Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juni 2009

Ikan Prilaku Manusia

Liputan6.com, London: Para ilmuwan di Inggris baru-baru ini menemukan satu jenis ikan kecil di sejumlah sungai kawasan Eropa yang memiliki kemampuan belajar seperti manusia. Ikan bernama nine-spined stickleback (Pungitius pungitius) ini mungkin adalah hewan pertama yang peka akan lingkungan sekitar dan mampu mengambil beberapa tindakan sesuai pengalaman yang pernah didapat.

Ilmuwan dari Universitas Durham, Inggris, Jeremy Kendal mengatakan ikan ini meski hanya mempunyai otak yang kecil namun mempunyai kemampuan luar biasa layaknya manusia. "Tapi mempunyai kemampuan kognitif yang mengagumkan," ujarnya baru-baru ini.

Ia dan beberapa kolega dari Universitas St. Andrews telah menemukan fakta bahwa 75 persen dari stickleback cukup pintar dalam menentukan lokasi yang memiliki banyak makanan dari lokasi yang pernah mereka datangi sebelumnya.

Dari laporan jurnal Behavioral Ecology, kemampuan menakjubkan ikan yang memiliki tulang belakang antara 8-12 pasang ini belum ditemukan di binatang lain.(rkm/Reuters)
read more “Ikan Prilaku Manusia”

Cerbung Sunan Sawangan (4)

Melihat Ka’bah

Sepertinya, tak ada lagi yang bisa menengahi ratusan orang marah. Berdiri berhadapan dan siap serang.
Mata nanar saling tatap tajam. Kadang ujung senjata saling adu di udara. Suara gemerincing pertemuan ujung senjata bergema di masjid.
Seorang makmum yang baru menyelesaikan zikirnya, bangkit dari duduk. Berjalan dan membelah di antara bertemunya dua ujung senjata. Tanpa rasa takut.
Rambut ikal cenderung kriting diikat seperti sanggul ke atas. Baju hitamnya, dicopot dan disampirkan di pundak kirinya.
“Podo muslime haram ngutahno getih. Luwih-luwih nang njerone mesjid. Sing mateni karo sing dipateni podo mlebu nerokone. Mosok lali pituture Kanjeng Nabi. (Sesama muslim haram menumpahkan darah. Lebih-lebih di dalam masjid. Yang membunh dan yang dibunuh sama-sama masuk neraka. Masak lupa nasehat Kenjeng Nabi),” teriak dia.
“Yo konco kabeh. Ora usah muring-muring, getih nglumpuk nang mbun-mbunan. Muring-muringmu kuwi dudu nahi munkar, dudu amar ma’ruf. Kuwi gudone setan burik!
Monggo podo istighfar. Monggo podo didekek gamane, watune, pethile.(Ya,teman semua. Tidak usah marah-marah, darah naik di ubun-ubun. Marah kalian itu bukan nahi munkar, bukan amar ma’ruf. Itu godaan setan burik!) ”
Tetapi, dua kubu yang berhadapan itu, tak satupun meletakkan senjatanya. Mereka tidak mau kecolongan. Jika meletakkan senjata, menjadi makanan empuk serangan lawan.
“Hei wong gendheng! Jangan ikut-ikut. Ini demi kebaikan semua,” teriak seseorang dari salahsatu kubu.
“Ora eneng critane, tumindak olo digawe kebagusan. Olo yo olo, bagus yo bagus, ora iso dicampur-campur! (Tidak ada ceritanya, tindakan buruk untuk kebaikan. Jelek ya jelek, bagus ya bagis, tidak bias dicampir aduk!)” balas si Gendheng.
“Semene akehe wong, sing ngerti masalahe mung pirang driji. Ojo ngejak wong akeh mlebu neroko. Athek pancen pingin tarung utowo sabung, sopo wae wonge, mengko tak ladeni nang mburine mesjid. Ojok padu nang njerone mesjide Kanjeng Sunan Ampel! Sing melok-melokan, monggo gamane didekek!(Sekian banyak orang, yang tahu masalahnya hanya beberapa jari. Jangan mengajak orang banyak masuk neraka. Kalau memang ingin bertanding atau berkelahi, siapa saja orangnya, nanti saya layani di belakang masjid. Jangan berkelahi di dalam masjidnya Kenjeng Sunan Ampel! Yang ikut0ikutan, silahkan senjatanya ditaruh!).”
“Athek kowe kabeh pingin ngerti ngendi kiblat sak benere, aku iso ndudukno! Tapi kowe kabeh ojo padu lan pecohan nang mesjid. Athek kepingin tarung, mungsuh aku wae, mengko tak enteni nang mburine mesjid.(Kalau Anda semua pingin tahu mana kiblat sebenarnaya, saya bias menunjukkan! Tapi kalian semua jangan berkelahi di masjid. Kalau ingi berkalahi melawan saya saja, nanti saya tunggu di belakang masjid).”
Semua senyum sinis. “Dasar wong gendheng!”
Tak menghiraukan cemooh yang bersaut-sautan, dia menuju ke satu dinding masjid Ampel.
Jari telunjuk kanannya membuat garis lingkaran di dinding itu.
“Duar!” suara menggelegar layaknya petir muncul, ketika kepalan tangan kanannya menghantam dalam lingkaran itu. Semua kaget dan terdiam.
Dinding ambrol berbentuk lingkaran.
Meski berlubang lingkaran, yang tampak bukan halaman belakang masjid. Tetapi, nun jauh di sana, lamat-lamat terlihat sekecil semut orang-orang tawaf mengelilingi Ka’bah, yang terlihat sekecil klungsu (biji asem).
Arah kiblat tak berubah. Persis seperti arah mihrab lama. Persis seperti arah yang dipakai Kanjeng Sunan Ampel.
Semua orang di dalam masjid takjub.
“Allahu Akbar!”
Takbir bergema bersaut-sautan.
Mereka berdesak-desakan ingin melihat dari dekat.
Orang itu ngeloyor keluar masjid, menuju halaman belakang. Menunggu tantangan sabung. rkm/serb
read more “Cerbung Sunan Sawangan (4)”

Rabu, 17 Juni 2009

15.089 Siswa SMA Jatim Tidak Lulus Unas

Dunia pendidikan Jatim berduka menyusul jebloknya hasil Ujian Nasional (Unas) tahun ajaran 2008/2009 ini. Dalam pengumuman hasil Unas siswa SMA/MA/SMK yang disampaikan Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Sabtu (13/6) sore, diketahui bahwa angka ketidaklulusan atau siswa gagal Unas tahun ini meningkat lebih 1 persen dibanding tahun sebelumnya.

Tahun ajaran 2007/2008, Unas SMA/MA (Madrasah Aliyah) diikuti oleh 196.198 siswa. Dari jumlah tersebut, siswa gagal Unas mencapai 6.018 atau 3,07 persen. Dan pada tahun ajaran 2008/2009 ini, dari 203.508 peserta Unas, yang tidak lulus membengkak, menjadi sebanyak 8.915 siswa atau 4,38 persen.

Kondisi yang sama juga terjadi pada siswa SMK. Dari 109.331 siswa yang ikut Unas pada tahun ajaran 2007/2008, yang gagal berjumlah 4.047 siswa atau 3,12 persen. Jumlah tersebut membengkak pada Unas tahun ini, dari 112.562 peserta Unas SMK, yang tidak lulus sebanyak 6.174 siswa atau 5,48 persen. Dengan demikian, dari total 316.070 siswa SMA/MA/SMK peserta Unas 2008/2009, yang tidak lulus sebanyak 15.089 siswa.

Jika dirinci, angka ketidaklulusan siswa di Jatim banyak disumbangkan oleh siswa MA jurusan IPS dan SMA jurusan Bahasa. Untuk MA IPS, dari 39.295 peserta, yang gagal mencapai 2.753 siswa (7 persen). Sementara dari 3.316 siswa SMA Bahasa yang jadi peserta Unas, yang tidak lulus mencapai 224 siswa (6,75 persen).

Setelah itu disusul MA Bahasa. Yakni dari 3.692 peserta Unas, yang gagal 242 (6,55 persen). Lalu SMA IPS, dari 73.353 peserta, yang tidak lulus 3.401 (4,64 persen). Lantas MA IPA, dari 14.774, yang gagal 648 (4,38 persen). Dan SMA IPA, dari 69.047 peserta, yang tidak lulus 1.636 (2,37 persen).

Hasil Unas tahun ini juga menegaskan telah berubahnya peta dunia pendidikan menengah di Jatim. Siswa di Surabaya dan Kota Malang kembali dikalahkan dalam meraih keunggulan, oleh para siswa dari daerah. Padahal, di masa lalu dua kota tersebut menjadi patokan dalam mengukur tingkat kemajuan pendidikan di Jatim. Sebab, sebelumnya SMA/MA di Kota Surabaya dan Malang selalu menempatkan banyak siswa/siswi mereka dalam daftar 10 besar peraih nilai Unas tertinggi.

Kali ini, dalam daftar 10 besar peraih nilai Unas tertinggi, tidak terdapat satu pun nama siswa/siswi dari SMA/MA di Surabaya dan Malang. Berdasar nilai rata-rata hasil Unas SMA untuk tiap program, peringkat Surabaya dan Kota Malang kalah jauh dibanding peringkat yang berhasil diraih oleh daerah-daerah lain.

Untuk program IPA, nilai rata-rata tertinggi diraih oleh Kota Pasuruan (8,48), Kota Probolinggo (8,37), dan Kabupaten Pasuruan (8,35). Sementara Surabaya hanya berada di urutan 25 dengan nilai rata-rata 7,98.
Malahan, untuk rata-rata nilai hasil Unas ini, yang dicapai Kota Malang lebih ironis. Ia harus puas di posisi 36 dari 38 kabupaten/kota di Jatim dengan nilai rata-rata 7,51.

Pada program IPS, nilai rata-rata tertinggi diraih Lamongan (7,92), lantas Kabupaten Pasuruan (7,87), dan Kota Pasuruan (7,81). Surabaya hanya berada di urutan 20 dengan nilai rata-rata 7,49, dan Kota Malang lagi-lagi terpaku di posisi 36 dengan nilai rata-rata 6,97.

Dan untuk program Bahasa, nilai rata-rata tertinggi diraih Kabupaten Probolinggo (8,29), Gresik (7,96), dan Kabupaten Mojokerto (7,91). Dan lagi-lagi Surabaya terpaku di urutan 21 dengan nilai rata-rata 7,14, sedangkan Kota Malang di posisi 22 dengan nilai rata-rata 7,09.

Harus Introspeksi
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Suwanto mengakui meningkatnya jumlah siswa yang gagal Unas pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. “Faktanya memang demikian. Ya harus diterima,” tegasnya kepada wartawan, usai memberikan pengarahan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Jatim, Sabtu (13/6).

Suwanto berharap, jebloknya nilai Unas tersebut menjadi bahan instrospeksi bagi semua pihak, mulai siswa, orangtua, sekolah, dan dinas pendidikan terkait agar kejadian yang sama tidak terulang pada Unas tahun berikutnya. “Ke depan, hasil Unas harus lebih baik lagi,” harapnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan dari 38 kabupaten/kota kemarin mengambil hasil Unas SMA/MA/SMK untuk daerahnya masing-masing. Setelah menerima hasil Unas, tiap Dinas Pendidikan diminta mencocokkannya dengan hasil ujian akhir sekolah (UAS) siswa. Ini dilakukan untuk menentukan siswa dinyatakan lulus atau tidak.

Mungkin terjadi bahwa siswa yang dinyatakan lulus Unas, tenyata UAS-nya gagal. Kalau ini yang terjadi, siswa akan dinyatakan tidak lulus sekolah dan harus mengulang alias ikut ujian kejar paket C atau penyetaraan.

“Makanya verifikasi harus dilakukan secepatnya. Selesai itu, Senin (15/6) nanti hasilnya harus diumumkan ke siswa. Dan ketika mengumumkan tidak boleh ada pengumpulan massa,” tukas Suwanto, yang mantan Kepala Dinas Infokom Jatim ini.

Untuk siswa/siswi dengan nilai total Unas tertinggi, pada program IPA, peringkat pertama diraih Ayin Bia Yufita dari SMAN 1 Blitar dengan 57,17; kedua oleh Dani Hardianto dari SMAN 1 Kota Kediri dengan nilai 57,10, dan peringkat ketiga Dwi Nur Ahsan Fikri dari SMAN 2 Lamongan dengan nilai 57,05.

Untuk program IPS, peringkat pertama diraih Dewi Maulidiyah dari SMAN 1 Pandaan dengan nilai 54,75; kedua Thoriqul Achmad dari SMAN 1 Blitar dengan nilai 54,30, dan peringkat ketiga Zakky Imawan dari SMAN 1 Pandaan dengan nilai 54,30.

Dan untuk program Bahasa, peringkat pertama diraih Wahyu Nilansari dari SMAN 3 Sidoarjo dengan nilai 53,55; kedua Lailatun Nasihah dari SMA Wachid Hasyim 2 Sidoarjo dengan nilai 53,10, dan peringkat ketiga Uminadirotun Navisa dari SMAN 1 Manyar dengan nilai 52,95.

Unas SMA/MA (baik untuk program IPA, IPS maupun Bahasa) terdiri dari 6 mata pelajaran. Dengan begitu, untuk mengetahui berapa nilai rata-rata yang diraih para siswa/siswi tersebut di atas, tinggal dibagi enam.
Surabaya baru `berbicara` untuk siswa yang meraih nilai tertinggi pada Unas SMK. Dinda Zahidah dari SMK Farmasi Surabaya yang memperoleh nilai Unas 38,34, berhasil menempati peringkat pertama. Menyusul Latith Muhammad dari SMKN 1 Pungging dengan nilai 38,33, dan Mentari Januar Lisyadi dari SMK Farmasi Sekesal Surabaya dengan nilai 38,11.

Bagaimana dengan pengumuman hasil Unas di SMAN 2 Ngawi dan SMAN 1 Wungu Madiun?
Suwanto mengatakan, khusus di dua sekolah tersebut, pengumuman Unas ada pengecualian. Karena pada 10–15 Juni, siswa SMAN 2 Ngawi dan SMAN 1 Wungu Madiun harus mengikuti ujian ulang, setelah Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menyatakan di dua sekolah tersebut terjadi pelanggaran serius dalam pelaksanaan Unas, sehingga jawaban semua siswa sama. “Meski demikian, kita minta dalam waktu yang tidak lama hasil ujiannya harus sudah diumumkan,” imbuhnya.

Menanggapi jebloknya hasil Unas siswa SMA/MA/SMK di Jatim, Ketua Komisi E (Bidang Pendidikan) DPRD Jatim Saleh Ismail Mukadar langsung menudingnya sebagai akibat Kepala Dinas Pendidikan Jatim yang lama, yakni Rasiyo, lebih asyik mengurusi masalah politik praktis terkait pemilihan gubernur (pilgub) lalu. Selama pilgub, Rasiyo dikenal sebagai pendukung kuat pasangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf. “Makanya, kasus jebloknya hasil Unas ini harus dijadikan pelajaran,” sergah Saleh.

Sebagai bentuk tanggungjawab, politisi PDIP ini mendesak Rasiyo yang saat ini menjadi Sekretaris Provinsi (Sekpoov) Jatim, untuk mundur dari jabatannya. Alasannya, meski sekarang Rasiyo adalah Sekprov, tapi proses hingga pelaksanaan Unas terjadi pada masa dia masih menjadi Kepala Dindik.

“Pak Wanto (Suwanto, Red) yang kepala dinas sekarang kan hanya ketiban sampur saja. Makanya kalau gentle (ksatria), dia (Rasiyo, Red) harus berani mundur,” tandas Saleh yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya ini.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Surabaya Ruddy Winarko mengatakan, pengumuman hasil Unas SMA/MA/SMK kepada para siswa di Surabaya akan dilaksanakan Minggu (14/6) hari ini atau sehari lebih cepat dibanding arahan dari Dinas Pendidikan Jatim.

“Setelah mendapat soft copy hasil Unas, kami nanti malam akan lembur mengecek dan memverifikasinya dengan hasil UAS. Sehingga Minggu besok (hari ini, red), nilai asilnya dapat segera diumumkan ke siswa,” jelasnya. rkm/pend
read more “15.089 Siswa SMA Jatim Tidak Lulus Unas”

800 Siswa SMA se-Malang Raya Tak Lulus

Anjlok, Kadindik Anggap Peningkatan Prestasi

Peringkat Kota Malang di urutan prosentase kelulusan unas kota dan kabupaten se-Jawa Timur terus terpuruk. Tahun ini, Kota Malang hanya mampu bertengger di peringkat 36 di antara 38 kota/ kabupaten se-Jatim, setelah tahun sebelumnya menduduki peringkat 35.

Sedangkan Kabupaten Malang meraih peringkat lebih baik dengan urutan 34 dan Kota Batu di posisi terakhir untuk jurusan IPA dan IPS. Namun, Kepala Dinas Pendidikan (dindik) Kota Malang, Dr Shofwan SH MSi memandang ini sebagai peningkatan prestasi. Ia menolak anggapan peringkat kelulusan tersebut mencerminkan rendahnya kualitas siswa didik di Kota Malang.

Menurut Shofwan, peringkat kelulusan bisa berubah drastis, andai seluruh peserta unas di Jawa Timur mengikuti unas di Kota Malang. ”Anda tahu sendiri kan, pelaksanaan unas di daerah lain, terbukti tidak jujur,”ujar Shofwan kepada Surya, Sabtu (13/6).

Menurut Shofwan, hasil kelulusan tahun ini mencerminkan keberhasilan pendidikan di Kota Malang. Alasannya, angka persentase tidak lulus tidak banyak berubah, meski ujian tahun ini memakai standar kelulusan yang lebih tinggi. ”Persentase tidak lulus memang turun sedikit, tetap berada di kisaran 12 sekian persen. Namun harap diingat, tahun lalu, standar kelulusan masih 5, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 5,5. Ini kan prestasi luar biasa,” ucap Shofwan.

Bila jumlah peserta unas SMA tahun ini-dari data terakhir Dindik Kota Malang-sekitar 6.908, berarti peserta yang tidak lulus mencapai lebih dari 828. Shofwan mengimbau para siswa yang tak lulus, tidak patah semangat. ”Masih ada ujian kejar paket C, atau UNPK. Persiapkan diri sebaik mungkin,” ujarnya.
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Taufik Bambang DHT menilai sinis’prestasi’ yang diklaim dindik. ”Baguslah kalau begitu. Memang sudah tidak ada lagi yang bisa dibanggakan dari Malang sebagai kota pendidikan,” ketus Bambang.

Bambang juga menyindir jawaban Shofwan, yang mengatakan hal ini sebagai imbas dari kejujuran prosedur unas yang dijalankan pihaknya. ”Kejujuran itu bukan jawaban. Jujur itu tidak bisa diukur. Parameter keberhasilan jelas, mencetak lulusan sebaik mungkin,” ucapnya.

Terlepas dari buruknya peringkat kelulusan unas Kota Malang, tiga peserta unas dari SMK Telkom Shandy Putra Malang, tercatat di peringkat sepuluh besar peraih nilai unas tertinggi. Sementara itu, setelah menerima pengumuman dari Surabaya, tadi malam semua kepala SMA/SMK di Kabupaten Malang dikumpulkan. “Waktu pengumuman untuk Senin (15/6) sangat mepet. Kami harus lembur untuk menyelesaikannya malam ini,” kata Sugeng Hadiono, Kepala SMAN 1 Lawang.
Sesuai rencana, pengumuman hasil Unas di Kota Malang dan kabupaten akan dibagikan Senin. k3/vie

Siswa berprestasi SMK Telkom Shandy Putra Malang
——————————————————————————————————–
NAMA B. Indonesia B. Inggris Matematika Pro Total Posisi
Sulthoni 9,10 9,20 10 9,70 38,00 9
Hana Silvia Yarni 9,00 9,60 9,75 9,47 37,82 10
Muklis Yulianto 9,20 9,40 9,75 9,47 37,82 10
———————————————————————————————————
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jatim 2009. rkm/pend
read more “800 Siswa SMA se-Malang Raya Tak Lulus”

Sidoarjo Lulus 99,33 Persen, 6 Siswa Masuk 10 Besar Jatim, Pengumuman Via SMS 255 Siswa Gresik Tak Lulus

Enam siswa SMA dan Madrasah Aliyah (MA) di Sidoarjo masuk peringkat 10 besar peringkat Jatim dalam pengumpulan nilai tertinggi Unas. Seiring naiknya peringkat Sidoarjo dari enam besar menjadi lima besar, jumlah siswa SMAN dan MA yang tidak lulus 85 dari 12.671 siswa.

Siswa yang tidak lulus didominasi dua SMA swasta dan sisanya menyebar di berbagai sekolah. SMA mana yang siswanya banyak tidak lulus, Kadiknas Pemkab Sidoarjo H MG Hadi Sutjipto enggan menjelaskan. “Pokoknya ada, nanti kan tahu sendiri. Yang jelas, yang lulus 99,33 persen,” tuturnya, Minggu (14/6).

Menurut Kadiknas, enam siswa yang masuk 10 besar Jatim adalah peringkat pertama program Bahasa diraih Wahyu Nilansari dari SMAN 3 Sidoarjo, peringkat kedua Lailatun Nasihah dari SMA Wachid Hasyim 2 Taman, Sidoarjo.

Program IPA, ranking enam Jatim diraih Novita Andriani dari SMAN 1 Gedangan, Sidoarjo, dan ranking 10 diraih Lintang Nur Ramadani dari SMAN 2 Sidoarjo. Dari Program IPS peringkat lima Jatim diraih Yahriyan Irfansyah dari SMAN 4 Sidoarjo dan peringkat delapan diraih Widi Asturina dari SMAN 4 Sidoarjo.

Lailatun Nasihah saat ditemui di SMA Wachid Hasyim (WH) 2 Taman mengaku bangga atas prestasi yang diraihnya. Untuk mencapai prestasi itu, ia harus belajar mulai pukul 16.30 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Nilai yang diperoleh dalam Unas, untuk mapel matematika (9,25), bahasa Indonesia (9,20), bahasa Inggris (8,60), bahasa Jepang (9,80), dan antropologi (7,50). “Sebenarnya aku sangat menyukai antropologi, tapi nilainya paling rendah dibanding mapel lainnya,” tuturnya sambil tersipu malu.

Kasek SMA WH 2 Dra Nur Djannah yang mendampingi Laila juga mengaku bangga atas prestasi anak didiknya. Pasalnya, prestasi yang ditorehkan itu akan mengangkat nama SMA yang dipimpinnya. “Alhamdulillah SMA WH masuk nominasi. Apalagi seluruh siswa SMA WH 2 lulus 100 persen,” katanya bangga.

Untuk mencapai kelulusan 100 persen, putri pendiri SMA WH 2 almarhum KH Hasyim Latief ini harus menambah jam pelajaran usai pulang sekolah. Bahkan, di semester 2 khusus kelas XII mata pelajaran Unas saja yang diberikan.

“Itu semua untuk menghadapi Unas. Setiap semester kami mendatangkan psikolog untuk melatih anak-anak agar tidak drop dalam menghadapi ujian. Terlebih penting mendekatkan diri pada Allah SWT seperti istighotsah, shalat dhuha, dan tahajud,” jelasnya.

Sementara Kadiknas MG Hadi Sutjipto mengimbau agar dalam pengumuman kelulusan siswa SMA dan MA hari ini (Senin 15/6), siswa tidak euforia. Karena, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Khusus siswa yang tidak lulus, guru akan datang ke rumah untuk memberi tahu jika tidak lulus. “Ya mudah-mudahan tidak ada guru yang datang ke rumah,” harapnya. mif

Pengumuman Via SMS 255 Siswa Gresik Tak Lulus

Sekitar 255 peserta Unas SMA sederajat di Gresik tidak lulus. Hanya lima siswa yang masuk peringkat 10 besar di jurusan bahasa. Hasil Unas akan diumumkan hari ini, Senin (15/6). Diknas menyarankan tak ada konvoi. Pengumuman via SMS juga bisa.

Siswa tak lulus itu rinciannya, SMA jurusan IPA (39 siswa), IPS (28), dan bahasa (6). Mereka adalah sebagian dari peserta Unas SMA IPA (3.040 siswa), SMA jurusan IPS (2.344), dan SMA bahasa (234). Siswa MA yang tidak lulus 170 orang dari 3.145 peserta. Sedangkan siswa SMK, yang tak lulus diprediksi 12 orang dari total 2.390 peserta.

“Memang hasil Unas hampir sama dengan kabupaten/kota lainnya se-Jatim. Tahun ini, siswa yang tidak lulus meningkat. Namun, persentasenya kecil untuk Gresik,” ujar Kadiknas Chusaini Mustaz, Minggu (14/6).
Chusaini menyatakan, jika mengacu persentase rata-rata peserta Unas seluruh Jatim, jumlah itu tergolong kecil. Ia meminta siswa yang tidak lulus tidak putus harapan. Sebab, masih ada kesempatan mengikuti Ujian Paket C (Setara dengan SMA) 23-26 Juni 2009. Edaran tentang ujian ini bakal disampaikan kepada para kasek SMA, MA, dan SMK yang siswanya diketahui ada yang tidak lulus.

Karena hanya ada dua jurusan dalam Paket C, maka bagi siswa MA jurusan bahasa bisa mendaftar ke Paket C jurusan IPS. Bagi siswa SMK yang dulunya berstatus SMEA bisa mendaftar ke Paket C jurusan IPS. Sedangkan siswa SMK yang dulunya berstatus STM bisa mendaftar ke Paket C jurusan IPA. “ Masih ada harapan,” tegas Chusaini.
Hampir sama dengan Unas tahun sebelumnya, siswa SMAN I Manyar jurusan Bahasa kembali menorehkan prestasi. Tercatat lima siswa jurusan ini masuk peringkat 10 besar Jatim. Mereka antara lain Uminadirotun Navisa yang meraih nilai Unas 52, 95, menduduki peringkat ketiga.

Siswa lainnya, Krista Marsha Esterlita meraih nilai Unas jurusan Bahasa 52, 85. Krista menduduki peringkat lima. Sedangkan Ayu Mauliddina Oetomo menduduki peringkat tujuh dengan nilai 52, 75.

Meutia Sabrina dengan nilai 52, 75 di peringkat tujuh dan peringkat sepuluh diduduki Amelia Septiarisa dengan nilai 52, 60. “ Kami bersyukur atas prestasi mereka, “ kata Kasek SMAN I Manyar Syafaul Anam.
Apa penyebab anjloknya hasil Unas? Chusaini menyebut ada sejumlah faktor pemicu. Selain standar kelulusan Unas yang nilainya naik dari 5, 00 menjadi 5, 5, Chusaini menyebut pelaksanaan Unas tahun ini digelar lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya.

Hasil Unas rencananya akan diumumkan Senin (15/6) hari ini, sekitar pukul 12.00 WIB. Terkait pengumuman Unas, Diknas menyatakan telah berkirim surat edaran Sabtu (13/6) ke semua sekolah. Kendati secara teknis diserahkan ke masing-masing sekolah, namun Diknas meminta agar sekolah melarang siswa berkonvoi dan melarang mencoret baju seragam saat merayakan kelulusan.

Selain hasil Unas bisa diumumkan melalui surat yang diantar langsung ke rumah masing-masing siswa, Diknas juga menyarankan hasil Unas diumumkan melalui website masing-masing sekolah. “ Kalau ada sekolah yang siap, lewat SMS juga bisa. Sehingga dikirim ke nomor ponsel masing-masing siswa yang menunggu di rumah, “ pungkas Chusaini. rkm/pend
read more “Sidoarjo Lulus 99,33 Persen, 6 Siswa Masuk 10 Besar Jatim, Pengumuman Via SMS 255 Siswa Gresik Tak Lulus”

Cium Ada Ketidakberesan, Banyak Siswa dapat Nilai Kosong

Anjloknya hasil Ujian Nasional (Unas) SMA 2009 se-Malang Raya dalam peringkat Jatim menimbulkan kecurigaan. Beberapa pihak menilai ada yang tak beres dalam pross pemindaian jawaban yang berdampak pada rendahnya nilai siswa.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang, Dr HM Shofwan SH MSi misalnya meragukan hasil Unas yang diumumkan kemarin. Ini terlihat dari beberapa nilai siswa yang janggal. Ada sejumlah siswa yang rata-rata mendapat nilai sangat bagus yaitu 9, 9, dan 8. Namun, satu mata pelajaran lainnya yang diujikan, siswa itu mendapatkan nilai 1.

”Kalau dilihat hasil dari tiga mata pelajaran siswa itu mendapat nilai bagus, sedang satu mata pelajaran lain nilainya jeblok yaitu hanya 1, ini tampaknya janggal sekali,” jelas Shofwan lewat Kabag Humas Pemkot Malang, Subkhan, Minggu (14/6).

Kalau nilai 1 itu benar-benar murni hasil Unas, bukan karena kesalahan pemeriksaan jawaban, papar Shofwan, dindik tak memasalahkan. Namun, jika itu akibat kesalahan pemindaian, maka Depdiknas harus memperbaiki dengan pemindaian ulang. Sebab, akibat nilai 1 itu siswa bisa tak lulus, meski nilai tiga mata ujian lain bagus.

Hal sama juga terjadi di Kabupaten Malang. Menurut Kepala Dinas Pendidikan setempat, Suwandi, kebanyakan siswa yang tidak lulus dari SMK khususnya, dipicu banyaknya nilai kosong untuk materi teori kejuruan (produktif). “Saya belum tahu penyebabnya. Apakah ini karena siswa kurang terang dalam mengarsir jawaban atau sebab lain,” jelas Suwandi.

Karena itu, baik Shofwan maupun Suwandi akan melakukan verifikasi ulang hal ini pada BNSP melalui Kanwil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim. Hasil verifikasi itu diharapkan bisa mengurangi angka ketidaklulusan siswa.

Kepala SMK NU Miftakul Huda, Mudjib Sadzili sangat mengharapkan verifikasi itu karena ada tiga siswanya tidak lulus karena nilainya kosong semua. “Sangat tidak mungkin isian siswa itu sama sekali tidak ada nilainya. Pasti ada berapa pun hasilnya. Minimal mereka mendapat nilai 5,1 saja, pasti sudah lulus,” jelas Mudjib.

Dari pengumuman sabtu lalu, SMK terbanyak dengan nilai kosong untuk materi ujian Teori Kejuruan ini adalah SMKN 2 Turen yang dikenal sebagai SMK Kelautan.

Kota Malang Tertinggi
Dari perhitungan jumlah ketidaklulusan, diperkirakan jumlah siswa tidak lulus paling banyak tetap berada di Kota Malang dengan jumlah lebih dari 800. Sedangkan di kabupaten, siswa tidak lulus sebanyak 616. Di Kota Batu, siswa tak lulus hanya 218. (selengkapnya lihat tabel).

Menurut Subkhan, merosotnya posisi Kota Malang di Jatim dari 35 menjadi 36 bukanlah sebuah kejadian merisaukan. Ini akan menjadi bahan evaluasi. Senada, Ketua Dewan Pendidikan Kota Batu, Heru Soeprapto juga tidak terlalu kecewa dengan hasil ini karena guru dan dindik sudah berupaya keras menggembleng siswa di Batu.

Sementara itu, pengumuman kelulusan siswa SMA di Kota Malang akan digelar serentak, Senin (15/6) pukul 12.00 WIB untuk SMA dan pukul 15.00 untuk SMK, lewat pengumuman tertutup kepada orangtua siswa. Dindik melarang para siswa menggelar konvoi dan corat-coret pakaian seragam seusai pengumuman kelulusan. Siswa yang tak lulus Unas, Dindik akan langsung mendaftarkan mereka mengikuti ujian paket C.

Polresta Malang, Ajun Komisaris Polisi Pranatal Hutajulu mengimbau agar siswa tidak melakukan konvoi. Bila ada, polisi akan menerapkan sanksi tegas. ekn/vie/st11/why

Tingkat kelulusan Unas SMA/SMK se-Malang Raya
—————————————————————
Daerah SMA SMK
Kota 87,9 % -
Kabupaten 95, 06 % 94,70 %
Batu 79, 4 % 94, 7
————————————————————–

Jumlah siswa tidak lulus SMA/SMA se-Malang Raya
—————————————————————–
Daerah SMA SMK
Kota Malang 835 -
Kabupaten Malang 290 326
Kota Batu 202 16
——————————————————————

Penyebab Ketidaklulusan:
Banyak nilai kosong untuk Unas Teori Kejuruan (Produktif) bagi siswa SMK
Banyak program di SMA, siswanya sedikit tapi banyak yang tidak lulus. Namun nilai persentasenya tetap besar
Penyumbang besar ketidaklulusan dari siswa SMA program IPS. rkm/pend
read more “Cium Ada Ketidakberesan, Banyak Siswa dapat Nilai Kosong”

Pengumuman kelulusan SMA, SMK, dan MA

Pengumuman kelulusan SMA, SMK, dan MA, dijadwalkan Senin (15/6). Ini diungkapkan Kadindik Jatim Suwanto, Jumat (12/6).

Menurut Suwanto, Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) sudah jadi. “Pagi tadi tim kami sudah berangkat ke Jakarta untuk mengambil DKHUN. Malam ini akan digandakan,” terangnya.

Setelah menggandakan DKHUN, Dindik Jatim akan mengundang kadindik kabupaten/kota se2 Jatim hari ini, Sabtu (13/6). Mereka akan dikumpulkan di Kantor Dindik Jatim Jl Genteng Kali guna mendapatkan pengarahan terkait kelulusan siswa SMA, SMK dan MA.

“Setelah pertemuan diharapkan mereka bisa menyiapkan diri pada Minggu dan Senin diharapkan semua sekolah di Jatim mengumumkan kelulusan,” tegas mantan Kepala Dinas Infokom Jatim itu.
Terkait dua SMA di Ngawi dan Madiun yang masih menjalani Unas pengganti, akan diberlakukan waktu pengumuman kelulusan yang berbeda.

Kasek SMAN 10 Sukron mengaku akan menyampaikan informasi kelulusan siswa melalui surat.
Tahun ini, pemerintah tidak menentukan pasti tanggal pengumuman kelulusan. Pengumuman kelulusan tingkat SMA hanya disebut dalam range waktu minggu ke dua Juni 2009. Sedangkan kelulusan SD dan SMP pada minggu ke tiga Juni 2009.
Suwanto menegaskan, untuk pengumuman tingkat SD sudah dipastikan tanggal 20 Juni 2009. “Sedangkan pengumuman kelulusan tingkat SMP masih menunggu nformasi lebih lanjut,” ujarnya. rkm/Penddkn
read more “Pengumuman kelulusan SMA, SMK, dan MA”

Kamis, 11 Juni 2009

Endeavour Kembali ke Luar Angkasa 13 Juni

CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com - Badan antariksa AS (NASA) telah memastikan jadwal peluncuran pesawat ulang alik Endeavour ke stasiun antariksa internasional (ISS) pada 13 Juni 2009. Jadwal peluncuran ini hanya terpaut tiga minggu dari selesainya misi peluncuran pesawat ulang alik Atlantis untuk memperbaiki teleskop Hubble.

Misi Endevaour melanjutkan kembali pembangunan ISS yang ditargetkan rampung pada tahun 2010. Misi kali ini akan berlangsung selama 16 hari dan akan dijadwalkan 5 kali spacewalk.

Muatan utama yang dibawanya adalah bagian terakhir laboratorium Kibo milik Jepang berupa teras penelitian luar angkasa. Pesawat ulang alik tersebut membawa tujuh orang awak dan salah satunya akan tinggal di ISS menggantikan salah satu dari enam penghuninya saat ini.

Kedatangan Endeavour akan memecahkan rekor penghuni antariksa terbanyak. Untuk pertama kalinya ISS akan dihuni 13 orang karena saat ini terdapat 6 awak yang menghuni ISS.

Endeavour telah berada di Kennedy Space Center sejak misi perbaikan Hubble dimulai. Pesawat ulang alik tersebut sebelumnya disiapkan sebagai penyelemat jika misi Atlantis mengalami gangguan dan perlu evakuasi terhadap para awaknya.

Namun, Atlantis sukses menjalankan misinya dengan mulus meski diperpanjang dari 11 hari menjadi 13 hari karena gagal mendarat di Florida akibat cuaca buruk. Atlantis akhirnya mendarat di landasan cadangan di California. Atlantis telah diangkut kembali ke Florida, sejak Selasa (2/6) menggunakan pesawat Boeing 747 yang dimodifikasi.
read more “Endeavour Kembali ke Luar Angkasa 13 Juni”

Senin, 25 Mei 2009

3gp Video Pelecehan Mahasiswi oleh Polisi

Tiga Polisi Makassar Diusut Terkait Pelecehan Mahasiswi

Selasa, 19 Mei 2009 | 13:58 WIB

TEMPO Interaktif, Makassar: Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan telah menindaklanjuti laporan keluarga korban pelecehan yang dilakukan aparat kepolisian. Terkait kasus ini sudah tiga anggota Polwiltabes Makassar diperiksa, masing-masing AF, AZ, dan YP.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Mathius Salempang, yang ditemui usai acara tatap muka dan pengarahan di Gedung Juang 45 Makassar, Selasa (19/5), mengatakan kasus ini sudah ditangani Divisi Propam Polda Sulsel.

"Kalau memang ada anggota saya terlibat, percayakan kepada saya, pasti akan saya lanjuti, saya pasti tindak. Saya kira kalau kita bisa buktikan, kita tidak akan biarkan, saya akan tegakkan aturan," katanya.

Menurut Mathius, saat ini sudah ada tiga anggota Polwiltabes Makassar berpangkat Brigadir yang telah menjalani proses pemeriksaan, masing-masing AF, AZ, dan YP. Satu lagi akan menjalani proses pemeriksaan, yakni FR, dan kemungkinan masih akan berkembang. "Saya kira keluarga dan masyarakat percaya sama kita. Yakinlah bahwa kita tidak akan membiarkan," tegasnya.

Kasus ini terungkap setelah beredar rekaman seorang mahasiswi yang diminta melucuti seluruh pakaiannya hingga betul-betul telanjang oleh beberapa orang berpakaian polisi. Korban, seorang mahasiswi, melaporkan tindakan aparat tersebut.

Tidak puas melaporkan kasus ini ke Polda, korban dan keluarganya melapor ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, kemarin. Atas laporan ini maka pihak LBH Makassar, akan menyurat ke Kompolnas, Kapolri dan Komnas Perempuan.

Berdasarkan keterangan korban, LBH merilis kronologis kejadian pada Oktober 2008 sekitar pukul 15.00 WITA itu. Saat itu korban dan teman prianya berjalan-jalan di Tanjung Bunga. Tiba-tiba korban didatangi lima aparat yang berpakaian perintis. Mereka langsung membuka pintu mobil dan salah satunya menuduh pasangan ini berbuat asusila. Korban mencoba melakukan pembelaan, tetapi oknum kepolisian ini tidak mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Mereka malah memaksa korban untuk membuka pakaian dalamnya, sambil merekam peristiwa itu dengan ponsel secara paksa. Rekaman tersebut memperlihatkan kemaluan korban untuk membuktikan apakah ada sperma yang tertinggal.

Kemudian lima aparat itu menyerahkan korban ke pos satpam dekat pantai Akarena. Di sana ada Wadanru, anggota kepolisian, yang kemudian menyandera HP korban dan menyuruh membayar Rp 500 ribu dengan kesepakatan akan menghapus rekaman korban. Untuk pembayaran tersebut, korban menjual HP di MTC seharga Rp 400.

Malamnya korban menemui salah seorang polisi yang sedang tugas di bawah jembatan SD Sudirman. Sebelum uang diserahkan, korban dibawa ke tol untuk membawa rompi dan dalam perjalanan itu korban menyerahkan uang ke seorang satpam. Saat itu satpam itu berkata jika rekaman itu sisa satu yang belum terhapus dan berjanji akan menghapusnya jika temannya yang lain sudah datang.

Kepala Divisi Perempuan dan Anak di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Fajriani Langeng, menilai rekaman dari ponsel itu menunjukkan adanya pemaksaan oleh aparat. Saat ini kondisi korban cukup terguncang akibat peristiwa ini. Wajah korban nyaris tak pernah kering dari air mata.

"Perilaku oknum aparat dalam rekaman itu sudah melanggar kode etik kepolisian. Ini sudah sangat kelewatan, jadi kita minta pelaku dipecat dan Kapolda meminta maaf atas tindakan anggotanya," kata Fajriani.

Kapolda menambahkan, bahwa jika ada aparat yang curiga terhadap sesuatu dan melakukan pemeriksaan identitas warga, kegiatan ini dilindungi Undang-Undang No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI. Tetapi jika tindakan aparat kepolisian sudah tidak sesuai aturan atau di luar UU, seperti menyuruh buka baju dan merekam, itu sudah bukan wewenangnya.

Polisi Tahan Pelaku Pelecehan Mahasiswi
“Hukumannya akan dikenakan sanksi berat hingga pemecatan dari satuan polisi."
Selasa, 19 Mei 2009, 21:00 WIB
Siswanto
Helikopter polisi (VIVAnews/Nicolaus Tomy Kurniawan)
BERITA TERKAIT

* Kompolnas Akan Minta Klarifikasi ke Kapolri
* Korban Pemukulan Oknum Brimob Lapor Kompolnas
* 6 Polisi Pembunuh Tentara Divonis 8 Tahun Bui
* Enam Pelaku Terancam Dibui
* Komisi Anak Laporkan Oknum Polisi ke Propam

web tools
smaller normal bigger

VIVAnews - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat menetapkan empat polisi yang diduga terlibat melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi di Makassar .

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulselbar, Kombes Polisi Hery Subiansauri, mengatakan keempat tersangka berinisial Bripka AN, Briptu MA, Briptu FY dan Briptu YN. Keempat prajurit tersebut bertugas sebagao patroli perintis di Kepolisian Wilayah Kota Besar Makassar .

“Dari bukti video yang mereka rekam sendiri, keempatnya memang diduga menjadi pelaku pelecehan. Untuk pengembangan selanjutnya, mereka masih akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka,” kata Hery kepada VIVAnews, Selasa 19 Mei 2009.

Hery menambahkan keempatnya langsung ditahan di tahanan Polda Sulselbar pasca penetapan menjadi tersangka. Keempatnya diancam pasal tentang pelecehan seksual, karena memaksa Anti (nama samaran), seorang mahasiswi di perguruan tinggi swasta di Makassar untuk membuka pakaian luar dan dalam yang dikenakannya.

Terkait dengan kasus itu, Hery berjanji akan menuntaskan kasus tersebut. Menurutnya, mereka akan dikenai tindakan disiplin dank ode etik jika ternyata mereka benar-benar melakukan tindakan itu. Selain itu, mereka juga terancam pasal-pasal pidana, jika terbukti ada pelanggaran pidana.

“Hukumannya akan dikenakan sanksi berat hingga pemecatan dari satuan polisi. Perbuatan itu dianggap diluar dari kewenangan,” kata Hery.

Dari informasi yang dihimpun VIVAnews, peristiwa pelecehan seksual terjadi pada oktober 2008. Saat itu Anti bersama teman laki-lakinya sedang menuju ke salah satu tempat wisata di Makassar . Tiba-tiba, lima polisi menyergap pasangan tersebut dengan alasan untuk memeriksa.

Kelima polisi itu kemudian memaksa membuka pakaian luar dan dalam yang dikenakan Anti. Bahkan, polisi berseragam tersebut memaksa untuk memperlihatkan bagian terlarang Anti, untuk membuktikan apakah ada cairan sperma.

Polisi mengabadikan peristiwa itu, termasuk merekam bagian kemaluan Anti lewat video handphone. Rekaman itulah yang beredar luas dalam sepekan terakhir.

Anti juga melaporkan kasus tersebut ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar , untuk mendapatkan perlindungan hukum.

Pelecehan Seks Polisi
Mahasiswa STIEM Bongaya Geruduk Mapolwiltabes Makassar
Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Kasus pelecehan seksual yang dilakukan polisi terhadap Mawar, mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Manajemen (STIEM) Bongaya membuat geram teman-temannya. Tidak kurang dari seratus mahasiswa STIEM Bongaya berunjuk rasa di Mapolwiltabes Makassar, di jalan Ahmad Yani, Makassar, Sabtu (23/5/2009).

Kedatangan mahasiswa STIEM yang berkonvoi dari kampusnya, di jalan Mappaoddang, Makassar, itu untuk menuntut Kapolwiltabes memecat anggotanya yang menjadi pelaku pencabulan dan pemerasan.

Koordinator aksi mahasiswa STIEM, Muhammad Ikbal, dalam orasinya meminta Polri memecat anggotanya yang terlibat dalam kasus pencabulan. Mereka juga meminta Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Mathius Salempang, meminta maaf lewat media massa kepada korban dan civitas akademika STIEM Bongaya.

"Penistaan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kasus ini harus tuntas dan menjadi pelajaran bagi polisi ketika bertugas," ungkap Ikbal.

Sementara itu, Kapolwitabes Makassar, Kombes Burhanuddin Andi yang menemui pengunjuk rasa, menegaskan pihaknya sudah serius mengurus kasus yang mencemarkan institusinya itu. "Mahasiswa dan polisi, keduanya dipermalukan atas kasus ini. Saat ini kita tinggal menunggu keputusan pengadilan, dipecat atau tidak terserah pengadilan," pungkas Andi.

Saat Kapolwiltabes bicara, salah seorang mahasiswa berceletuk, meminta alat kelamin pelaku pelecehan dipotong saja atau disiram air keras agar derajatnya setimpal dengan apa yang dirasakan Mawar.

Tuntutan mahasiswa agar Kapolda meminta maaf lewat publikasi media massa juga dirasakan berat oleh Kapowiltabes. Karena merasa tidak dihargai oleh mahasiswa, Kapolwiltabes pun meninggalkan kerumunan mahasiswa.

Sebelum menghentikan aksinya, mahasiswa berjanji akan menurunkan jumlah pengunjuk rasa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak dikabulkan.

mau download silahkan tanggung resiko sendiri klik :
http://www.hostingkami.com/ac6xisl9hrxv/3GP-Video-Hosting-Mahasiswi-dilecehkan-polisi.3gp.htm
read more “3gp Video Pelecehan Mahasiswi oleh Polisi”

Sosok Bambang Suhartono

Bambang Suhartono, Caleg Peraih Suara Terbanyak Se-Jawa Timur
PDI Perjuangan Jatim boleh berbangga. Salah seorang pengurusnya, Bambang Suhartono, menjadi caleg terpilih DPRD Jatim yang mengantongi suara terbanyak se-Jawa Timur. Dia meraih 122.962 suara, mengungguli lebih dari 11 ribu caleg lain tingkat kota, kabupaten, dan provinsi se-Jatim. Bagaimana Bambang bisa mendapat suara sebanyak itu?

----------

Jurus apa yang Anda pakai?

Begini, saya memang bertekad meraih suara terbanyak. Sebab, pada Pemilu 2004, saya juga menjadi caleg yang meraih suara terbanyak untuk internal PDIP. Suara saya waktu itu sekitar 79 ribu. Nah, semangat saya semakin terpacu ketika Mahkamah Konstitusi menetapkan mekanisme suara terbanyak.

Meski begitu, saya sebenarnya kurang setuju pada sistem suara terbanyak karena kader yang bertahun-tahun bekerja untuk partai mendapat perlakuan yang sama dengan orang yang belum pernah berkeringat demi partai.

Tapi, saya tetap bersemangat karena inilah saatnya menunjukkan kinerja kita kepada rakyat. Dari situ, saya mulai intens melakukan sosialisasi di dapil VI (Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kota Kediri, dan Kabupaten Kediri).

Lho, bukankah Anda tinggal di Gresik? Mengapa menjadi caleg dari dapil VI?

Saya memang tinggal di Gresik. Tapi, sejak Pemilu 2004, saya ditugaskan oleh partai untuk membantu membesarkan PDIP di dapil VI bersama teman-teman kader di sana. Sebagai kader partai, kita memang harus siap ditugaskan di mana saja.

Lantas, bagaimana Anda menjalin komunikasi dengan masyarakat di dapil VI yang notabene bukan ''wilayah'' keseharian Anda?

Kali pertama mendapat tugas di dapil VI, memang terasa berat. Tapi, saya selalu menyempatkan diri turun ke bawah. Saya menemui warga di sana untuk menjaring aspirasi mereka. Sebagai anggota DPRD Jatim, kami memiliki program jaring asmara (penjaringan aspirasi masyarakat).

Nah, program itu benar-benar saya laksanakan untuk menyalurkan aspirasi warga dapil VI. Setiap masa reses, saya juga selalu turun ke dapil VI untuk menyapa masyarakat. Saking seringnya turun ke bawah, saya jadi hafal karakteristik dan geografis masyarakat di dapil VI.

Banyak yang bilang, Anda diuntungkan karena menjadi caleg di daerah yang sama dengan Pemilu 2004. Bagaimana pendapat Anda?

Pendapat tersebut tidak salah. Tapi, sebenarnya bukan itu kunci keberhasilan saya. Silakan Anda cek, berapa banyak incumbent seperti saya yang terpilih lagi? (menurut data Jawa Pos, di antara 100 anggota DPRD Jatim, hanya sekitar 20 orang yang terpilih lagi, Red).

Seorang incumbent justru mempunyai potensi kegagalan lebih besar jika dia tidak pernah turun ke bawah. Beban seorang incumbent justru sangat berat karena harus bisa menunjukkan kinerja yang lebih dari calon non-incumbent.

Menurut saya, kuncinya bukan pada incumbent atau tidak, tapi seberapa sering dia turun ke bawah untuk melaksanakan amanat rakyat. Jika ingin dekat dan dikenal rakyat, kuncinya jangan pernah membohongi mereka. Kita harus bisa memosisikan sebagai penyambung lidah rakyat. Kalau itu bisa kita laksanakan, insya Allah masyarakat akan mendukung dan membantu kita.

Ada pandangan miring bahwa caleg yang ingin terpilih harus bermodal besar. Benarkah demikian?

Perjuangan politik memang membutuhkan biaya. Itu wajar. Tapi, saya tegaskan bahwa uang bukan segalanya. Banyak caleg yang telah menghabiskan dana miliaran, tapi mendapatkan suara kecil, bahkan gagal terpilih.

Mengapa bisa begitu? Mungkin dia berpikir bisa membeli suara rakyat. Padahal, rakyat sekarang sudah pintar. Kalau ada caleg yang menawarkan uang, mungkin semua diterima. Tapi, soal pilihan, kembali ke hati nurani. Soal itu yang tidak bisa dibeli.

Saya mendengar kabar, Anda habis Rp 1 miliar untuk biaya kampanye. Benarkah?

Saya merasa tidak pantas menghitung-hitung biaya yang dikeluarkan selama kampanye. Yang jelas, saya memang mengeluarkan uang untuk pengadaan atribut kampanye seperti banner, spanduk, kaus, korek api, dan logistik lain. Itu ongkos politik yang wajar dalam setiap perjuangan partai.

Tapi, penyebaran atribut saya memang tidak merata karena wilayah dapil VI sangat luas. Namun, saya menganggap bahwa atribut kampanye hanya simbol yang tidak menjamin seorang caleg bakal terpilih. Untuk daerah yang minim atribut, pasti saya garap dengan serius. Hampir setiap hari saya datang blusukan ke daerah-daerah itu untuk sosialisasi dan menyerap aspirasi warga.

Anda mendapat perolehan suara terbesar di Kabupaten Blitar, yakni lebih dari 50 ribu. Apakah Blitar memang Anda garap lebih dibanding Tulungagung dan Kediri?

Saya memperlakukan dapil VI sama semua. Saya tidak tahu mengapa suara saya di Blitar bisa sebesar itu. Mungkin itu semua berkat bantuan masyarakat di sana. Alhamdulillah, saya juga mendapat bantuan dari caleg tingkat dua dan pusat, terutama Mas Pram (Sekjen DPP PDIP Pramono Anung).

Siapa saja tim sukses Anda?

Jujur, saya tidak punya tim sukses yang secara khusus bertugas membantu saya. Tim saya adalah kader-kader PDIP di dapil VI dan masyarakat yang membantu saya dengan ikhlas. Karena itu, saya sangat berterima kasih. Semua ini bukan hanya karena saya semata, tapi karena dukungan masyarakat di Kediri, Tulungagung, dan Blitar.

Bagaimana pendapat Anda tentang Pemilu 2009? Apakah berjalan sesuai koridor?

Silakan kutip kata-kata saya ini. Pemilu 2009 berjalan amburadul. Banyak ketidakberesan di sana-sini. Mulai soal DPT (daftar pemilih tetap) yang simpang-siur, banyak pemilih yang tidak mendapat hak pilih, surat suara tertukar, hingga penghitungan suara yang rawan kecurangan.

Karena itu, di beberapa daerah yang proses penghitungannya saya anggap rawan, pasti saya kawal 24 jam bersama teman-teman PDIP. Kami ingin mengawal agar pelaksanaan pemilu berjalan sesuai ketentuan. (oni/ari)

-----

Tentang Bambang Suhartono

Nama : H Ir Bambang Suhartono MAP

Tgl lahir: 29 Mei 1964

Alamat : Dr Wahidin Sudirohusodo 328 Gresik

Pengalaman Organisasi

Pembantu Komisaris Desa PDI Sukorame Gresik 1982-1996

Ketua DPC PDIP Gresik 1996-2001

Wakil Ketua DPD PDIP Jatim 2001-2005

Bendahara DPD PDIP Jatim 2005-sekarang.

Pengalaman Kerja

1987-1989 Supervisor Konsultan perencana dan pengawas

1989-1999 Direktur Kontraktor dan Konsultan

1999-2004 Ketua DPRD Gresik

2004-2009 Ketua Komisi D DPRD Jatim

Perolehan Suara

DaerahSuara

Kab Kediri38.129

Kota Kediri4.222

Kab Blitar50.192

Kota Blitar3.923

Tulungagung26.496

Total 122.962

Selamat untuk pak Bambang, Semoga dapat mengemban amanat Rakyat (jawapos/rkm)
read more “Sosok Bambang Suhartono”

Sekolah Bayi Vs Biaya Kuliah

Warga kota semakin takut punya anak bodoh. Karena itu, meski umur belum dua tahun, bayi-bayi mereka mulai disekolahkan. Biaya pun tak menjadi soal, meski lebih mahal daripada perguruan tinggi.

---

Misalnya, yang dilakukan pasangan Teddy Wijono dan Anne Budiman. Sudah empat bulan ini, anak pertama mereka, Tracey Cheryl, yang berumur 1 tahun 8 bulan, disekolahkan.

Mereka tak asal memilih sekolah. "Kami sebelumnya survei di tiga tempat,'' cerita Anne. Akhirnya, anak mereka disekolahkan di Tumble Tots mal Ambasador, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Program yang diambil adalah gymbabes. Yakni, program untuk bayi berusia 6-12 bulan atau bagi bayi yang belum bisa berjalan.

Pasangan itu mengambil kelas seminggu dua kali untuk buah hati mereka. Biaya yang mereka keluarkan tiap bulan sekitar Rp 400 ribu. Jika memilih seminggu tiga kali, biayanya Rp 500 ribu. Itu belum termasuk biaya pendaftaran yang dipatok Rp 200 ribu dan kartu keanggotaan Rp 750 ribu yang berlaku selama anak bersekolah di Tumble Tots.

Di Jakarta, setidaknya ada tiga sekolah yang memiliki program pendidikan untuk bayi berusia 0-12 bulan. Selain Tumble Tots, ada Gymboree dan Tutor Time. Hal itu menunjukkan bahwa semakin banyak orang tua di kota sebesar Jakarta yang menyadari pentingnya menyekolahkan anak mereka sejak dini.

Padahal, biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Di Gymboree, misalnya, biaya masuk ke sekolah tersebut Rp 500 ribu-Rp 650 ribu. Itu bergantung pada program pendidikan yang diambil. Plus biaya membership sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Itu belum termasuk biaya rutin atau SPP yang dibayar tiap bulan. Nominalnya bergantung pada program yang diambil. Jika orang tua (ortu) memilih program seminggu sekali, SPP yang harus dibayar Rp 300 ribu-Rp 400 ribu. Seminggu dua kali, biayanya Rp 500 ribu-Rp 550 ribu dan seminggu tiga kali Rp 850 ribu-Rp 1 juta.

Di Tutor Time, biaya yang harus dirogoh ortu untuk menyekolahkan anak hampir sama. Bedanya, di lembaga pendidikan tersebut, program untuk bayi hanya diadakan seminggu sekali. Yaitu, tiap Sabtu. Biaya pendaftaran yang harus dibayar USD 50 atau sekitar Rp 500 ribu. Biaya sekolah yang harus dibayar USD 150 atau Rp 1,5 juta untuk tiap 10 kali pertemuan (selengkapnya baca grafis).

Coba kita bandingkan dengan biaya di perguruan tinggi. Di Universitas Indonesia (UI), misalnya. Biaya SPP tiap semester cukup bervariasi. Untuk program eksak, SPP paling murah Rp 100 ribu per semester dan paling mahal Rp 7,5 juta. Untuk program non-eksak, SPP paling murah Rp 100 ribu dan termahal Rp 5 juta. Dengan biaya itu, mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan setiap hari (perbandingan dengan kampus lain baca grafis di halaman 4).

Lantas, apa saja yang diajarkan di sekolah bayi? Lembaga pendidikan franchise dari Amerika, Gymboree, menawarkan program play, music, dan art. Namun, khusus untuk bayi berusia 6-12 bulan hanya diajari play dan music.

Penanggung jawab Gymboree di kawasan Menteng, Jakarta, Christina Catherine mengatakan, program play menitikberatkan untuk melatih motorik kasar. Mereka menyediakan berbagai peralatan yang dapat merangsang motorik kasar bayi. Contohnya, papan penguin untuk melatih anak berjalan. Papan itu berbentuk lurus melintang dan di tengahnya ada pembatas. Anak diajari untuk jalan di antara pembatas tersebut. Termasuk, mainan bola-bola kasar untuk merangsang motorik kasar.

''Tujuannya melatih pancaindra mereka. Seperti, kemampuan untuk melihat, mendengar, mencium, dan merasakan,'' ungkapnya.

Catherine menjelaskan, bahasa pengantar yang dipakai untuk mengajar di sekolahnya adalah bahasa Inggris. Dengan demikian, anak-anak bisa sekaligus belajar bahasa Inggris sejak dini. ''Bahasa percakapan kami bahasa Inggris. Tujuannya supaya mereka belajar bahasa itu sejak kecil,'' jelasnya.

Tak hanya itu, bayi-bayi tersebut juga mulai diajari berhitung. Caranya melalui bernyanyi sekaligus belajar bahasa Inggris. ''Dengan metode menyanyi, bayi-bayi itu mulai mengucapkan kata-kata one, two, three, meski kadang mereka mengucapkannya tidak berurutan,'' ujar Catherine. Bernyanyi juga dianggap bisa melatih sensorik halus. Dengan demikian, kemampuan anak untuk berbicara meningkat.

Namun, sebenarnya, kata Cahterine, inti pembelajaran pada bayi berusia 0-12 bulan adalah memupuk hubungan antara ibu dan anak. Sebab, masih banyak orang tua yang kurang tahu cara menghadapi bayinya. Karena itu, pembelajaran yang dilakukan sebisanya didampingi orang tua. Cara tersebut diharapkan bisa lebih mendekatkan hubungan ibu-bayi.

Catherine menjelaskan, pengajaran yang diterapkan berdasar kurikulum pendidikan yang diterapkan Gymboree Amerika. Pelajaran diberikan berdasar silabus yang dikirim dari Amerika. ''Ada tahap-tahap pengajaran. Jadi, ada panduannya, bukan sekadar mengajari anak bisa melakukan sesuatu dan berkembang,'' paparnya.

Di Tutor Time Pondok Indah, Jakarta Selatan, program pendidikan bayi diberi nama mommy and me. Program itu untuk bayi berusia 0-24 bulan. Mayoritas ortu mengambil program tersebut untuk bayi berusia 0-13 bulan. GA Manager Tutor Time di Pondok Indah Petra Ho mengatakan, ada tiga program yang diajarkan Tutor Time.

Pertama, music and movement untuk melatih motorik kasar. Program itu mengajari bayi bernyanyi maupun bermain. Contohnya, bermain tummy rolling untuk melatih otot perut dan menguatkan otot kaki serta tangan.

Kedua, art and sensory untuk melatih motorik halus. Bayi diajari menggambar atau melukis dengan menggunakan jari sehingga diharapkan melatih motorik halus. Mereka diperkenalkan menggambar dengan menggunakan cat untuk melatih indra penciuman. ''Untuk merangsang indra penciuman anak sejak dini,'' jelasnya. Ketiga, early language. Yaitu, mengajari mereka bernyanyi sambil belajar bahasa Inggris.

Untuk pengajaran di Tumble Tots, prinsipnya melatih motorik kasar dan halus bayi. Instrumen permainan yang dipakai hampir sama. Di Tumble Tots tersedia berbagai permainan, seperti tunnel box, alat agar bayi belajar merangkak. Juga barrel support, alat untuk mengajari bayi merangkak, namun disertai rintangan. Juga ada sliding board atau papan luncur. ''Semuanya untuk merangsang motorik kasar bayi,'' terang Herna Hariadi, penangung jawab Tumble Tots di mal Ambasador.

Herna menjelaskan, ada dua kelas untuk bayi. Yaitu, kelas gymbabes untuk bayi yang belum bisa berjalan (di bawah setahun) dan kelas W-2 untuk bayi berusia 10 bulan ke atas atau bagi bayi yang sudah bisa berjalan.

Di Indonesia, ada sekitar 30 sekolah Tumble Tots yang tersebar di seluruh kota besar.

***

Mengapa bayi harus disekolahkan? Christina Catherine dari Gymboree mengatakan, golden age atau usia emas melatih kecerdasan anak adalah 0-5 tahun. Pada masa-masa itu, amat penting memberikan stimulus pendidikan terhadap anak sejak dini. ''Karena yang dimaksud belajar di sini tidak melulu yang berat-berat. Contohnya, ya itu tadi mulai merangsang motorik kasar dan halus,'' ungkapnya.

Herna Heriadi dari Tumble Tots mengiyakan bahwa pembelajaran pada bayi tidak harus mempelajari sesuatu yang serius. Melainkan, bisa dengan cara bermain. Melalui bermain, menyanyi, bercerita kata Herna, diajarkan banyak hal positif yang menyenangkan. Menurut anda Bagaimana dengan anak balita anda?
Jangan lantarkan mereka demi suksesnya program pemerintah dan anak anda (* jawa pos/Rkm////
read more “Sekolah Bayi Vs Biaya Kuliah”

Jumat, 08 Mei 2009

Facebook Bakal Unggul di Dunia Internet

WASHINGTON - Google saat ini boleh saja menjadi raja di dunia internet. Namun tak lama lagi, dominasi raksasa mesin pencari itu akan ditumbangkan Facebook.

Menurut Ross Sandler, analis pada RBC Capital Market, Facebook dapat melampaui Google dalam jumlah pengunjung unik (unique visitor) ke website mereka pada akhir 2011 atau 2012.

Semakin ketatnya aturan dari pemerintah, bakal bergabungnya Microsoft-Yahoo, pergeseran ke platform mobile, dan melesatnya popularitas situs jejaring sosial, dianggap sebagai ancaman potensial terhadap dominasi Google. Dan kini, Facebook-lah ancaman yang terbesar.

Facebook dan Google adalah dua perusahaan dunia internet terbesar dan tumbuh tercepat. Berdasarkan analisis RBC Capital Market, saat ini 45 persen unique visitor setiap bulannya mengunjungi Facebook secara langsung sebagai halaman pertama yang dibuka, naik dari 39 persen setahun sebelumnya.

Dikutip dari Reuters, Minggu (22/3/2009), firma penelitian Hitwise menemukan Facebook muncul sebagai sumber terbesar traffic bagi sebagian besar situs tahun lalu.

"Pertumbuhan Facebook sebenarnya mendorong pembagian jumlah pengguna yang mencari via Google versus mesin pencari lainnya," kata Sandler, sembari menegaskan hal ini menunjukkan fenomena tumbuhnya Facebook sejauh ini masih positif bagi Google.

Dia juga menyebutkan, arus unique visitor Facebook yang mengunjungi Google 50 persen lebih besar dibandingkan ke Microsoft, dan 250 persen lebi besar dibandingkan ke Yahoo.

Meski begitu, analis mengingatkan gambaran tersebut dapat saja berubah jika Facebook terus tumbuh dan melangkah dengan cepat. Atau jika media sosial itu menemukan model bisnis dan menemukan cara yang jitu untuk meraup dolar lebih banyak.

"Seiring pertumbuhan pengguna dan waktu yang digunakan untuk mengunjungi Facebook, website dan merek lain akan mengakui kebutuhan mereka untuk menambah kehadiran mereka di Facebook."

Proyeksi Sandler mengenai potensi Facebook didasarkan pada asumsi pertumbuhan kedua situs itu, yaitu 85 persen untuk Facebook dan 20 persen untu Google. Dan semakin lama, Sandler meyakini Facebook akan memberikan tekanan berlipat bagi Google, yang sahamnya kini tidak bergerak naik, meskipun meraup banyak pendapatan.

Asal tahu saja, saat ini jumlah pengunjung unik Facebook berkisar di angka 175 juta per bulannya. Mark Zuckerberg, sang pendiri, yakin jumlah itu akan bertambah menjadi 200 juta pada tahun ini. gak yakin??

Mari kita hidup 100 tahun lagi sebagai saksi apa yang telah kita baca barusan. Untuk google, seharusnya jangan sampai kalah dengan facebook yang baru seumur jagung** )kang rokhim_____
read more “Facebook Bakal Unggul di Dunia Internet”

Catatan Kolom Usai MUNAS

Kita baru saja menyelesaikan Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka yang diadakan di Kompleks Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, pada tanggal 15 sd 18 Desember 2008. Munas telah menghasilkan berbagai keputusan penting, termasuk terpilihnya Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) masa bakti 2009-2013.


Kakak kita, Prof. Dr. dr. Azrul Azwar, MPH, yang akrab dipanggil Kak Azrul, telah terpilih kembali sebagai Ketua Kwarnas. Bersama anggota tim formatur, Kak Azrul juga telah berhasil menyusun kepengurusan Kwarnas masa bakti 2009-2013. Saat ini, masih menunggu pelantikan pengurus baru itu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang sesuai Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, juga merupakan Pramuka Utama dan Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka.


Kini, kita juga sudah memasuki Tahun Baru 2009. Tanpa terasa, beberapa saat lagi Gerakan Pramuka akan merayakan ulang tahunnya yang ke-48. Itu berarti dua tahun lagi, tepatnya 14 Agustus 2011, Gerakan Pramuka akan mencapai Tahun Emas, 50 tahun, atau sebutan dalam Bahasa Inggris-nya, Golden Jubilee.


Sebelum itu, mulai tahun ini, sudah sepantasnya kalau kita semua yang aktif di Gerakan Pramuka, ikut mempersiapkan diri menyambut Tahun Emas itu. Bukan sekadar merayakan dengan besar-besaran, tetapi yang terpenting adalah menjadikan Gerakan Pramuka sebagai gerakan pendidikan di luar lingkungan keluarga dan di luar lingkungan sekolah, yang benar-benar terasa manfaatnya bagi anak-anak dan remaja Indonesia.


Itulah sebabnya, seperti yang juga diingatkan Kak Azrul, Revitalisasi Gerakan Pramuka yang telah dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan Hari Pramuka 14 Agustus 2006, harus terus dilanjutkan dan dikembangkan.


Revitalisasi itu bukan hanya dilakukan di tingkat pengurus Kwartir, tetapi juga harus menyentuh sampai ke gugus-gugusdepan Pramuka di manapun berada. Di antaranya, menjadikan Gugusdepan (Gudep) bukan hanya terdaftar dan ada nomor-nya saja, tetapi benar-benar memiliki kegiatan. Gudep yang berpangkalan di sekolah, juga harus didorong untuk tidak saja berkegiatan untuk mengisi jam pelajaran sekolah, tetapi aktif pula dengan kegiatan di luar jam sekolah.


Keberadaan Pembina Pramuka juga harus diperhatikan. Selain jumlahnya yang harus ditambah agar sesuai dengan jumlah peserta didik di masing-masing Gudep, kualitas Pembina Pramuka harus pula ditingkatkan. Banyak caranya, termasuk melalui berbagai kursus kepramukaan.


Di luar itu, para Pembina Pramuka juga harus mengembangkan dirinya masing-masing. Memang, kalau melakukannya sendiri terasa berat atau kurang bersemangat. Jadi, mengapa tidak mengembangkan diri bersama-sama? Misalnya, para Pembina Pramuka di satu atau dua Gudep yang berdekatan. Dapat dilakukan melalui pertemuan-pertemuan formal di sela-sela latihan di Gudep masing-masing, maupun pertemuan informal. Bisa dengan bertatap muka langsung dan berbagi (sharing) ilmu atau keterampilan dan kecakapan yang dimiliki, namun dapat juga dengan pertemuan informal tanpa harus bertatap muka langsung.


Saat ini, telepon genggam telah ada di hampir semua pelosok Indonesia. Selain bercakap-cakap mengenai kepramukaan melalui telepon genggam, dapat juga dengan saling berkirim pesan pendek (SMS). Bagi yang memiliki komputer dan jaringan internet, sharing mengenai kepramukaan juga bisa dilakukan dengan saling berkirim e-mail, chatting, sampai video conference.
Kalau tak ada? Manfaatkan sarana komunikasi yang ada. Surat, papan pengumuman atau majalah dinding di Gudep, atau lainnya. Intinya, jangan malu dan ragu untuk berkomunikasi. Jangan pula malu dan ragu untuk mengembangkan diri, karena manfaatnya bukan hanya bagi para Pembina Pramuka itu, namun juga bagi para peserta didik dan Gerakan Pramuka keseluruhan.(BDHS) *)____ kang rokhim
read more “Catatan Kolom Usai MUNAS”

Kamis, 07 Mei 2009

read more “ ”