Rabu, 17 Juni 2009

Pengumuman kelulusan SMA, SMK, dan MA

Pengumuman kelulusan SMA, SMK, dan MA, dijadwalkan Senin (15/6). Ini diungkapkan Kadindik Jatim Suwanto, Jumat (12/6).

Menurut Suwanto, Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) sudah jadi. “Pagi tadi tim kami sudah berangkat ke Jakarta untuk mengambil DKHUN. Malam ini akan digandakan,” terangnya.

Setelah menggandakan DKHUN, Dindik Jatim akan mengundang kadindik kabupaten/kota se2 Jatim hari ini, Sabtu (13/6). Mereka akan dikumpulkan di Kantor Dindik Jatim Jl Genteng Kali guna mendapatkan pengarahan terkait kelulusan siswa SMA, SMK dan MA.

“Setelah pertemuan diharapkan mereka bisa menyiapkan diri pada Minggu dan Senin diharapkan semua sekolah di Jatim mengumumkan kelulusan,” tegas mantan Kepala Dinas Infokom Jatim itu.
Terkait dua SMA di Ngawi dan Madiun yang masih menjalani Unas pengganti, akan diberlakukan waktu pengumuman kelulusan yang berbeda.

Kasek SMAN 10 Sukron mengaku akan menyampaikan informasi kelulusan siswa melalui surat.
Tahun ini, pemerintah tidak menentukan pasti tanggal pengumuman kelulusan. Pengumuman kelulusan tingkat SMA hanya disebut dalam range waktu minggu ke dua Juni 2009. Sedangkan kelulusan SD dan SMP pada minggu ke tiga Juni 2009.
Suwanto menegaskan, untuk pengumuman tingkat SD sudah dipastikan tanggal 20 Juni 2009. “Sedangkan pengumuman kelulusan tingkat SMP masih menunggu nformasi lebih lanjut,” ujarnya. rkm/Penddkn
read more “Pengumuman kelulusan SMA, SMK, dan MA”

Kamis, 11 Juni 2009

Penurunan Produksi Pangan Indonesia pada 2050

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Indonesia akan menghadapi masalah serius dalam bidang pertanian yaitu penurunan produksi pangan strategis hingga 27,1 persen pada 2050 sebagai dampak nyata dari perubahan iklim. "Menurut studi yang kami lakukan, perubahan iklim hanyalah satu dari sekian banyak faktor pendukung masalah besar yang akan dihadapi sektor pertanian dan ekonomi pangan Indonesia, yaitu semakin menyempitnya sawah dan menurunnya produksi pertanian," kata Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung Prof Dr Bustanul Arifin di Bandarlampung, Selasa (19/5).

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam seminar nasional bertema "Bioteknologi untuk pembangunan pertanian", yang terselenggara atas kerja sama Universitas Lampung dengan Perhimpunan Bioteknologi Pertanian Indonesia. Ia mengatakan sejumlah masalah dan tantangan yang akan dihadapi pertanian dan ekonomi pangan di Indonesia adalah perubahan iklim, krisis ekonomi global, dan perubahan struktur penanaman pangan.

"Itu belum ditambah dengan faktor internal dari dalam negeri kita sendiri yang menjalankan politik pertanian tanpa komitmen," katanya. Contoh yang paling jelas, menurut dia, terlihat dari data bank dunia tentang anggaran perbaikan infrastruktur pertanian Indonesia saat ini yang merupakan angka paling rendah di Asia.

Indonesia, kata dia perlu mulai menanggapi serius usulan tentang penggunaan bioteknologi modern sebagai pijakan kebijakan untuk mengantisipasi atau meminimalisaasi masalah pertanian di masa datang. "Upaya penelitian yang dilakukan perguruan tinggi selama ini sudah saatnya diadopsi secara serius," katanya.

Upaya serius tersebut, menurut dia dapat ditunjukan dengan melakukan beberapa langkah. "Pemerintah tinggal mengambil keputusan, apakah bioteknologi dapat dijadikan salah satu solusi masalah pertanian Indonesia di masa datang atau tidak. Artinya, kalau tidak, harus dicari solusi dan pemecahan lainnya untuk mengatasi masalah tersebut," katanya.

Langkah pertama yang dilakukan, menurut dia adalah melakukan penelitian nyata dan pengkajian serius terhadap temuan-temuan baru bioteknologi.
"Artinya, perlu diteliti langsung penggunaannya di tingkat petani, apakah bibit hasil transgenik tersebut betul-betul dapat digunakan dengan kondisi alam yang nyata atau tidak, bukan dengan kondisi alam artifisial di lembaga penelitian," katanya.

Setelah itu, pemerintah juga perlu melakukan langkah penting lainnya, yakni mengkaji tentang kesiapan psikologis petani Indonesia dengan perubahan sistem dan pola pertanian dengan basis bioteknologi dibandingkan dengan pola lama, yaitu pertanian organik. "Strategi dan komunikasi terhadap petani menjadi sangat penting di faktor ini, mulai dari masalah kejelasan batas atas maksimum komponen transgenik yang dianggap aman, hingga jaminan tentang keamanan pemanfaatan produk rekayasa genetika atau bioteknologi secara umum," katanya.
read more “Penurunan Produksi Pangan Indonesia pada 2050”

Ditemukan, Lubang Hitam Supermasif



Rabu, 10 Juni 2009 | 09:22 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Yuni Ikawati

CALIFORNIA, KOMPAS.com — Lubang hitam supermasif ditemukan relatif dekat dengan galaksi raksasa M87, berjarak 50 juta tahun cahaya. Kemasifan blackhole atau sering disebut bintang hantu itu dua hingga tiga kali dibandingkan dengan yang pernah dibayangkan sebelumnya.

”Beratnya 6,4 miliar kali dibandingkan massa Matahari,” ujar Karl Gebhardt dari Universitas Texas di Austin, Amerika Serikat. Penemuan ini dilaporkan dalam pertemuan ke-214 Masyarakat Astronomi Amerika (AAS), Selasa (9/6) di California AS.

”Penemuan ini penting untuk mengetahui hubungan antara lubang hitam dan galaksi-galaksi,” kata Jens Thomas, peneliti di bidang Fisika Ekstraterestrial dari the Max Planck Institute Jerman. Dengan mengetahui hubungan ini, dapat diketahui lebih baik tentang pembentukan dan pertumbuhan galaksi-galaksi atau quasar yang tergolong kolosal sekitar 10 miliar massa Matahari.

Massa baru dari M87 berbasiskan sebuah model observasi terbaru dari Teleskop Gemini Utara di Hawaii, AS, dan didukung oleh teleskop sangat besar milik European Southern Observatory di Cile.
read more “Ditemukan, Lubang Hitam Supermasif”

Untuk Pertama Kalinya Stasiun Antariksa Dihuni 6 Orang



MOSKWA, KOMPAS.com — Seiring makin dekatnya penyelesaian pembangunannya, Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS) untuk pertama kalinya dihuni 6 orang. Selama ini, hanya 3 orang yang bisa tinggal di sana.

"Saya kira dimulainya enam awak ini merupakan langkah terbesar. Kami sudah menunggunya sejak lama sekali," ujar Kirk Shireman, deputi manager program stasiun NASA.

Ketiga kru baru yang meluncur menggunakan kapsul Soyuz TMA-15 milik Rusia telah merapat di ISS, Jumat (29/5) pukul 17.34 WIB saat kedua wahana melayang di atas China pada ketinggian 354 kilometer.

Ketiga awak tersebut masing-masing kosmonot Rusia, Roman Romanenko; astronot Belgia, Frank de Winne, atas nama Badan Luar Angkasa Eropa; dan astronot Kanada, Robert Thirsk. Mereka bergabung dengan tiga awak yang bertugas saat ini, yakni kosmonot Rusia, Gennady Padalka, yang juga komandan ISS; astronot NASA, Michael Barratt; dan astronot Jepang, Koichi Wakata.

Keenam awak yang telah bergabung kini mendapat mandat dalam tim yang disebut Ekspedisi 20. Mereka merupakan tim terbesar yang pernah ada sejak ISS dibangun. Bahkan, tim ini telah merepresentasikan negara-negara yang bergabung dalam program pembangunan ISS, yakni AS, Rusia, Kanada, Jepang, dan 11 negara Eropa.

Pembangunan ISS dimulai tahun 1998 dimulai dengan peluncuran modul kendali bernama Zarya milik Rusia. Sebanyak dua modul lainnya masing-masing Unity milik AS dan Zvevda milik Rusia yang menjadi fondasi ruangan, kamar mandi, dapur, dan ruang makan menyusul tahun 2000 sekaligus dimulainya misi penempatan tiga awak.

Namun, program pembangunan sempat terhenti antara tahun 2003 dan 2005 sejak NASA menghentikan peluncuran karena insiden kecelakaan pesawat ulang alik Columbia. Setelah dilanjutkan kembali, sejumlah modul telah ditambahkan, seperti laboratorium Kido milik Jepang dan Colombus milik Eropa. Juga dipasang tambahan panel surya sebagai pembangkit energi, termasuk sistem penyaring keringat dan urine menjadi air siap minum untuk mengefisienkan sumber daya saat dihuni 6 awak. Saat ini, masih direncanakan beberapa kali peluncuran dan pembangunan dijadwalkan selesai tahun 2010.
read more “Untuk Pertama Kalinya Stasiun Antariksa Dihuni 6 Orang”

Endeavour Kembali ke Luar Angkasa 13 Juni

CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com - Badan antariksa AS (NASA) telah memastikan jadwal peluncuran pesawat ulang alik Endeavour ke stasiun antariksa internasional (ISS) pada 13 Juni 2009. Jadwal peluncuran ini hanya terpaut tiga minggu dari selesainya misi peluncuran pesawat ulang alik Atlantis untuk memperbaiki teleskop Hubble.

Misi Endevaour melanjutkan kembali pembangunan ISS yang ditargetkan rampung pada tahun 2010. Misi kali ini akan berlangsung selama 16 hari dan akan dijadwalkan 5 kali spacewalk.

Muatan utama yang dibawanya adalah bagian terakhir laboratorium Kibo milik Jepang berupa teras penelitian luar angkasa. Pesawat ulang alik tersebut membawa tujuh orang awak dan salah satunya akan tinggal di ISS menggantikan salah satu dari enam penghuninya saat ini.

Kedatangan Endeavour akan memecahkan rekor penghuni antariksa terbanyak. Untuk pertama kalinya ISS akan dihuni 13 orang karena saat ini terdapat 6 awak yang menghuni ISS.

Endeavour telah berada di Kennedy Space Center sejak misi perbaikan Hubble dimulai. Pesawat ulang alik tersebut sebelumnya disiapkan sebagai penyelemat jika misi Atlantis mengalami gangguan dan perlu evakuasi terhadap para awaknya.

Namun, Atlantis sukses menjalankan misinya dengan mulus meski diperpanjang dari 11 hari menjadi 13 hari karena gagal mendarat di Florida akibat cuaca buruk. Atlantis akhirnya mendarat di landasan cadangan di California. Atlantis telah diangkut kembali ke Florida, sejak Selasa (2/6) menggunakan pesawat Boeing 747 yang dimodifikasi.
read more “Endeavour Kembali ke Luar Angkasa 13 Juni”

Temuan Gunung Raksasa Bawah Laut Pecahkan Rekor


Jumat, 29 Mei 2009 | 20:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gunung raksasa yang ditemukan di perairan barat Sumatera mungkin memecahkan rekor sebagai gunung berapi terbesar di Indonesia. Demikian menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Gunung Kerinci yang tingginya sekitar 3.800 meter dan Gunung Semeru sekitar 3.600 meter kalah dengan gunung yang baru ditemukan di perairan Bengkulu tersebut. Kalau gunung ini memang benar gunung api, maka gunung ini merupakan gunung api terbesar di Indonesia," kata Kepala PVMBG Badan Geologi, Bandung, Surono di Jakarta, Jumat (29/5).

Lokasi gunung tersebut berada di Palung Sunda di barat daya Sumatera, terletak kira-kira 330 km dari Bengkulu. Tingginya diperkirakan 4.600 meter dengan puncaknya ada di kedalaman 1.280 meter dari permukaan laut. Diameternya diperkirakan sekitar 50 km.

Ia memprediksi, gunung api yang ditemukan itu sebelumnya pernah beberapa kali meletus sehingga material-material letusannya membuat gunung itu semakin besar seperti sekarang ini. Menurut Surono, para peneliti harus meneliti lebih lanjut untuk mengetahui kepastian gunung merapi itu, seperti tingkat keaktifan magmanya, memiliki lubang pada bagian atasnya sebagai tempat untuk keluar letusan dan lainnya.

Bila gunung itu merupakan gunung berapi, lanjut Surono, akan sangat berbahaya bila meletus. Gunung api yang berada di tengah laut itu bisa menimbulkan gelombang besar di permukaan laut, bahkan tsunami. Oleh sebab itu, perlu ada perhatian serius dari pemerintah untuk mengantisipasi hal itu.

"Para peneliti juga harus melakukan pengawasan dan pemantauan mengenai kondisi gunung tersebut serta membuat peta rawan bencana di sekitar gunung itu sehingga dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Surono memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral CGG Veritas dan Institut de Physique Globe Paris yang menemukan gunung api raksasa tersebut.
read more “Temuan Gunung Raksasa Bawah Laut Pecahkan Rekor”

Indonesia Punya 5 Gunung Api Bawah Laut


Sabtu, 30 Mei 2009 | 10:19 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Gunung api di bawah laut hanya ada lima di Indonesia. Sementara ini aktivitas vulkaniknya tidak berbahaya.

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono, hanya ada lima gunung api bawah laut di Indonesia. Di perairan Sulawesi Utara ada Gunung Sub Marine yang meletus tahun 1922 dan Banuawalu (1919). Selain itu, di perairan Banda ada Niuwewerker (1927) dan Emperor of China. Gunung api di bawah laut lainnya adalah Hobal (1999) di perairan Nusa Tenggara Timur.

"Aktivitas mereka sejauh ini tidak berbahaya. Bila sedang aktif biasanya hanya menimbulkan buih air berasap," katanya di Bandung, Sabtu (30/5).

Menanggapi klaim penemuan gunung api berukuran besar di bawah laut dekat perairan Mentawai, Surono mengatakan, kemungkinan itu bisa saja terjadi. Namun, ia menegaskan, gunung itu belum menjadi bagian dari 129 gunung api Indonesia.
read more “Indonesia Punya 5 Gunung Api Bawah Laut”