Jumat, 29 Mei 2009

Microsoft akan Luncurkan Zune Baru Akhir 2009

Microsoft terus kembangkan fitur Zune untuk saingi produk iPod milik Apple Inc. Fitur-fitur seperti video berkualitas tinggi, teknologi layar sentuh, dan koneksi Wi-Fi akan ditambahkan pada produk Zune terbaru.

Liputan6.com, New York: Microsoft Corp berencana meluncurkan versi baru Zune pada akhir tahun ini di Amerika Serikat. Pada produk pemutar media player portable terbarunya ini akan ditambahkan video berkualitas tinggi, teknologi layar sentuh, dan koneksi Wi-Fi.

Microsoft menyatakan, Selasa (26/5), bahwa Zune akan menyaingi produk iPod keluaran Apple Inc yang sudah populer dikalangan penggemar musik. Selain fitur di atas, Zune juga akan dilengkapi browser internet dan radio HD built-in yang menawarkan kualitas suara yang lebih jernih dibandingkan radio biasa.

Kendati sudah akan diluncurkan pada musim gugur mendatang, Microsoft belum mau membocorkan harga maupun tanggal pasti peluncuran produk tersebut. Sebelumnya, Microsoft sempat menambahkan fitur baru yang memudahkan pengguna untuk mengunduh musik secara wireless dan membeli lagu-lagu yang mereka dengarkan di radio FM built-in Zune tahun lalu.... rkm/techno
read more “Microsoft akan Luncurkan Zune Baru Akhir 2009”

Robot dan Manusia

Aktivitas seperti berjalan dan memetik adalah bagian dari kehidupan manusia, namun aktivitas biasa seperti ini masih menjadi sebuah tantangan bagi robot masa kini. Tantangan ini diakui oleh para ilmuwan. "Umumnya para ilmuwan optimis soal energi dan waktu, tapi tidak optimis soal akseptabilitas robot dan kemampuan robot melakukan tugas-tugasnya" kata Rachid Alami, ilmuwan senior pada National Centre for Scientific Research di Prancis. Memang gerakan manusia itu berubah-ubah dan dapat menyesuaikan dengan kondisi. Ini dimungkinkan karena manusia mempelajari bagaimana bergerak tanpa instruksi sadar dari otak.

Kendati demikian, beberapa robot modern telah mampu melangkah maju dengan meniru beberapa gerakan halus. Bahkan beberapa robot mampu melakukan gerakan yang sulit bagi manusia melakukannya. Salah satunya adalah menyeimbangkan bola. Sebuah robot bernama Noa Juga mampu memetik sebuah objek setelah ditunjukkan terlebih dulu objek tersebut secara wireless. Ia juga mampu mengetahui bahwa bangun ruang bola dapat diletakkan di atas kubus, tapi tidak sebaliknya.

Selain itu, beberapa robot modern juga mampu berkolaborasi dalam sebuah kelompok yang membutuhkan kerja sama. Saat salah satu robot tidak berfungsi, secara otomatis robot lain menggantikannya. Namun, tidak dijelaskan bagaimana bentuk kerja sama yang dimaksud. Ini semua merupakan kemajuan besar dalam penelitian tentang robot. Namun, para ilmuwan mengatakan bahwa riset mengenai robot masih memiliki banyak keterbatasan. Jadi untuk sementara dalam banyak hal manusia masih unggul dari robot
Liputan6.com, Prancis )rkm/tekhno
read more “Robot dan Manusia”

Senin, 25 Mei 2009

3gp Video Pelecehan Mahasiswi oleh Polisi

Tiga Polisi Makassar Diusut Terkait Pelecehan Mahasiswi

Selasa, 19 Mei 2009 | 13:58 WIB

TEMPO Interaktif, Makassar: Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan telah menindaklanjuti laporan keluarga korban pelecehan yang dilakukan aparat kepolisian. Terkait kasus ini sudah tiga anggota Polwiltabes Makassar diperiksa, masing-masing AF, AZ, dan YP.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Mathius Salempang, yang ditemui usai acara tatap muka dan pengarahan di Gedung Juang 45 Makassar, Selasa (19/5), mengatakan kasus ini sudah ditangani Divisi Propam Polda Sulsel.

"Kalau memang ada anggota saya terlibat, percayakan kepada saya, pasti akan saya lanjuti, saya pasti tindak. Saya kira kalau kita bisa buktikan, kita tidak akan biarkan, saya akan tegakkan aturan," katanya.

Menurut Mathius, saat ini sudah ada tiga anggota Polwiltabes Makassar berpangkat Brigadir yang telah menjalani proses pemeriksaan, masing-masing AF, AZ, dan YP. Satu lagi akan menjalani proses pemeriksaan, yakni FR, dan kemungkinan masih akan berkembang. "Saya kira keluarga dan masyarakat percaya sama kita. Yakinlah bahwa kita tidak akan membiarkan," tegasnya.

Kasus ini terungkap setelah beredar rekaman seorang mahasiswi yang diminta melucuti seluruh pakaiannya hingga betul-betul telanjang oleh beberapa orang berpakaian polisi. Korban, seorang mahasiswi, melaporkan tindakan aparat tersebut.

Tidak puas melaporkan kasus ini ke Polda, korban dan keluarganya melapor ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, kemarin. Atas laporan ini maka pihak LBH Makassar, akan menyurat ke Kompolnas, Kapolri dan Komnas Perempuan.

Berdasarkan keterangan korban, LBH merilis kronologis kejadian pada Oktober 2008 sekitar pukul 15.00 WITA itu. Saat itu korban dan teman prianya berjalan-jalan di Tanjung Bunga. Tiba-tiba korban didatangi lima aparat yang berpakaian perintis. Mereka langsung membuka pintu mobil dan salah satunya menuduh pasangan ini berbuat asusila. Korban mencoba melakukan pembelaan, tetapi oknum kepolisian ini tidak mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Mereka malah memaksa korban untuk membuka pakaian dalamnya, sambil merekam peristiwa itu dengan ponsel secara paksa. Rekaman tersebut memperlihatkan kemaluan korban untuk membuktikan apakah ada sperma yang tertinggal.

Kemudian lima aparat itu menyerahkan korban ke pos satpam dekat pantai Akarena. Di sana ada Wadanru, anggota kepolisian, yang kemudian menyandera HP korban dan menyuruh membayar Rp 500 ribu dengan kesepakatan akan menghapus rekaman korban. Untuk pembayaran tersebut, korban menjual HP di MTC seharga Rp 400.

Malamnya korban menemui salah seorang polisi yang sedang tugas di bawah jembatan SD Sudirman. Sebelum uang diserahkan, korban dibawa ke tol untuk membawa rompi dan dalam perjalanan itu korban menyerahkan uang ke seorang satpam. Saat itu satpam itu berkata jika rekaman itu sisa satu yang belum terhapus dan berjanji akan menghapusnya jika temannya yang lain sudah datang.

Kepala Divisi Perempuan dan Anak di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Fajriani Langeng, menilai rekaman dari ponsel itu menunjukkan adanya pemaksaan oleh aparat. Saat ini kondisi korban cukup terguncang akibat peristiwa ini. Wajah korban nyaris tak pernah kering dari air mata.

"Perilaku oknum aparat dalam rekaman itu sudah melanggar kode etik kepolisian. Ini sudah sangat kelewatan, jadi kita minta pelaku dipecat dan Kapolda meminta maaf atas tindakan anggotanya," kata Fajriani.

Kapolda menambahkan, bahwa jika ada aparat yang curiga terhadap sesuatu dan melakukan pemeriksaan identitas warga, kegiatan ini dilindungi Undang-Undang No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI. Tetapi jika tindakan aparat kepolisian sudah tidak sesuai aturan atau di luar UU, seperti menyuruh buka baju dan merekam, itu sudah bukan wewenangnya.

Polisi Tahan Pelaku Pelecehan Mahasiswi
“Hukumannya akan dikenakan sanksi berat hingga pemecatan dari satuan polisi."
Selasa, 19 Mei 2009, 21:00 WIB
Siswanto
Helikopter polisi (VIVAnews/Nicolaus Tomy Kurniawan)
BERITA TERKAIT

* Kompolnas Akan Minta Klarifikasi ke Kapolri
* Korban Pemukulan Oknum Brimob Lapor Kompolnas
* 6 Polisi Pembunuh Tentara Divonis 8 Tahun Bui
* Enam Pelaku Terancam Dibui
* Komisi Anak Laporkan Oknum Polisi ke Propam

web tools
smaller normal bigger

VIVAnews - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat menetapkan empat polisi yang diduga terlibat melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi di Makassar .

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulselbar, Kombes Polisi Hery Subiansauri, mengatakan keempat tersangka berinisial Bripka AN, Briptu MA, Briptu FY dan Briptu YN. Keempat prajurit tersebut bertugas sebagao patroli perintis di Kepolisian Wilayah Kota Besar Makassar .

“Dari bukti video yang mereka rekam sendiri, keempatnya memang diduga menjadi pelaku pelecehan. Untuk pengembangan selanjutnya, mereka masih akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka,” kata Hery kepada VIVAnews, Selasa 19 Mei 2009.

Hery menambahkan keempatnya langsung ditahan di tahanan Polda Sulselbar pasca penetapan menjadi tersangka. Keempatnya diancam pasal tentang pelecehan seksual, karena memaksa Anti (nama samaran), seorang mahasiswi di perguruan tinggi swasta di Makassar untuk membuka pakaian luar dan dalam yang dikenakannya.

Terkait dengan kasus itu, Hery berjanji akan menuntaskan kasus tersebut. Menurutnya, mereka akan dikenai tindakan disiplin dank ode etik jika ternyata mereka benar-benar melakukan tindakan itu. Selain itu, mereka juga terancam pasal-pasal pidana, jika terbukti ada pelanggaran pidana.

“Hukumannya akan dikenakan sanksi berat hingga pemecatan dari satuan polisi. Perbuatan itu dianggap diluar dari kewenangan,” kata Hery.

Dari informasi yang dihimpun VIVAnews, peristiwa pelecehan seksual terjadi pada oktober 2008. Saat itu Anti bersama teman laki-lakinya sedang menuju ke salah satu tempat wisata di Makassar . Tiba-tiba, lima polisi menyergap pasangan tersebut dengan alasan untuk memeriksa.

Kelima polisi itu kemudian memaksa membuka pakaian luar dan dalam yang dikenakan Anti. Bahkan, polisi berseragam tersebut memaksa untuk memperlihatkan bagian terlarang Anti, untuk membuktikan apakah ada cairan sperma.

Polisi mengabadikan peristiwa itu, termasuk merekam bagian kemaluan Anti lewat video handphone. Rekaman itulah yang beredar luas dalam sepekan terakhir.

Anti juga melaporkan kasus tersebut ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar , untuk mendapatkan perlindungan hukum.

Pelecehan Seks Polisi
Mahasiswa STIEM Bongaya Geruduk Mapolwiltabes Makassar
Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Kasus pelecehan seksual yang dilakukan polisi terhadap Mawar, mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Manajemen (STIEM) Bongaya membuat geram teman-temannya. Tidak kurang dari seratus mahasiswa STIEM Bongaya berunjuk rasa di Mapolwiltabes Makassar, di jalan Ahmad Yani, Makassar, Sabtu (23/5/2009).

Kedatangan mahasiswa STIEM yang berkonvoi dari kampusnya, di jalan Mappaoddang, Makassar, itu untuk menuntut Kapolwiltabes memecat anggotanya yang menjadi pelaku pencabulan dan pemerasan.

Koordinator aksi mahasiswa STIEM, Muhammad Ikbal, dalam orasinya meminta Polri memecat anggotanya yang terlibat dalam kasus pencabulan. Mereka juga meminta Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Mathius Salempang, meminta maaf lewat media massa kepada korban dan civitas akademika STIEM Bongaya.

"Penistaan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kasus ini harus tuntas dan menjadi pelajaran bagi polisi ketika bertugas," ungkap Ikbal.

Sementara itu, Kapolwitabes Makassar, Kombes Burhanuddin Andi yang menemui pengunjuk rasa, menegaskan pihaknya sudah serius mengurus kasus yang mencemarkan institusinya itu. "Mahasiswa dan polisi, keduanya dipermalukan atas kasus ini. Saat ini kita tinggal menunggu keputusan pengadilan, dipecat atau tidak terserah pengadilan," pungkas Andi.

Saat Kapolwiltabes bicara, salah seorang mahasiswa berceletuk, meminta alat kelamin pelaku pelecehan dipotong saja atau disiram air keras agar derajatnya setimpal dengan apa yang dirasakan Mawar.

Tuntutan mahasiswa agar Kapolda meminta maaf lewat publikasi media massa juga dirasakan berat oleh Kapowiltabes. Karena merasa tidak dihargai oleh mahasiswa, Kapolwiltabes pun meninggalkan kerumunan mahasiswa.

Sebelum menghentikan aksinya, mahasiswa berjanji akan menurunkan jumlah pengunjuk rasa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak dikabulkan.

mau download silahkan tanggung resiko sendiri klik :
http://www.hostingkami.com/ac6xisl9hrxv/3GP-Video-Hosting-Mahasiswi-dilecehkan-polisi.3gp.htm
read more “3gp Video Pelecehan Mahasiswi oleh Polisi”

Sosok Gadis Usia 8 Tahun Sebagai Professional IT Termuda


Ketika anak-anak sekolah dasar masih berkutat dengan komik mereka, lain halnya dengan Marko Calasan yang telah mengirimkan copy dari tulisannya yang berjudul “Implementing and Administering Security in a Microsoft Windows Server Network”. Dengan usianya yang baru menginjak 8 tahun, Marko telah menjadi orang termuda dalam penerimaan sertifikat system administrator computer dan mendapat julukan sebagai "Mozart of Computers", setelah Marko lulus ujian untuk professional IT, yang diselenggarakan oleh perusahaan computer raksasa, Microsoft.

Secara teori, Marko bisa mendapatkan pekerjaan untuk memaintain jaringan computer kantor yang kompleks, walaupun ia belum mencapai kelas 3 SD di kota kelahirannya, Skopje, Macedonia, negara bekas Republik Yugoslavia. “Pihak Microsoft memberikan saya computer untuk game dan DVD kartun setelah saya lulus ujian. Hadiah itu karena saya terhitung masih anak-anak. Hal itu sangat menyenangkan, tapi saya tidak terlalu tertarik dengan semua itu. Saya akan menjadi ilmuwan computer bila saya besar nanti dan membuat system operasi yang baru.” ungkap Marko, kepada harian The Times.

Marko mulai membaca dan menulis ketika usianya baru 2 tahun dan mulai bekerja dengan computer segera setelah itu. Berita luar biasa ini sekaligus menjadikan amrko sebagai selebriti local dan id mendapat perhatian ekstra dari Perdana Menteri Macedonia, Nikola Gruevski, yang kemudian memberi Marko 15 komputer untuk praktek di sebuah laboratorium IT. Kdua orang tua Marko yang juga ahli IT (Information Technology), juga sebagai guru computer untuk sekolah anak-anak, rencananya akan mengirimkan Marko ke institute khusus untuk anak berbakat.

“Marko mampu menampilkan kemampuan belajarnya di usia sangat dini. Ia mampu mereplikasi sebuah computer setelah hanya membaca tutorialnya di Internet. Sekarang kami yang sering meminta bantuannya ketika ada permasalahan yang berkaitan dengan IT.” kata ibu Marko, Radica Calasan (38), ketika bersama Milan (37), suaminya. Bahkan menurut Milan, anaknya itu memiliki mata pelajaran favorit yakni matematika, dan Marko sering menghabiskan waktu luangnya untuk browsing forum Internet untuk professional IT dan berpartisipasi dalam debat di forum tersebut mengenai masalah computer yang kompleks. Dengan terpilihnya Marko Calasan, maka otomatis akan menggantikan rekor professional IT termuda yang pernah diraih gadis India, Lavinashree(9), beberapa bulan lalu. (h_n)


Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com
read more “Sosok Gadis Usia 8 Tahun Sebagai Professional IT Termuda”

Sosok Bambang Suhartono

Bambang Suhartono, Caleg Peraih Suara Terbanyak Se-Jawa Timur
PDI Perjuangan Jatim boleh berbangga. Salah seorang pengurusnya, Bambang Suhartono, menjadi caleg terpilih DPRD Jatim yang mengantongi suara terbanyak se-Jawa Timur. Dia meraih 122.962 suara, mengungguli lebih dari 11 ribu caleg lain tingkat kota, kabupaten, dan provinsi se-Jatim. Bagaimana Bambang bisa mendapat suara sebanyak itu?

----------

Jurus apa yang Anda pakai?

Begini, saya memang bertekad meraih suara terbanyak. Sebab, pada Pemilu 2004, saya juga menjadi caleg yang meraih suara terbanyak untuk internal PDIP. Suara saya waktu itu sekitar 79 ribu. Nah, semangat saya semakin terpacu ketika Mahkamah Konstitusi menetapkan mekanisme suara terbanyak.

Meski begitu, saya sebenarnya kurang setuju pada sistem suara terbanyak karena kader yang bertahun-tahun bekerja untuk partai mendapat perlakuan yang sama dengan orang yang belum pernah berkeringat demi partai.

Tapi, saya tetap bersemangat karena inilah saatnya menunjukkan kinerja kita kepada rakyat. Dari situ, saya mulai intens melakukan sosialisasi di dapil VI (Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kota Kediri, dan Kabupaten Kediri).

Lho, bukankah Anda tinggal di Gresik? Mengapa menjadi caleg dari dapil VI?

Saya memang tinggal di Gresik. Tapi, sejak Pemilu 2004, saya ditugaskan oleh partai untuk membantu membesarkan PDIP di dapil VI bersama teman-teman kader di sana. Sebagai kader partai, kita memang harus siap ditugaskan di mana saja.

Lantas, bagaimana Anda menjalin komunikasi dengan masyarakat di dapil VI yang notabene bukan ''wilayah'' keseharian Anda?

Kali pertama mendapat tugas di dapil VI, memang terasa berat. Tapi, saya selalu menyempatkan diri turun ke bawah. Saya menemui warga di sana untuk menjaring aspirasi mereka. Sebagai anggota DPRD Jatim, kami memiliki program jaring asmara (penjaringan aspirasi masyarakat).

Nah, program itu benar-benar saya laksanakan untuk menyalurkan aspirasi warga dapil VI. Setiap masa reses, saya juga selalu turun ke dapil VI untuk menyapa masyarakat. Saking seringnya turun ke bawah, saya jadi hafal karakteristik dan geografis masyarakat di dapil VI.

Banyak yang bilang, Anda diuntungkan karena menjadi caleg di daerah yang sama dengan Pemilu 2004. Bagaimana pendapat Anda?

Pendapat tersebut tidak salah. Tapi, sebenarnya bukan itu kunci keberhasilan saya. Silakan Anda cek, berapa banyak incumbent seperti saya yang terpilih lagi? (menurut data Jawa Pos, di antara 100 anggota DPRD Jatim, hanya sekitar 20 orang yang terpilih lagi, Red).

Seorang incumbent justru mempunyai potensi kegagalan lebih besar jika dia tidak pernah turun ke bawah. Beban seorang incumbent justru sangat berat karena harus bisa menunjukkan kinerja yang lebih dari calon non-incumbent.

Menurut saya, kuncinya bukan pada incumbent atau tidak, tapi seberapa sering dia turun ke bawah untuk melaksanakan amanat rakyat. Jika ingin dekat dan dikenal rakyat, kuncinya jangan pernah membohongi mereka. Kita harus bisa memosisikan sebagai penyambung lidah rakyat. Kalau itu bisa kita laksanakan, insya Allah masyarakat akan mendukung dan membantu kita.

Ada pandangan miring bahwa caleg yang ingin terpilih harus bermodal besar. Benarkah demikian?

Perjuangan politik memang membutuhkan biaya. Itu wajar. Tapi, saya tegaskan bahwa uang bukan segalanya. Banyak caleg yang telah menghabiskan dana miliaran, tapi mendapatkan suara kecil, bahkan gagal terpilih.

Mengapa bisa begitu? Mungkin dia berpikir bisa membeli suara rakyat. Padahal, rakyat sekarang sudah pintar. Kalau ada caleg yang menawarkan uang, mungkin semua diterima. Tapi, soal pilihan, kembali ke hati nurani. Soal itu yang tidak bisa dibeli.

Saya mendengar kabar, Anda habis Rp 1 miliar untuk biaya kampanye. Benarkah?

Saya merasa tidak pantas menghitung-hitung biaya yang dikeluarkan selama kampanye. Yang jelas, saya memang mengeluarkan uang untuk pengadaan atribut kampanye seperti banner, spanduk, kaus, korek api, dan logistik lain. Itu ongkos politik yang wajar dalam setiap perjuangan partai.

Tapi, penyebaran atribut saya memang tidak merata karena wilayah dapil VI sangat luas. Namun, saya menganggap bahwa atribut kampanye hanya simbol yang tidak menjamin seorang caleg bakal terpilih. Untuk daerah yang minim atribut, pasti saya garap dengan serius. Hampir setiap hari saya datang blusukan ke daerah-daerah itu untuk sosialisasi dan menyerap aspirasi warga.

Anda mendapat perolehan suara terbesar di Kabupaten Blitar, yakni lebih dari 50 ribu. Apakah Blitar memang Anda garap lebih dibanding Tulungagung dan Kediri?

Saya memperlakukan dapil VI sama semua. Saya tidak tahu mengapa suara saya di Blitar bisa sebesar itu. Mungkin itu semua berkat bantuan masyarakat di sana. Alhamdulillah, saya juga mendapat bantuan dari caleg tingkat dua dan pusat, terutama Mas Pram (Sekjen DPP PDIP Pramono Anung).

Siapa saja tim sukses Anda?

Jujur, saya tidak punya tim sukses yang secara khusus bertugas membantu saya. Tim saya adalah kader-kader PDIP di dapil VI dan masyarakat yang membantu saya dengan ikhlas. Karena itu, saya sangat berterima kasih. Semua ini bukan hanya karena saya semata, tapi karena dukungan masyarakat di Kediri, Tulungagung, dan Blitar.

Bagaimana pendapat Anda tentang Pemilu 2009? Apakah berjalan sesuai koridor?

Silakan kutip kata-kata saya ini. Pemilu 2009 berjalan amburadul. Banyak ketidakberesan di sana-sini. Mulai soal DPT (daftar pemilih tetap) yang simpang-siur, banyak pemilih yang tidak mendapat hak pilih, surat suara tertukar, hingga penghitungan suara yang rawan kecurangan.

Karena itu, di beberapa daerah yang proses penghitungannya saya anggap rawan, pasti saya kawal 24 jam bersama teman-teman PDIP. Kami ingin mengawal agar pelaksanaan pemilu berjalan sesuai ketentuan. (oni/ari)

-----

Tentang Bambang Suhartono

Nama : H Ir Bambang Suhartono MAP

Tgl lahir: 29 Mei 1964

Alamat : Dr Wahidin Sudirohusodo 328 Gresik

Pengalaman Organisasi

Pembantu Komisaris Desa PDI Sukorame Gresik 1982-1996

Ketua DPC PDIP Gresik 1996-2001

Wakil Ketua DPD PDIP Jatim 2001-2005

Bendahara DPD PDIP Jatim 2005-sekarang.

Pengalaman Kerja

1987-1989 Supervisor Konsultan perencana dan pengawas

1989-1999 Direktur Kontraktor dan Konsultan

1999-2004 Ketua DPRD Gresik

2004-2009 Ketua Komisi D DPRD Jatim

Perolehan Suara

DaerahSuara

Kab Kediri38.129

Kota Kediri4.222

Kab Blitar50.192

Kota Blitar3.923

Tulungagung26.496

Total 122.962

Selamat untuk pak Bambang, Semoga dapat mengemban amanat Rakyat (jawapos/rkm)
read more “Sosok Bambang Suhartono”

Orang Tua Vs Sekolahkan Bayinya

Puas ketika Anak Mulai Bisa Berdiri

Mengapa para orang tua menyekolahkan bayi-bayi mereka? Benarkah langkah tersebut benar-benar bermanfaat?

---

Simak saja penuturan Ririn Haryanti, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Wanita 35 tahun itu menceritakan anak bungsunya, Savero Taruma Wiatno, yang baru berumur 18 bulan. "Awalnya, dia pemalu banget," cetus Ririn. Jika bertemu orang yang baru dikenal, Savero selalu rewel dan menangis. "Kalau nggak gitu, ya dia tidak mau lihat orangnya," ujarnya.

Tak ingin Savero menjadi pribadi yang minder, Ririn mencari setumpuk referensi agar anaknya pede. Lantas, dia berinisiatif menyekolahkan kedua anaknya beberapa bulan lalu. Selain Savero, juga anak sulungnya, Devaro Syailendra Wiatno.

Sekolah yang dipilih adalah Tumble Tots. Di sekolah yang menempati lantai 5 Mal Ambasador tersebut, Ririn mengambil kelas dua kali seminggu untuk Savero. Yaitu, Rabu dan Jumat.

"Saya tidak ingin dia kelak merasa bosan ketika duduk di TK. Karena itu, saya ambil kelas dua kali seminggu," jelasnya. Kelas yang diambil adalah gymbabes. Kelas tersebut diperuntukkan bayi berusia 6-12 bulan atau yang belum bisa berjalan.

Kelas itu dia anggap pas untuk Savero yang belum lancar berjalan. Di sekolah tersebut, Ririn menyatakan bahwa Savero belajar banyak hal. Selain bersosialisasi, sekolah itu menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Imbasnya, si anak sedikit bisa bercuap-cuap dalam bahasa Inggris. "Dia mulai bisa berhitung. One, two, three, four, meski kadang tidak urut," ungkapnya.

Savero juga mendapatkan banyak pelajaran. Antara lain, belajar rolling, merangkak, berjalan menjaga keseimbangan, bernyanyi, dan berhitung. Hasilnya, sebulan setelah mengikuti kelas tersebut, dia mulai menunjukan perkembangan.

Paling tidak, papar Ririn, Savero tak lagi menjadi anak pemalu. Ketika disapa orang tak dikenal, dia berani merespons. Yang paling menyenangkan Ririn, buah hatinya itu mulai lancar berjalan. "Dulu, sebelum sekolah, dia sudah bisa berjalan, tapi tertatih. Sekarang dia sudah berani sendiri," ungkapnya.

Sebab, lanjut dia, di kelas itu tersedia begitu banyak mainan yang dapat merangsang saraf motorik bayi. "Seminggu ini, kami sudah berani lepas dia untuk jalan," ucapnya. Alhasil, Savero dinyatakan bisa naik ke level pendidikan selanjutnya, kelas walk 2. Itu merupakan kelas untuk bayi yang sudah bisa jalan hingga usia dua tahun. "Saya senang sekali," ujarnya.

Jovan Hardjono, 11 bulan, adalah potret lain anak yang merasakan manfaat mengenyam pendidikan sejak dini. Kendati baru sebulan ikut kelas di Tumble Tots, perubahan perilaku mulai ditunjukan bayi kelahiran 21 Juni 2008 itu.

Sinta Handayani, 40, sang ibu, mengungkapkan alasannya menyekolahkan si baby. Tujuan dia, Jovan mudah bersosialisasi. "Saya ingin Jovan cakap dalam berkomunikasi," terangnya.

Pukul 13.00 Jumat lalu (8/5), Jovan berlatih motorik di kelas Tumble Tots. Di atas matras empuk berukuran 1,5 x 2 meter, dia merangkak dan mengejar bola yang mengelindng di depannya. Bola tersebut ditangkap, kemudian digelindingkan lagi. Lelah mengejar bola, dia belajar jalan di atas papan kayu yang sudah disiapkan. Handayani membimbingnya meniti papan tersebut. Free play atau bermain bebas adalah sesi pembuka kelas gymbabes.

Kini Jovan yang semula hanya bisa merangkak mulai bisa berdiri. "Dia juga sering minta dibimbing untuk jalan. Selain itu, dia tidak lagi penakut," tambah dia. Perubahan-perubahan tersebut membuat Handayani puas menyekolahkan buah hatinya. (jawa pos/rkm)
read more “Orang Tua Vs Sekolahkan Bayinya”

Sekolah Bayi Vs Biaya Kuliah

Warga kota semakin takut punya anak bodoh. Karena itu, meski umur belum dua tahun, bayi-bayi mereka mulai disekolahkan. Biaya pun tak menjadi soal, meski lebih mahal daripada perguruan tinggi.

---

Misalnya, yang dilakukan pasangan Teddy Wijono dan Anne Budiman. Sudah empat bulan ini, anak pertama mereka, Tracey Cheryl, yang berumur 1 tahun 8 bulan, disekolahkan.

Mereka tak asal memilih sekolah. "Kami sebelumnya survei di tiga tempat,'' cerita Anne. Akhirnya, anak mereka disekolahkan di Tumble Tots mal Ambasador, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Program yang diambil adalah gymbabes. Yakni, program untuk bayi berusia 6-12 bulan atau bagi bayi yang belum bisa berjalan.

Pasangan itu mengambil kelas seminggu dua kali untuk buah hati mereka. Biaya yang mereka keluarkan tiap bulan sekitar Rp 400 ribu. Jika memilih seminggu tiga kali, biayanya Rp 500 ribu. Itu belum termasuk biaya pendaftaran yang dipatok Rp 200 ribu dan kartu keanggotaan Rp 750 ribu yang berlaku selama anak bersekolah di Tumble Tots.

Di Jakarta, setidaknya ada tiga sekolah yang memiliki program pendidikan untuk bayi berusia 0-12 bulan. Selain Tumble Tots, ada Gymboree dan Tutor Time. Hal itu menunjukkan bahwa semakin banyak orang tua di kota sebesar Jakarta yang menyadari pentingnya menyekolahkan anak mereka sejak dini.

Padahal, biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Di Gymboree, misalnya, biaya masuk ke sekolah tersebut Rp 500 ribu-Rp 650 ribu. Itu bergantung pada program pendidikan yang diambil. Plus biaya membership sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Itu belum termasuk biaya rutin atau SPP yang dibayar tiap bulan. Nominalnya bergantung pada program yang diambil. Jika orang tua (ortu) memilih program seminggu sekali, SPP yang harus dibayar Rp 300 ribu-Rp 400 ribu. Seminggu dua kali, biayanya Rp 500 ribu-Rp 550 ribu dan seminggu tiga kali Rp 850 ribu-Rp 1 juta.

Di Tutor Time, biaya yang harus dirogoh ortu untuk menyekolahkan anak hampir sama. Bedanya, di lembaga pendidikan tersebut, program untuk bayi hanya diadakan seminggu sekali. Yaitu, tiap Sabtu. Biaya pendaftaran yang harus dibayar USD 50 atau sekitar Rp 500 ribu. Biaya sekolah yang harus dibayar USD 150 atau Rp 1,5 juta untuk tiap 10 kali pertemuan (selengkapnya baca grafis).

Coba kita bandingkan dengan biaya di perguruan tinggi. Di Universitas Indonesia (UI), misalnya. Biaya SPP tiap semester cukup bervariasi. Untuk program eksak, SPP paling murah Rp 100 ribu per semester dan paling mahal Rp 7,5 juta. Untuk program non-eksak, SPP paling murah Rp 100 ribu dan termahal Rp 5 juta. Dengan biaya itu, mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan setiap hari (perbandingan dengan kampus lain baca grafis di halaman 4).

Lantas, apa saja yang diajarkan di sekolah bayi? Lembaga pendidikan franchise dari Amerika, Gymboree, menawarkan program play, music, dan art. Namun, khusus untuk bayi berusia 6-12 bulan hanya diajari play dan music.

Penanggung jawab Gymboree di kawasan Menteng, Jakarta, Christina Catherine mengatakan, program play menitikberatkan untuk melatih motorik kasar. Mereka menyediakan berbagai peralatan yang dapat merangsang motorik kasar bayi. Contohnya, papan penguin untuk melatih anak berjalan. Papan itu berbentuk lurus melintang dan di tengahnya ada pembatas. Anak diajari untuk jalan di antara pembatas tersebut. Termasuk, mainan bola-bola kasar untuk merangsang motorik kasar.

''Tujuannya melatih pancaindra mereka. Seperti, kemampuan untuk melihat, mendengar, mencium, dan merasakan,'' ungkapnya.

Catherine menjelaskan, bahasa pengantar yang dipakai untuk mengajar di sekolahnya adalah bahasa Inggris. Dengan demikian, anak-anak bisa sekaligus belajar bahasa Inggris sejak dini. ''Bahasa percakapan kami bahasa Inggris. Tujuannya supaya mereka belajar bahasa itu sejak kecil,'' jelasnya.

Tak hanya itu, bayi-bayi tersebut juga mulai diajari berhitung. Caranya melalui bernyanyi sekaligus belajar bahasa Inggris. ''Dengan metode menyanyi, bayi-bayi itu mulai mengucapkan kata-kata one, two, three, meski kadang mereka mengucapkannya tidak berurutan,'' ujar Catherine. Bernyanyi juga dianggap bisa melatih sensorik halus. Dengan demikian, kemampuan anak untuk berbicara meningkat.

Namun, sebenarnya, kata Cahterine, inti pembelajaran pada bayi berusia 0-12 bulan adalah memupuk hubungan antara ibu dan anak. Sebab, masih banyak orang tua yang kurang tahu cara menghadapi bayinya. Karena itu, pembelajaran yang dilakukan sebisanya didampingi orang tua. Cara tersebut diharapkan bisa lebih mendekatkan hubungan ibu-bayi.

Catherine menjelaskan, pengajaran yang diterapkan berdasar kurikulum pendidikan yang diterapkan Gymboree Amerika. Pelajaran diberikan berdasar silabus yang dikirim dari Amerika. ''Ada tahap-tahap pengajaran. Jadi, ada panduannya, bukan sekadar mengajari anak bisa melakukan sesuatu dan berkembang,'' paparnya.

Di Tutor Time Pondok Indah, Jakarta Selatan, program pendidikan bayi diberi nama mommy and me. Program itu untuk bayi berusia 0-24 bulan. Mayoritas ortu mengambil program tersebut untuk bayi berusia 0-13 bulan. GA Manager Tutor Time di Pondok Indah Petra Ho mengatakan, ada tiga program yang diajarkan Tutor Time.

Pertama, music and movement untuk melatih motorik kasar. Program itu mengajari bayi bernyanyi maupun bermain. Contohnya, bermain tummy rolling untuk melatih otot perut dan menguatkan otot kaki serta tangan.

Kedua, art and sensory untuk melatih motorik halus. Bayi diajari menggambar atau melukis dengan menggunakan jari sehingga diharapkan melatih motorik halus. Mereka diperkenalkan menggambar dengan menggunakan cat untuk melatih indra penciuman. ''Untuk merangsang indra penciuman anak sejak dini,'' jelasnya. Ketiga, early language. Yaitu, mengajari mereka bernyanyi sambil belajar bahasa Inggris.

Untuk pengajaran di Tumble Tots, prinsipnya melatih motorik kasar dan halus bayi. Instrumen permainan yang dipakai hampir sama. Di Tumble Tots tersedia berbagai permainan, seperti tunnel box, alat agar bayi belajar merangkak. Juga barrel support, alat untuk mengajari bayi merangkak, namun disertai rintangan. Juga ada sliding board atau papan luncur. ''Semuanya untuk merangsang motorik kasar bayi,'' terang Herna Hariadi, penangung jawab Tumble Tots di mal Ambasador.

Herna menjelaskan, ada dua kelas untuk bayi. Yaitu, kelas gymbabes untuk bayi yang belum bisa berjalan (di bawah setahun) dan kelas W-2 untuk bayi berusia 10 bulan ke atas atau bagi bayi yang sudah bisa berjalan.

Di Indonesia, ada sekitar 30 sekolah Tumble Tots yang tersebar di seluruh kota besar.

***

Mengapa bayi harus disekolahkan? Christina Catherine dari Gymboree mengatakan, golden age atau usia emas melatih kecerdasan anak adalah 0-5 tahun. Pada masa-masa itu, amat penting memberikan stimulus pendidikan terhadap anak sejak dini. ''Karena yang dimaksud belajar di sini tidak melulu yang berat-berat. Contohnya, ya itu tadi mulai merangsang motorik kasar dan halus,'' ungkapnya.

Herna Heriadi dari Tumble Tots mengiyakan bahwa pembelajaran pada bayi tidak harus mempelajari sesuatu yang serius. Melainkan, bisa dengan cara bermain. Melalui bermain, menyanyi, bercerita kata Herna, diajarkan banyak hal positif yang menyenangkan. Menurut anda Bagaimana dengan anak balita anda?
Jangan lantarkan mereka demi suksesnya program pemerintah dan anak anda (* jawa pos/Rkm////
read more “Sekolah Bayi Vs Biaya Kuliah”