisi alam artifisial di lembaga penelitian," katanya.

Setelah itu, pemerintah juga perlu melakukan langkah penting lainnya, yakni mengkaji tentang kesiapan psikologis petani Indonesia dengan perubahan sistem dan pola pertanian dengan basis bioteknologi dibandingkan dengan pola lama, yaitu pertanian organik. "Strategi dan komunikasi terhadap petani menjadi sangat penting di faktor ini, mulai dari masalah kejelasan batas atas maksimum komponen transgenik yang dianggap aman, hingga jaminan tentang keamanan pemanfaatan produk rekayasa genetika atau bioteknologi secara umum," katanya.
read more “Penurunan Produksi Pangan Indonesia pada 2050”

Endeavour Kembali ke Luar Angkasa 13 Juni

CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com - Badan antariksa AS (NASA) telah memastikan jadwal peluncuran pesawat ulang alik Endeavour ke stasiun antariksa internasional (ISS) pada 13 Juni 2009. Jadwal peluncuran ini hanya terpaut tiga minggu dari selesainya misi peluncuran pesawat ulang alik Atlantis untuk memperbaiki teleskop Hubble.

Misi Endevaour melanjutkan kembali pembangunan ISS yang ditargetkan rampung pada tahun 2010. Misi kali ini akan berlangsung selama 16 hari dan akan dijadwalkan 5 kali spacewalk.

Muatan utama yang dibawanya adalah bagian terakhir laboratorium Kibo milik Jepang berupa teras penelitian luar angkasa. Pesawat ulang alik tersebut membawa tujuh orang awak dan salah satunya akan tinggal di ISS menggantikan salah satu dari enam penghuninya saat ini.

Kedatangan Endeavour akan memecahkan rekor penghuni antariksa terbanyak. Untuk pertama kalinya ISS akan dihuni 13 orang karena saat ini terdapat 6 awak yang menghuni ISS.

Endeavour telah berada di Kennedy Space Center sejak misi perbaikan Hubble dimulai. Pesawat ulang alik tersebut sebelumnya disiapkan sebagai penyelemat jika misi Atlantis mengalami gangguan dan perlu evakuasi terhadap para awaknya.

Namun, Atlantis sukses menjalankan misinya dengan mulus meski diperpanjang dari 11 hari menjadi 13 hari karena gagal mendarat di Florida akibat cuaca buruk. Atlantis akhirnya mendarat di landasan cadangan di California. Atlantis telah diangkut kembali ke Florida, sejak Selasa (2/6) menggunakan pesawat Boeing 747 yang dimodifikasi.
read more “Endeavour Kembali ke Luar Angkasa 13 Juni”

Temuan Gunung Raksasa Bawah Laut Pecahkan Rekor


Jumat, 29 Mei 2009 | 20:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gunung raksasa yang ditemukan di perairan barat Sumatera mungkin memecahkan rekor sebagai gunung berapi terbesar di Indonesia. Demikian menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Gunung Kerinci yang tingginya sekitar 3.800 meter dan Gunung Semeru sekitar 3.600 meter kalah dengan gunung yang baru ditemukan di perairan Bengkulu tersebut. Kalau gunung ini memang benar gunung api, maka gunung ini merupakan gunung api terbesar di Indonesia," kata Kepala PVMBG Badan Geologi, Bandung, Surono di Jakarta, Jumat (29/5).

Lokasi gunung tersebut berada di Palung Sunda di barat daya Sumatera, terletak kira-kira 330 km dari Bengkulu. Tingginya diperkirakan 4.600 meter dengan puncaknya ada di kedalaman 1.280 meter dari permukaan laut. Diameternya diperkirakan sekitar 50 km.

Ia memprediksi, gunung api yang ditemukan itu sebelumnya pernah beberapa kali meletus sehingga material-material letusannya membuat gunung itu semakin besar seperti sekarang ini. Menurut Surono, para peneliti harus meneliti lebih lanjut untuk mengetahui kepastian gunung merapi itu, seperti tingkat keaktifan magmanya, memiliki lubang pada bagian atasnya sebagai tempat untuk keluar letusan dan lainnya.

Bila gunung itu merupakan gunung berapi, lanjut Surono, akan sangat berbahaya bila meletus. Gunung api yang berada di tengah laut itu bisa menimbulkan gelombang besar di permukaan laut, bahkan tsunami. Oleh sebab itu, perlu ada perhatian serius dari pemerintah untuk mengantisipasi hal itu.

"Para peneliti juga harus melakukan pengawasan dan pemantauan mengenai kondisi gunung tersebut serta membuat peta rawan bencana di sekitar gunung itu sehingga dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Surono memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral CGG Veritas dan Institut de Physique Globe Paris yang menemukan gunung api raksasa tersebut.
read more “Temuan Gunung Raksasa Bawah Laut Pecahkan Rekor”

Jumat, 29 Mei 2009

Robot dan Manusia

Aktivitas seperti berjalan dan memetik adalah bagian dari kehidupan manusia, namun aktivitas biasa seperti ini masih menjadi sebuah tantangan bagi robot masa kini. Tantangan ini diakui oleh para ilmuwan. "Umumnya para ilmuwan optimis soal energi dan waktu, tapi tidak optimis soal akseptabilitas robot dan kemampuan robot melakukan tugas-tugasnya" kata Rachid Alami, ilmuwan senior pada National Centre for Scientific Research di Prancis. Memang gerakan manusia itu berubah-ubah dan dapat menyesuaikan dengan kondisi. Ini dimungkinkan karena manusia mempelajari bagaimana bergerak tanpa instruksi sadar dari otak.

Kendati demikian, beberapa robot modern telah mampu melangkah maju dengan meniru beberapa gerakan halus. Bahkan beberapa robot mampu melakukan gerakan yang sulit bagi manusia melakukannya. Salah satunya adalah menyeimbangkan bola. Sebuah robot bernama Noa Juga mampu memetik sebuah objek setelah ditunjukkan terlebih dulu objek tersebut secara wireless. Ia juga mampu mengetahui bahwa bangun ruang bola dapat diletakkan di atas kubus, tapi tidak sebaliknya.

Selain itu, beberapa robot modern juga mampu berkolaborasi dalam sebuah kelompok yang membutuhkan kerja sama. Saat salah satu robot tidak berfungsi, secara otomatis robot lain menggantikannya. Namun, tidak dijelaskan bagaimana bentuk kerja sama yang dimaksud. Ini semua merupakan kemajuan besar dalam penelitian tentang robot. Namun, para ilmuwan mengatakan bahwa riset mengenai robot masih memiliki banyak keterbatasan. Jadi untuk sementara dalam banyak hal manusia masih unggul dari robot
Liputan6.com, Prancis )rkm/tekhno
read more “Robot dan Manusia”

Senin, 25 Mei 2009

Sosok Bambang Suhartono

Bambang Suhartono, Caleg Peraih Suara Terbanyak Se-Jawa Timur
PDI Perjuangan Jatim boleh berbangga. Salah seorang pengurusnya, Bambang Suhartono, menjadi caleg terpilih DPRD Jatim yang mengantongi suara terbanyak se-Jawa Timur. Dia meraih 122.962 suara, mengungguli lebih dari 11 ribu caleg lain tingkat kota, kabupaten, dan provinsi se-Jatim. Bagaimana Bambang bisa mendapat suara sebanyak itu?

----------

Jurus apa yang Anda pakai?

Begini, saya memang bertekad meraih suara terbanyak. Sebab, pada Pemilu 2004, saya juga menjadi caleg yang meraih suara terbanyak untuk internal PDIP. Suara saya waktu itu sekitar 79 ribu. Nah, semangat saya semakin terpacu ketika Mahkamah Konstitusi menetapkan mekanisme suara terbanyak.

Meski begitu, saya sebenarnya kurang setuju pada sistem suara terbanyak karena kader yang bertahun-tahun bekerja untuk partai mendapat perlakuan yang sama dengan orang yang belum pernah berkeringat demi partai.

Tapi, saya tetap bersemangat karena inilah saatnya menunjukkan kinerja kita kepada rakyat. Dari situ, saya mulai intens melakukan sosialisasi di dapil VI (Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kota Kediri, dan Kabupaten Kediri).

Lho, bukankah Anda tinggal di Gresik? Mengapa menjadi caleg dari dapil VI?

Saya memang tinggal di Gresik. Tapi, sejak Pemilu 2004, saya ditugaskan oleh partai untuk membantu membesarkan PDIP di dapil VI bersama teman-teman kader di sana. Sebagai kader partai, kita memang harus siap ditugaskan di mana saja.

Lantas, bagaimana Anda menjalin komunikasi dengan masyarakat di dapil VI yang notabene bukan ''wilayah'' keseharian Anda?

Kali pertama mendapat tugas di dapil VI, memang terasa berat. Tapi, saya selalu menyempatkan diri turun ke bawah. Saya menemui warga di sana untuk menjaring aspirasi mereka. Sebagai anggota DPRD Jatim, kami memiliki program jaring asmara (penjaringan aspirasi masyarakat).

Nah, program itu benar-benar saya laksanakan untuk menyalurkan aspirasi warga dapil VI. Setiap masa reses, saya juga selalu turun ke dapil VI untuk menyapa masyarakat. Saking seringnya turun ke bawah, saya jadi hafal karakteristik dan geografis masyarakat di dapil VI.

Banyak yang bilang, Anda diuntungkan karena menjadi caleg di daerah yang sama dengan Pemilu 2004. Bagaimana pendapat Anda?

Pendapat tersebut tidak salah. Tapi, sebenarnya bukan itu kunci keberhasilan saya. Silakan Anda cek, berapa banyak incumbent seperti saya yang terpilih lagi? (menurut data Jawa Pos, di antara 100 anggota DPRD Jatim, hanya sekitar 20 orang yang terpilih lagi, Red).

Seorang incumbent justru mempunyai potensi kegagalan lebih besar jika dia tidak pernah turun ke bawah. Beban seorang incumbent justru sangat berat karena harus bisa menunjukkan kinerja yang lebih dari calon non-incumbent.

Menurut saya, kuncinya bukan pada incumbent atau tidak, tapi seberapa sering dia turun ke bawah untuk melaksanakan amanat rakyat. Jika ingin dekat dan dikenal rakyat, kuncinya jangan pernah membohongi mereka. Kita harus bisa memosisikan sebagai penyambung lidah rakyat. Kalau itu bisa kita laksanakan, insya Allah masyarakat akan mendukung dan membantu kita.

Ada pandangan miring bahwa caleg yang ingin terpilih harus bermodal besar. Benarkah demikian?

Perjuangan politik memang membutuhkan biaya. Itu wajar. Tapi, saya tegaskan bahwa uang bukan segalanya. Banyak caleg yang telah menghabiskan dana miliaran, tapi mendapatkan suara kecil, bahkan gagal terpilih.

Mengapa bisa begitu? Mungkin dia berpikir bisa membeli suara rakyat. Padahal, rakyat sekarang sudah pintar. Kalau ada caleg yang menawarkan uang, mungkin semua diterima. Tapi, soal pilihan, kembali ke hati nurani. Soal itu yang tidak bisa dibeli.

Saya mendengar kabar, Anda habis Rp 1 miliar untuk biaya kampanye. Benarkah?

Saya merasa tidak pantas menghitung-hitung biaya yang dikeluarkan selama kampanye. Yang jelas, saya memang mengeluarkan uang untuk pengadaan atribut kampanye seperti banner, spanduk, kaus, korek api, dan logistik lain. Itu ongkos politik yang wajar dalam setiap perjuangan partai.

Tapi, penyebaran atribut saya memang tidak merata karena wilayah dapil VI sangat luas. Namun, saya menganggap bahwa atribut kampanye hanya simbol yang tidak menjamin seorang caleg bakal terpilih. Untuk daerah yang minim atribut, pasti saya garap dengan serius. Hampir setiap hari saya datang blusukan ke daerah-daerah itu untuk sosialisasi dan menyerap aspirasi warga.

Anda mendapat perolehan suara terbesar di Kabupaten Blitar, yakni lebih dari 50 ribu. Apakah Blitar memang Anda garap lebih dibanding Tulungagung dan Kediri?

Saya memperlakukan dapil VI sama semua. Saya tidak tahu mengapa suara saya di Blitar bisa sebesar itu. Mungkin itu semua berkat bantuan masyarakat di sana. Alhamdulillah, saya juga mendapat bantuan dari caleg tingkat dua dan pusat, terutama Mas Pram (Sekjen DPP PDIP Pramono Anung).

Siapa saja tim sukses Anda?

Jujur, saya tidak punya tim sukses yang secara khusus bertugas membantu saya. Tim saya adalah kader-kader PDIP di dapil VI dan masyarakat yang membantu saya dengan ikhlas. Karena itu, saya sangat berterima kasih. Semua ini bukan hanya karena saya semata, tapi karena dukungan masyarakat di Kediri, Tulungagung, dan Blitar.

Bagaimana pendapat Anda tentang Pemilu 2009? Apakah berjalan sesuai koridor?

Silakan kutip kata-kata saya ini. Pemilu 2009 berjalan amburadul. Banyak ketidakberesan di sana-sini. Mulai soal DPT (daftar pemilih tetap) yang simpang-siur, banyak pemilih yang tidak mendapat hak pilih, surat suara tertukar, hingga penghitungan suara yang rawan kecurangan.

Karena itu, di beberapa daerah yang proses penghitungannya saya anggap rawan, pasti saya kawal 24 jam bersama teman-teman PDIP. Kami ingin mengawal agar pelaksanaan pemilu berjalan sesuai ketentuan. (oni/ari)

-----

Tentang Bambang Suhartono

Nama : H Ir Bambang Suhartono MAP

Tgl lahir: 29 Mei 1964

Alamat : Dr Wahidin Sudirohusodo 328 Gresik

Pengalaman Organisasi

Pembantu Komisaris Desa PDI Sukorame Gresik 1982-1996

Ketua DPC PDIP Gresik 1996-2001

Wakil Ketua DPD PDIP Jatim 2001-2005

Bendahara DPD PDIP Jatim 2005-sekarang.

Pengalaman Kerja

1987-1989 Supervisor Konsultan perencana dan pengawas

1989-1999 Direktur Kontraktor dan Konsultan

1999-2004 Ketua DPRD Gresik

2004-2009 Ketua Komisi D DPRD Jatim

Perolehan Suara

DaerahSuara

Kab Kediri38.129

Kota Kediri4.222

Kab Blitar50.192

Kota Blitar3.923

Tulungagung26.496

Total 122.962

Selamat untuk pak Bambang, Semoga dapat mengemban amanat Rakyat (jawapos/rkm)
read more “Sosok Bambang Suhartono”

Jumat, 08 Mei 2009

Facebook Bakal Unggul di Dunia Internet

WASHINGTON - Google saat ini boleh saja menjadi raja di dunia internet. Namun tak lama lagi, dominasi raksasa mesin pencari itu akan ditumbangkan Facebook.

Menurut Ross Sandler, analis pada RBC Capital Market, Facebook dapat melampaui Google dalam jumlah pengunjung unik (unique visitor) ke website mereka pada akhir 2011 atau 2012.

Semakin ketatnya aturan dari pemerintah, bakal bergabungnya Microsoft-Yahoo, pergeseran ke platform mobile, dan melesatnya popularitas situs jejaring sosial, dianggap sebagai ancaman potensial terhadap dominasi Google. Dan kini, Facebook-lah ancaman yang terbesar.

Facebook dan Google adalah dua perusahaan dunia internet terbesar dan tumbuh tercepat. Berdasarkan analisis RBC Capital Market, saat ini 45 persen unique visitor setiap bulannya mengunjungi Facebook secara langsung sebagai halaman pertama yang dibuka, naik dari 39 persen setahun sebelumnya.

Dikutip dari Reuters, Minggu (22/3/2009), firma penelitian Hitwise menemukan Facebook muncul sebagai sumber terbesar traffic bagi sebagian besar situs tahun lalu.

"Pertumbuhan Facebook sebenarnya mendorong pembagian jumlah pengguna yang mencari via Google versus mesin pencari lainnya," kata Sandler, sembari menegaskan hal ini menunjukkan fenomena tumbuhnya Facebook sejauh ini masih positif bagi Google.

Dia juga menyebutkan, arus unique visitor Facebook yang mengunjungi Google 50 persen lebih besar dibandingkan ke Microsoft, dan 250 persen lebi besar dibandingkan ke Yahoo.

Meski begitu, analis mengingatkan gambaran tersebut dapat saja berubah jika Facebook terus tumbuh dan melangkah dengan cepat. Atau jika media sosial itu menemukan model bisnis dan menemukan cara yang jitu untuk meraup dolar lebih banyak.

"Seiring pertumbuhan pengguna dan waktu yang digunakan untuk mengunjungi Facebook, website dan merek lain akan mengakui kebutuhan mereka untuk menambah kehadiran mereka di Facebook."

Proyeksi Sandler mengenai potensi Facebook didasarkan pada asumsi pertumbuhan kedua situs itu, yaitu 85 persen untuk Facebook dan 20 persen untu Google. Dan semakin lama, Sandler meyakini Facebook akan memberikan tekanan berlipat bagi Google, yang sahamnya kini tidak bergerak naik, meskipun meraup banyak pendapatan.

Asal tahu saja, saat ini jumlah pengunjung unik Facebook berkisar di angka 175 juta per bulannya. Mark Zuckerberg, sang pendiri, yakin jumlah itu akan bertambah menjadi 200 juta pada tahun ini. gak yakin??

Mari kita hidup 100 tahun lagi sebagai saksi apa yang telah kita baca barusan. Untuk google, seharusnya jangan sampai kalah dengan facebook yang baru seumur jagung** )kang rokhim_____
read more “Facebook Bakal Unggul di Dunia Internet”

Kamis, 07 Mei 2009

read more “ ”