Kamis, 11 Juni 2009

Ahli Masak Itu Ternyata Robot



Rabu, 10 Juni 2009 | 20:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jepang tiada habisnya menciptakan robot-robot yang dapat membantu tugas manusia. Inovasi terakhir adalah robot pemasak. Sesuai namanya, robot yang diberi nama Okonomiyaki Robot ini bisa memasak roti khas Jepang, okonomiyaki. Robot tersebut sangat lihai memasak hingga menyajikannya.

Saking lihainya, ia dapat melakukan semua detail proses dari mengaduk bahan-bahan di mangkuk, menuangkannya ke atas loyang panas, membalik hasil masakan agar matang merata, dan menyajikannya di atas piring. Ia juga bisa langsung menyajikan hasil masakan dengan dua tangannya bahkan menawarkan diri membawakan bumbu tambahan lain atau jenis saus yang diinginkan.

Kemampuan tersebut didemonstrasikan di International Food Machinery and Technology Exhibition di Tokyo, Selasa (9/6). Robot Okonomiyaki itu dibuat oleh Toyo Riki Co, sebuah perusahaan perancang robot di Osaka.
read more “Ahli Masak Itu Ternyata Robot”

Galaksi Bimasakti dan Andromeda Mendekat

Kamis, 11 Juni 2009 | 09:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Data dari peneropongan puluhan teleskop raksasa di dunia telah mengungkap proses yang terjadi di jagat raya. Diketahui Galaksi Bimasakti dan Andromeda atau M31 bergerak mendekat. Dalam dua miliar tahun, dua galaksi itu akan mulai bertabrakan. Saat itu akan mengakibatkan kiamat bagi bumi yang berada di Galaksi Bimasakti.

Hal ini dilontarkan Tony Seno Hartono selaku National Technology Officer Microsoft Indonesia seusai penyerahan perangkat World Wide Telescope (WWT) kepada Direktur Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek) Finarya Legoh di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (10/6).

Perangkat WWT terdiri atas teleskop elektron yang dihubungkan dengan sistem komputer interaktif. Di dalamnya berisi database yang memuat paduan gambar benda-benda di antariksa yang diambil dari 21 teleskop yang tersebar di dunia. Pemaduan gambar yang jumlahnya mencapai jutaan itu dilakukan Jim Crey dari Microsoft. Data yang diberikan NASA untuk WWT atau publik merupakan data pemantauan enam bulan silam, kata Tony.

Dengan memadukan hasil peneropongan ini, selain kemungkinan tabrakan antargalaksi juga diketahui, bulan ternyata bergerak menjauh 3 sentimeter per hari. ”Dengan demikian, pada suatu ketika kita tak lagi melihat bulan dari permukaan Bumi dengan mata telanjang,” ujar Tony.

Staf Ahli Menteri Negara Riset dan Teknologi Engkos Koswara menjelaskan, selain ditempatkan di PP Iptek, perangkat WWT lebih dulu dioperasikan di Teropong Bintang Bosscha, Lembang, sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa Astronomi ITB. Perangkat WWT pertama kali diperkenalkan Bill Gates kepada Presiden RI ketika berkunjung ke Jakarta beberapa tahun lalu.

Dalam sambutannya, Finarya mengatakan, selain WWT di PP Iptek juga terdapat galeri astronomi dan beberapa teleskop matahari yang bisa digunakan pengunjung. Dalam menyambut tahun Astronomi Internasional pada 2009, PP Iptek juga menggelar beberapa kegiatan terkait, antara lain perkemahan siswa untuk melakukan peneropongan bintang malam hari.
read more “Galaksi Bimasakti dan Andromeda Mendekat”

Lapan Segera Orbitkan Roket RX-420

Kamis, 11 Juni 2009 | 19:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan mencoba mengorbitkan roket RX-420 untuk pertama kalinya pada 2 Juli 2009. RX-420 merupakan cikal bakal roket peluncur satelit.

Demikian dikatakan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman, di Jakarta, Kamis (11/6). Menristek dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI mengatakan, pengorbitan roket RX-420 dengan jarak jangkau 100 kilometer tersebut akan dilakukan karena Lapan sudah berhasil melakukan uji coba peluncuran roket RX-320 pada 2008. Menurut dia, RX 420 pada dasarnya memiliki daya jangkau yang lebih tinggi mencapai 190 kilometer seandainya struktur roket bisa dibuat lebih ringan.

"Daya jangkau roket ini bisa kita ibaratkan bila diluncurkan dari Jakarta bisa menembus Bandar Lampung," kata dia. Rencananya, uji coba akan dilanjutkan pada 2010 dengan roket yang diluncurkan merupakan gabungan dari RX 420-420 dan 2011 giliran gabungan 420-420 - 320 dan SOB 420.

Pada 2014 seluruh uji coba peluncuran roket selesai dan roket siap mengantarkan satelit dengan nama Nano Satelit dengan ketinggian 300 kilometer dan kecepatan 7,8 kilometer perdetik. "Uji coba akan terus dilanjutkan hingga 2014 dan seluruh roket siap mengantarkan Nano satelit," kata dia.

Bila seluruh uji coba orbit berhasil dilaksanakan, kata dia, maka ini akan menjadi prestasi pertama luar biasa yang bisa dipersembahkan putra terbaik bangsa.

Sementara itu, Ketua Lapan, Adi Sadewo, mengatakan, sebelumnya Lapan juga melakukan uji coba peluncuran roket dua tingkat RX-150/120 dengan bekerjasama dengan Lapan, TNI-AD dan PT Pindad. Roket dengan daya jangkau 24 kilometer tersebut berhasil diluncurkan dari wahana bergerak (Panser) pada 31 Maret 2009.

Lapan juga telah melakukan uji coba peluncuran roket RX D230 (RX122) dengan daya jangkau 14 kilometer dapat diluncurkan dengan launcher tabung. Roket berdaya jangkau 10 kilometer yang berfungsi untuk mengetahui kondisi lapangan sebelum seorang marinir diterjunkan itu diuji coba peluncurannya pada 5 Mei 2009.

Selain itu, kerja sama pembuatan roket dengan beberapa lembaga lainnya juga tengah dikembangkan yaitu, roket penangkal petir untuk melindungi fasilitas penting dan roket untuk membuat hujan buatan.
read more “Lapan Segera Orbitkan Roket RX-420”

Mungkinkah Tanaman Gratis Bisa Menyadarkan Masyarakat?

Jumat, 5 Juni 2009 | 13:28 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Belasan mahasiswa Undip Semarang membagikan bibit tanaman gratis dan stiker untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup di Bundaran Air Mancur di Jalan Pahlawan, Jumat (5/6).

Menurut Koordinator aksi, Didik Hartono, aksi tersebut bertujuan untuk kampanye lingkungan agar masyarakat berpartisipasi dalam melestarikan lingkungan.

"Kami juga mengingatkan kepada masyarakat luas bahwa hari ini Hari Lingkungan Hidup. Pasalnya, banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa hari ini merupakan Hari Lingkungan Hidup," ujarnya.

Selain itu, aksinya tersebut juga bertujuan mengajak masyarakat agar bersedia menanam tanaman dan merawat tanaman sebagai bentuk peduli terhadap lingkungan.

Ia mengatakan, bibit tanaman yang dibagikan kepada masyarakat, terutama pengguna jalan yang kebetulan melintasi Jalan Pahlawan, adalah tanaman mahoni dan sengon.

Selain membagikan bibit tanaman secara gratis, mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam (Wapeala) Undip Semarang juga membagikan stiker yang bertuliskan pohon untuk masa depan yang lebih baik dengan gambar tanaman dan pegunungan yang hijau.

Aksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak pemanasan global yang menjadi isu hangat di dunia.

"Jika tidak kita mulai sekarang, kapan lagi. Terlebih, dampak pemanasan global sudah dirasakan dibuktikan meningkatnya suhu panas matahari karena lapisan ozon semakin menipis," ujarnya.

Ini komentar tentang hal di atas:

Joe Silvarian @ Rabu, 10 Juni 2009 | 20:01 WIB
Membagi tanaman itu mudah dilakukan, menanam itu gampang dikerjakan yang sulit adalah memelihara tanaman agar terus tumbuh. Butuh komitment yang kuat bukan sekedar seremoni atas nama peringatan sebuah hari.
Viken @ Rabu, 10 Juni 2009 | 12:10 WIB
Berdasarkan topik artikel ini, menurut saya TIDAK, sederhana coba tanya diri sendiri apa arti tanaman bagi saya? tidak semua orang punya supportitas tinggi untuk merawat tanaman yang bersifat 'pasif/tidak gerak' di banding hewan peliharaan.
Rina @ Minggu, 7 Juni 2009 | 17:28 WIB
Salut utk Undip!!! Semoga kegiatan semacam ini bukan hanya bersfat sementara namun dilaksanakan secara kontinu, selain itu harus diberikan penjelasan pada masyarakat akan dampak negatif global warming serta cara mengurangi bahkan menanggulanginya.
orangawam @ Minggu, 7 Juni 2009 | 10:53 WIB
TEPAT. Dari 100 bibit, 1 bibit tumbuh besar, adalah sukses. Langkah tepat ini perlu dicontoh kota lain. Memang pemuda adalah harapan bangsa. Apa yang dilakukan pemuda sekarang akan menjadi cermin masa depan negara.
marwati @ Minggu, 7 Juni 2009 | 07:36 WIB
Berita yang sangat menggembirakan bil semua insan mulai sadar dan peka terhadap kelestarian lingkungan.
Terima kasih utk sadar lingkungan. Semoga perusak lingkungan sadar, harta tidak ada artinya ketika punahnya bumi tdk bisa diperbaiki lagi..
read more “Mungkinkah Tanaman Gratis Bisa Menyadarkan Masyarakat?”

Kualitas Udara Jakarta Sudah Mengkhawatirkan

Selasa, 9 Juni 2009 | 08:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pencemaran udara di Indonesia, khususnya Jakarta, telah mengkhawatirkan jika dibandingkan dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), demikian dikatakan Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Lingkungan Yetti Rusli.

"Pencemaran paling berat terjadi di Jakarta dibandingkan dengan Tokyo, Beijing, Seoul, Taipei, Bangkok, Kuala Lumpur, dan Manila," katanya.

Seminar dan temu wartawan itu bertema "Inisiatif dan respons Indonesia terhadap Fenomena Perubahan Iklim Global" yang diselenggarakan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES).

Berdasarkan data yang ada, total estimasi polutan CO yang diestimasikan dari seluruh aktivitas di Kota Jakarta adalah 686,864 ton per tahun atau 48,6 persen dari jumlah emisi lima polutan.

Penyebab dari pencemaran udara di Jakarta sekitar 80 persen berasal dari sektor transportasi dan 20 persen dari industri serta limbah domestik. Sementara, emisi karbon akibat deforestasi dan degradasi hutan sebesar 20 persen.

"Kawasan hutan yang lebat dengan pepohonan dapat berperan sebagai obat untuk mengurangi emisi karbon (CO2) karena akan menyerap karbon sekitar 50 persen dari biomasa pohon," kata dia.
Hutanku oh hutanku..... rkm/liputan
read more “Kualitas Udara Jakarta Sudah Mengkhawatirkan”

Saatnya, Bebas Kendaraan Bermotor Diperluas

Rabu, 10 Juni 2009 | 08:50 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Dalam rangka hari bebas kendaraan bermotor, Car Free Day, yang akan digelar Sabtu (13/6), Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Rachmat Witoelar diagendakan untuk hadir dan akan bersepeda bersama pejabat, dan masyarakat Kota Palembang dengan melintasi sejumlah jalan protokol di daerah ini.

"Menteri LH akan memimpin ribuan peserta sepeda santai, dengan bersepeda bersama melintasi sejumlah jalan di Kota Palembang ini sebagai rangkaian dari peluncuran car free day itu," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Edi Nursalam, di Palembang, Rabu.

Menurut Edi, pelaksanaan car free day di kawasan seputaran Taman Kambang Iwak sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu, dan dinilai telah berjalan cukup efektif pada Sabtu dan Minggu.

Kehadiran Menteri LH diharapkan mampu mendorong perluasan wilayah sasaran car free day, sehingga tidak hanya sebatas di seputaran Taman Kambang Iwak.

Ditargetkan, jalan protokol di ibukota Provinsi Sumsel itu, dapat menjadi kawasan bebas kendaraan bermotor. Hari bebas kendaraan bermotor merupakan salah satu upaya pemerintah setempat menciptakan transportasi hijau ramah lingkungan. Tujuannya, untuk mengurangi dampak buangan gas emisi yang menjadi penyebab utama pencemaran udara.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang, Kemas Abubakar mengatakan, Menteri LH RI dalam kunjungan di Palembang itu, juga akan melakukan penanaman 10.000 pohon secara simbolis di Kelurahan Talang Jambe.

"Penanaman pohon tersebut sebagai rangkaian dari peringatan hari jadi Kota Palembang ke-1326," katanya. Mari lindungi hutan kita demi masa depan generasi anak cucu kita
rkm/berita
read more “Saatnya, Bebas Kendaraan Bermotor Diperluas”

Selasa, 09 Juni 2009

Bagaimana Polisi Pertanggungjawabannya?



Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyerukan dihentikannya penggunaan kekuatan yang berlebihan serta tindakan represif oleh Polri terhadap aksi protes mahasiswa terkait kenaikan harga BBM di berbagai wilayah. “Tindakan paksa polri masuk Unas sama sekali tidak bisa dibenarkan. Itu reaksi emosional bukan profesional,” ujar Koordinator Kontras, Usman Hamid dalam siaran persnya, kemarin. Menurut dia alasan polisi masuk mencari oknum mahasiswa yang melanggar hukum atau melakukan kekerasan terhadap aparat harus ditempuh dengan proses hukum. Bukan dengan cara memasuki areal kampus, merusak, memukul, menangkap sewenang-wenang, termasuk oleh aparat yang berseragam sipil saat masuk hingga mengangkut mahasiswa ke dalam kendaraan aparat. Menurut Usman, tindakan oleh aparat itu sudah melampaui batas karena Polri sebagai penegak hukum, pengayom masyarakat malah ikut melanggar hukum dan kekerasan. Bahkan, ujar dia, komandan lapangan terkesan membolehkan reaksi brutal itu. “Jika ingin tindak aksi mahasiswa yang melawan hukum, reaksi Polri harus memakai metode dialogis, minta bantuan rektorat karena Polri adalah community justice, bukan alat represif security,” lanjut dia. Sebagai aparat penegak hukum, sikap Polri tidak boleh ofensif bahkan harus mengedepankan sikap persuasif, dan defensif dengan memakai alat pelindung saat bertugas seperti perisai, helm, dan baju pam. Selain itu, Usman menyatakan bahwa adanya granat sangat berbahaya bagi jiwa orang yang ada di lokasi tersebut. Karena itu, harus diusut tuntas siapa yang membawa termasuk motif di baliknya yang bisa jadi ingin membuat kerusuhan, menghadap-hadapkan Polri dengan mahasiswa. “Kapolri harus bertanggungjawab dengan menindak anggotanya yang melanggar hukum,” tegasnya. Sementara itu Mabes Polri secara resmi menyatakan penyerbuan polisi ke dalam kampus, menangkap 100-an mahasiswa termasuk melakukan perusakan menjadi tanggung jawab petugas itu sendiri. “Yang bertanggung jawab itu personel, kalau ada yang melakukan penghancuran dan pengerusakan,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Abubakar Nataprawira di Mabes Polri seperti dikutip dari Antara. Dikatakannya, saat ini tengah kasus pengerusakan motor mahasiswa dan pecahnya kaca-kaca di kampus Unas tengah diselidiki oleh Propam. Untuk itu, Abubakar meminta kepada pihak yang mempunyai rekaman berupa video, maupun VCD supaya diserahkan ke Mabes Polri sebagai bukti. “Mabes Polri sudah meminta tim Propam untuk mengkaji pengerusakan itu,” ujarnya. Namun Abubakar tegas membantah, bahwa polisi yang bertugas saat itu melakukan penjarahan di kantin Unas. “Itu kami bantah. Itu mahasiswa yang melakukannya. Botolnya digunakan untuk melakukan pelemparan,” kilahnya. Mahasiswa dibebaskan Aparat kepolisian kembali akan melakukan pembebasan terhadap 39 mahasiswa Universitas Nasional (Unas), Jakarta, yang ditahan Polres Jakarta Selatan pada kericuhan aksi unjuk rasa di kampus Unas, Sabtu dinihari. “Sebanyak 39 orang hanya pemakai ganja. Mereka akan dibebaskan dalam waktu 3x24 jam dan tidak dikenai penahanan,” kata Abu Bakar. Hingga kemarin, lanjutnya, sebanyak 77 mahasiswa sudah dikeluarkan dari tahanan Polres Jakarta Selatan. “Kita menahan 150 mahasiswa dan 16 orang warga yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa,” tandasnya. Sebelumnya, aksi penolakan kenaikan BBM yang dilakukan mahasiswa di kampus Unas, Sabtu dini hari, diwarnai kericuhan. Pihak mahasiswa mengklaim sekitar 157 mahasiswa ditahan. Pada Minggu pagi, 71 mahasiswa dibebaskan polisi. Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang terlibat dalam bentrok dengan pihak polisi saat demo kenaikan BBM Sabtu kemarin, diminta menandatangani berita acara penahanan selama 20 hari. “Anak saya bersama 30 rekan lainnya disuruh menandatangani berita acara penahanan 20 hari oleh pihak kepolisian. Tapi kami memilih menunggu dampingan pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dulu,”ujar Pita ibu dari salah seorang mahasiswa Unas, Fikar yang saat ini tengah berada di tahanan lantai III, Polres Jakarta Selatan. Saat menjenguk putranya yang masih bestatus sebagai mahasiswa di Fakultas Hukum Unas semester III ini, Pika berharap agar pihak Rektor Unas segera membantu mahasiswanya agar segera dikeluarkan dari tahanan. Pika juga ingin kasus yang menimpa anaknya jangan dicampur adukan dengan masalah kasus narkoba. “Mau saya, anak saya jangan dimurnikan menjadi kasus narkoba. Demo ya demo, narkoba ya narkoba. Tolong para rektor cepat-cepat diselesaikan kasus ini,” harap Pika. Kini para mahasiswa yang sedang berada di tahanan Polres Jakarta Selatan tak hanya diminta untuk menandatangani berita acara penahanan soal demo. Mereka juga diminta menandatangani berita acara penahanan soal narkoba. “Tadi anak saya disuruh tanda tangan dua berita acara, yaitu tentang demo dan narkoba. Kalau masalah narkoba kan bisa nanti setelah diselesaikan kasus demo dulu,” katanya. Dalam kesempatan itu, ia juga minta kepada pihak Rektor Unas untuk melakukan pengecekan tes urin terkait masalah narkoba yang membelit anak didiknya.
read more “Bagaimana Polisi Pertanggungjawabannya?”